<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Targetkan Kurangi Sampah Plastik Laut hingga 70% pada 2025</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan pengurangan sampah plastik laut di Indonesia mencapai 70% pada akhir 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902854/erick-thohir-targetkan-kurangi-sampah-plastik-laut-hingga-70-pada-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902854/erick-thohir-targetkan-kurangi-sampah-plastik-laut-hingga-70-pada-2025"/><item><title>Erick Thohir Targetkan Kurangi Sampah Plastik Laut hingga 70% pada 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902854/erick-thohir-targetkan-kurangi-sampah-plastik-laut-hingga-70-pada-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902854/erick-thohir-targetkan-kurangi-sampah-plastik-laut-hingga-70-pada-2025</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2902854/erick-thohir-targetkan-kurangi-sampah-plastik-laut-hingga-70-pada-2025-XjVe2C3TMx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir targetkan penurunan plastik laut hingga 70% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2902854/erick-thohir-targetkan-kurangi-sampah-plastik-laut-hingga-70-pada-2025-XjVe2C3TMx.jpg</image><title>Erick Thohir targetkan penurunan plastik laut hingga 70% (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNS8xLzE3MjIxMC81L3g4b3ViNzM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan pengurangan sampah plastik laut di Indonesia mencapai 70% pada akhir 2025. Sejak 2018 lalu, pemerintah telah menetapkan komitmen yang kuat untuk mengurangi plastik atau sampah laut sebesar 70% hingga akhir 2025.
Komitmen itu dituangkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2018. Sejak 2018-2022, Indonesia telah mengurangi plastik laut sebesar 36% dan persentasenya ditargetkan meningkat menjadi 40% pada akhir tahun ini. Erick menilai Indonesia berada di jalur yang tepat dalam mengurangi sampah laut.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ajak BUMN Lebih Peduli Isu Kesehatan Mental


&quot;Kami dengan bangga menyebutkan bahwa dalam empat tahun terakhir, dari tahun 2018 hingga 2022, kami telah berhasil mengurangi sekitar 36% arus keluar sampah plastik ke laut,&quot; ujar Erick dalam gelaran Asean Conference On Combating Plastic Pollution, Jakarta, Selasa (17/10/2023).
&quot;Dan upaya kami berada pada jalur yang tepat untuk mencapai pengurangan sebesar 40% pada akhir tahun 2023,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Temani Jokowi ke China, Erick Thohir: Kita Membangun Ekonomi RI


Kendati begitu, pemerintah menyadari bahwa masih banyak kerja keras yang harus dilakukan untuk mencapai target ambisius dalam dua tahun ke depan untuk menekan volume plastik laut.
Erick pun mengajak negara mitra di Asia Tenggara (ASEAN) untuk  bersama-sama memerangi plastik laut. Dengan kolaborasi dia yakin bahwa  Indonesia dan negara mitra dapat menyediakan lingkungan yang sehat bagi  generasi masa depan.
&quot;Untuk itu, perkuat kolaborasi berbagai pihak dan dukungan negara mitra, apakah ini sangat penting?,&quot; tanya dia.
&quot;Dengan adanya kerja sama antar negara-negara ASEAN saya sangat  optimis bahwa kita dapat menyediakan lingkungan yang sehat bagi generasi  masa depan untuk hidup. Bersama-sama kita dapat membuat perbedaan yang  berarti,&quot; bebernya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNS8xLzE3MjIxMC81L3g4b3ViNzM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan pengurangan sampah plastik laut di Indonesia mencapai 70% pada akhir 2025. Sejak 2018 lalu, pemerintah telah menetapkan komitmen yang kuat untuk mengurangi plastik atau sampah laut sebesar 70% hingga akhir 2025.
Komitmen itu dituangkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2018. Sejak 2018-2022, Indonesia telah mengurangi plastik laut sebesar 36% dan persentasenya ditargetkan meningkat menjadi 40% pada akhir tahun ini. Erick menilai Indonesia berada di jalur yang tepat dalam mengurangi sampah laut.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ajak BUMN Lebih Peduli Isu Kesehatan Mental


&quot;Kami dengan bangga menyebutkan bahwa dalam empat tahun terakhir, dari tahun 2018 hingga 2022, kami telah berhasil mengurangi sekitar 36% arus keluar sampah plastik ke laut,&quot; ujar Erick dalam gelaran Asean Conference On Combating Plastic Pollution, Jakarta, Selasa (17/10/2023).
&quot;Dan upaya kami berada pada jalur yang tepat untuk mencapai pengurangan sebesar 40% pada akhir tahun 2023,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Temani Jokowi ke China, Erick Thohir: Kita Membangun Ekonomi RI


Kendati begitu, pemerintah menyadari bahwa masih banyak kerja keras yang harus dilakukan untuk mencapai target ambisius dalam dua tahun ke depan untuk menekan volume plastik laut.
Erick pun mengajak negara mitra di Asia Tenggara (ASEAN) untuk  bersama-sama memerangi plastik laut. Dengan kolaborasi dia yakin bahwa  Indonesia dan negara mitra dapat menyediakan lingkungan yang sehat bagi  generasi masa depan.
&quot;Untuk itu, perkuat kolaborasi berbagai pihak dan dukungan negara mitra, apakah ini sangat penting?,&quot; tanya dia.
&quot;Dengan adanya kerja sama antar negara-negara ASEAN saya sangat  optimis bahwa kita dapat menyediakan lingkungan yang sehat bagi generasi  masa depan untuk hidup. Bersama-sama kita dapat membuat perbedaan yang  berarti,&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
