<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Benar Balik Modal Kereta Cepat Whoosh 100 Tahun?</title><description>Apa benar balik modal Kereta Cepat Whoosh 100 tahun?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2903100/apa-benar-balik-modal-kereta-cepat-whoosh-100-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2903100/apa-benar-balik-modal-kereta-cepat-whoosh-100-tahun"/><item><title>Apa Benar Balik Modal Kereta Cepat Whoosh 100 Tahun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2903100/apa-benar-balik-modal-kereta-cepat-whoosh-100-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2903100/apa-benar-balik-modal-kereta-cepat-whoosh-100-tahun</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2903100/apa-benar-balik-modal-kereta-cepat-whoosh-100-tahun-51920FOa3a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Balik modal kereta cepat Whoosh (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2903100/apa-benar-balik-modal-kereta-cepat-whoosh-100-tahun-51920FOa3a.jpg</image><title>Balik modal kereta cepat Whoosh (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY4OS81L3g4bzNpcG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Apa benar balik modal Kereta Cepat Whoosh 100 tahun? Ternyata pemerintah memperkirakan balik modal Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Kereta Cepat Whoosh tidak lebih dari 100 tahun.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, hitungan balik modal Whoosh harus dilihat secara menyeluruh. Di mana, perhitungannya didasarkan pada seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis itu.

BACA JUGA:
Tak Jadi Rp300 Ribu, Harga Tiket Kereta Cepat Whoosh Rp150 Ribu Mulai Besok hingga 30 November 2023


Komponen yang dimaksud Rosan bukan hanya pada nilai harga tiket kereta cepat saja, namun juga pada tenan, sponsor, vendor, dan hal lainnya yang bisa memberikan nilai kontribusinya.
&quot;Jadi jangan kita melihat dari satu kacamata saja, tapi kita bisa lihat yang lebih besar,&quot; ujar Rosan saat ditemui wartawan di kawasan Stasiun Halim, Jakarta Timur, Selasa (17/10/2023).

BACA JUGA:
Kereta Cepat Whoosh Berbayar Mulai Besok, Ini Jadwal dan Rute KA Feeder


Pernyataan itu merupakan respons atas analisa yang diutarakan Ekonom senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri. Berdasarkan hitungannya, Faisal menyebut Whoosh baru akan balik modal dalam waktu lebih dari 100 tahun
Menurut Rosan perhitungan Faisal hanya didasarkan pada harga tiket kereta cepat saja, tanpa melihat komponen lainnya.
&quot;Itu kan hanya hitungan dari tiket, lihat di situ ada apa? Ada  tenant, ada sponsor, jadi kalau dilihat hanya dari tiket ya mungkin beda  ya hitung hitungan, tapi ini ada banyak gitu, ada vendornya, ada banyak  pihak terkait ini,&quot; pungkasnya.
Di lain sisi, Rosan menegaskan bahwa keberadaan Kereta Cepat  Jakarta-Bandung memberikan efek berganda secara signifikan bagi ekonomi  hingga UMKM.
&quot;Dampak kepada UMKM, dampak kepada perputaran ekonomi, sosial,  budaya, yang makin lama makin ada dampaknya , jadi kalau dihitung semua  dampak dari adanya kereta api cepat ini itu akan sangat signifikan dan  bisa menjustifikasi adanya kereta api cepat ini,&quot; ucapnya.
Dia pun memastikan pemerintah akan terus melanjutkan proyek KCJB  hingga ke Surabaya, Jawa Timur. Terkait hal ini dia enggan merinci  secara menyeluruh.
&quot;Kita kembangkan kereta cepat ini ke kota lainnya, contohnya  Surabaya. Yang pastikan ada suatu learning proses yang rencananya juga,  karena ini kan ada transfer teknologi ya, jadi kita lihat ini secara  keseluruhan,&quot; lanjut Rosan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY4OS81L3g4bzNpcG8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Apa benar balik modal Kereta Cepat Whoosh 100 tahun? Ternyata pemerintah memperkirakan balik modal Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Kereta Cepat Whoosh tidak lebih dari 100 tahun.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, hitungan balik modal Whoosh harus dilihat secara menyeluruh. Di mana, perhitungannya didasarkan pada seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis itu.

BACA JUGA:
Tak Jadi Rp300 Ribu, Harga Tiket Kereta Cepat Whoosh Rp150 Ribu Mulai Besok hingga 30 November 2023


Komponen yang dimaksud Rosan bukan hanya pada nilai harga tiket kereta cepat saja, namun juga pada tenan, sponsor, vendor, dan hal lainnya yang bisa memberikan nilai kontribusinya.
&quot;Jadi jangan kita melihat dari satu kacamata saja, tapi kita bisa lihat yang lebih besar,&quot; ujar Rosan saat ditemui wartawan di kawasan Stasiun Halim, Jakarta Timur, Selasa (17/10/2023).

BACA JUGA:
Kereta Cepat Whoosh Berbayar Mulai Besok, Ini Jadwal dan Rute KA Feeder


Pernyataan itu merupakan respons atas analisa yang diutarakan Ekonom senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri. Berdasarkan hitungannya, Faisal menyebut Whoosh baru akan balik modal dalam waktu lebih dari 100 tahun
Menurut Rosan perhitungan Faisal hanya didasarkan pada harga tiket kereta cepat saja, tanpa melihat komponen lainnya.
&quot;Itu kan hanya hitungan dari tiket, lihat di situ ada apa? Ada  tenant, ada sponsor, jadi kalau dilihat hanya dari tiket ya mungkin beda  ya hitung hitungan, tapi ini ada banyak gitu, ada vendornya, ada banyak  pihak terkait ini,&quot; pungkasnya.
Di lain sisi, Rosan menegaskan bahwa keberadaan Kereta Cepat  Jakarta-Bandung memberikan efek berganda secara signifikan bagi ekonomi  hingga UMKM.
&quot;Dampak kepada UMKM, dampak kepada perputaran ekonomi, sosial,  budaya, yang makin lama makin ada dampaknya , jadi kalau dihitung semua  dampak dari adanya kereta api cepat ini itu akan sangat signifikan dan  bisa menjustifikasi adanya kereta api cepat ini,&quot; ucapnya.
Dia pun memastikan pemerintah akan terus melanjutkan proyek KCJB  hingga ke Surabaya, Jawa Timur. Terkait hal ini dia enggan merinci  secara menyeluruh.
&quot;Kita kembangkan kereta cepat ini ke kota lainnya, contohnya  Surabaya. Yang pastikan ada suatu learning proses yang rencananya juga,  karena ini kan ada transfer teknologi ya, jadi kita lihat ini secara  keseluruhan,&quot; lanjut Rosan.</content:encoded></item></channel></rss>
