<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Israel-Hamas, Harga BBM Non Subsidi Naik?</title><description>Perang Israel-Hamas diproyeksi mengerek harga minyak dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902872/perang-israel-hamas-harga-bbm-non-subsidi-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902872/perang-israel-hamas-harga-bbm-non-subsidi-naik"/><item><title>Perang Israel-Hamas, Harga BBM Non Subsidi Naik?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902872/perang-israel-hamas-harga-bbm-non-subsidi-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2902872/perang-israel-hamas-harga-bbm-non-subsidi-naik</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2902872/perang-israel-hamas-harga-bbm-non-subsidi-naik-BeVkCOaEmd.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Perang israel-hamas picu kenaikan harga minyak dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2902872/perang-israel-hamas-harga-bbm-non-subsidi-naik-BeVkCOaEmd.jpeg</image><title>Perang israel-hamas picu kenaikan harga minyak dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjI3My81L3g4b3Y5M3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perang Israel-Hamas diproyeksi mengerek harga minyak dunia. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai konflik yang saat ini terjadi antara Hamas-Israel akan berpengaruh terhadap harga BBM non subsidi.
Apalagi diakibatkan adanya peralihan dari konsumen BBM Subsidi ke non subsidi. Asal tahu saja, selisih harga BBM non subsidi dan subsidi saat ini mencapai Rp4 ribu per liter.

BACA JUGA:
Perang Israel-Hamas Bikin Harga Minyak Dunia Meroket? Begini Kata ESDM


&quot;Bbm non subsidi diperkirakan terus meningkat dan ini akibatkan masalah dari peralihan konsumen bbm subsidi ke non subsidi,&quot; jelasnya, Selasa (17/10/2023).
Bhima pun meminta pemerintah untuk mewaspadai kuota BBM subsidi yang dikhawatirkan bisa jebol lantaran selisih harga tersebut lumayan besar.

BACA JUGA:
Perang Israel-Hamas Bisa Picu Kenaikan Harga Minyak


&quot;Quota BBM-nya bisa jebol,&quot; tegasnya.
Sementara itu untuk harga BBM subsidi, Bhima menilai tidak akan ada perubahan. Menurutnya hal itu karena berdekatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilakukan pada Februari 2024.
&quot;Untuk BBM subsidi mungkin menunggu hasil pemilu Februari 2024. Karena saat ini isu bbm menjadi isu yang populis,&quot; tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait kondisi  dunia yang tak baik-baik saja dengan memanasnya konflik antara Israel  dan Hamas. Dia menyebut Indonesia bisa terdampak oleh tegangnya  geopolitik di kawasan Timur Tengah itu.
Hal ini dikarenakan konflik yang berlangsung antara kedua kubu itu  bisa berdampak terhadap harga BBM dunia dan tentunya bisa merembet ke  kenaikan harga BBM Indonesia baik yang subsidi maupun yang non-subsidi.
&quot;Saya tidak ingin menakut-nakuti, tapi bisa kejadian, kalau perang  enggak selesai, harga BBM global pasti akan naik. Harga energi ini bisa  naik gara-gara perang Palestina-Israel, harga energi tuh artinya bensin,  Pertamax, Pertalite,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjI3My81L3g4b3Y5M3c=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perang Israel-Hamas diproyeksi mengerek harga minyak dunia. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai konflik yang saat ini terjadi antara Hamas-Israel akan berpengaruh terhadap harga BBM non subsidi.
Apalagi diakibatkan adanya peralihan dari konsumen BBM Subsidi ke non subsidi. Asal tahu saja, selisih harga BBM non subsidi dan subsidi saat ini mencapai Rp4 ribu per liter.

BACA JUGA:
Perang Israel-Hamas Bikin Harga Minyak Dunia Meroket? Begini Kata ESDM


&quot;Bbm non subsidi diperkirakan terus meningkat dan ini akibatkan masalah dari peralihan konsumen bbm subsidi ke non subsidi,&quot; jelasnya, Selasa (17/10/2023).
Bhima pun meminta pemerintah untuk mewaspadai kuota BBM subsidi yang dikhawatirkan bisa jebol lantaran selisih harga tersebut lumayan besar.

BACA JUGA:
Perang Israel-Hamas Bisa Picu Kenaikan Harga Minyak


&quot;Quota BBM-nya bisa jebol,&quot; tegasnya.
Sementara itu untuk harga BBM subsidi, Bhima menilai tidak akan ada perubahan. Menurutnya hal itu karena berdekatan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilakukan pada Februari 2024.
&quot;Untuk BBM subsidi mungkin menunggu hasil pemilu Februari 2024. Karena saat ini isu bbm menjadi isu yang populis,&quot; tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait kondisi  dunia yang tak baik-baik saja dengan memanasnya konflik antara Israel  dan Hamas. Dia menyebut Indonesia bisa terdampak oleh tegangnya  geopolitik di kawasan Timur Tengah itu.
Hal ini dikarenakan konflik yang berlangsung antara kedua kubu itu  bisa berdampak terhadap harga BBM dunia dan tentunya bisa merembet ke  kenaikan harga BBM Indonesia baik yang subsidi maupun yang non-subsidi.
&quot;Saya tidak ingin menakut-nakuti, tapi bisa kejadian, kalau perang  enggak selesai, harga BBM global pasti akan naik. Harga energi ini bisa  naik gara-gara perang Palestina-Israel, harga energi tuh artinya bensin,  Pertamax, Pertalite,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
