<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Sebut Tak Ada Beras Dicampur Plastik, Perindo Minta Aparat Tetap Selidiki Kasusnya</title><description>Yerry Tawalujan menanggapi positif terkait pendapat ahli pangan Teknologi Pangan Institute Pertanian Bogor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2903139/pakar-sebut-tak-ada-beras-dicampur-plastik-perindo-minta-aparat-tetap-selidiki-kasusnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2903139/pakar-sebut-tak-ada-beras-dicampur-plastik-perindo-minta-aparat-tetap-selidiki-kasusnya"/><item><title>Pakar Sebut Tak Ada Beras Dicampur Plastik, Perindo Minta Aparat Tetap Selidiki Kasusnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2903139/pakar-sebut-tak-ada-beras-dicampur-plastik-perindo-minta-aparat-tetap-selidiki-kasusnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/17/320/2903139/pakar-sebut-tak-ada-beras-dicampur-plastik-perindo-minta-aparat-tetap-selidiki-kasusnya</guid><pubDate>Selasa 17 Oktober 2023 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2903139/pakar-sebut-tak-ada-beras-dicampur-plastik-perindo-minta-aparat-tetap-selidiki-kasusnya-YfLMuOFlHs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Partai Perindo Yerry Tawalujan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2903139/pakar-sebut-tak-ada-beras-dicampur-plastik-perindo-minta-aparat-tetap-selidiki-kasusnya-YfLMuOFlHs.jpg</image><title>Jubir Partai Perindo Yerry Tawalujan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy80LzE3MjMxMC81L3g4b3cxazc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan menanggapi positif terkait pendapat ahli pangan Teknologi Pangan Institute Pertanian Bogor (IPB), Slamet Budijanto, yang menyebut tidak ada yang namanya beras plastik dapat dicampur di beras asli kemudian dimasak.
&quot;Pendapat ahli pangan yang menyebutkan bahwa tidak ada yang namanya beras plastik, apalagi beras plastik yang bisa dimasak bersama beras asli, adalah berita yang melegakan,&quot; ujar Yerry kepada wartawan, Selasa (17/10/2023).

BACA JUGA:
Kepala Daerah Wajib Lapor Jika Stok Beras Menipis ke Bulog

Namun demikian, kenyataan di lapangan sesuai berita yang viral di berbagai media, telah ditemukan biji-biji plastik yang tercampur bersama beras bantuan sosial dari Bulog. Yerry meminta pihak aparat untuk mengusut temuan tersebut.
&quot;Kami minta pihak aparat keamanan bersama Perum Bulog untuk mengusut tuntas kasus adanya biji plastik yang dicampur ke beras bantuan sosial. Karena ini bisa menjadi preseden buruk di masyarakat,&quot; jelas Yerry.

BACA JUGA:
Bertemu PM Li Qiang, Presiden Jokowi Sebut China Jadi Mitra Dagang Terbesar RI&amp;nbsp;

Yerry menambahkan jangan sampai niat baik Pemerintah untuk membantu masyarakat dengan bantuan beras dirusak oleh pihak-pihak tidak bertanggung-jawab yang secara sengaja mencampurkan biji plastik ke karung beras bantuan.Seperti diketahui, pakar Teknologi Pangan Institute Pertanian Bogor (IPB), Slamet Budijanto, menegaskan informasi yang beredar di masyarakat soal beras plastik tidak tepat.
Slamet Budijanto menyatakan berita yang beredar di masyarakat dan membuat resah adalah biji plastik yang dianggap mirip beras dan bukan beras plastik.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy80LzE3MjMxMC81L3g4b3cxazc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan menanggapi positif terkait pendapat ahli pangan Teknologi Pangan Institute Pertanian Bogor (IPB), Slamet Budijanto, yang menyebut tidak ada yang namanya beras plastik dapat dicampur di beras asli kemudian dimasak.
&quot;Pendapat ahli pangan yang menyebutkan bahwa tidak ada yang namanya beras plastik, apalagi beras plastik yang bisa dimasak bersama beras asli, adalah berita yang melegakan,&quot; ujar Yerry kepada wartawan, Selasa (17/10/2023).

BACA JUGA:
Kepala Daerah Wajib Lapor Jika Stok Beras Menipis ke Bulog

Namun demikian, kenyataan di lapangan sesuai berita yang viral di berbagai media, telah ditemukan biji-biji plastik yang tercampur bersama beras bantuan sosial dari Bulog. Yerry meminta pihak aparat untuk mengusut temuan tersebut.
&quot;Kami minta pihak aparat keamanan bersama Perum Bulog untuk mengusut tuntas kasus adanya biji plastik yang dicampur ke beras bantuan sosial. Karena ini bisa menjadi preseden buruk di masyarakat,&quot; jelas Yerry.

BACA JUGA:
Bertemu PM Li Qiang, Presiden Jokowi Sebut China Jadi Mitra Dagang Terbesar RI&amp;nbsp;

Yerry menambahkan jangan sampai niat baik Pemerintah untuk membantu masyarakat dengan bantuan beras dirusak oleh pihak-pihak tidak bertanggung-jawab yang secara sengaja mencampurkan biji plastik ke karung beras bantuan.Seperti diketahui, pakar Teknologi Pangan Institute Pertanian Bogor (IPB), Slamet Budijanto, menegaskan informasi yang beredar di masyarakat soal beras plastik tidak tepat.
Slamet Budijanto menyatakan berita yang beredar di masyarakat dan membuat resah adalah biji plastik yang dianggap mirip beras dan bukan beras plastik.</content:encoded></item></channel></rss>
