<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang Mampu Pindah ke Pertalite Gegara Harga Pertamax Lebih Mahal Rp4.000?</title><description>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengantisipasi migrasi pengguna Pertamax ke BBM Subsidi yakni Pertalite.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903081/orang-mampu-pindah-ke-pertalite-gegara-harga-pertamax-lebih-mahal-rp4-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903081/orang-mampu-pindah-ke-pertalite-gegara-harga-pertamax-lebih-mahal-rp4-000"/><item><title>Orang Mampu Pindah ke Pertalite Gegara Harga Pertamax Lebih Mahal Rp4.000?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903081/orang-mampu-pindah-ke-pertalite-gegara-harga-pertamax-lebih-mahal-rp4-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903081/orang-mampu-pindah-ke-pertalite-gegara-harga-pertamax-lebih-mahal-rp4-000</guid><pubDate>Rabu 18 Oktober 2023 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Nurfathiya Efsya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2903081/orang-mampu-pindah-ke-pertalite-gegara-harga-pertamax-lebih-mahal-rp4-000-0JjsL9rlhi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengguna Pertamax dikhawatirkan pindah ke Pertalite. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/17/320/2903081/orang-mampu-pindah-ke-pertalite-gegara-harga-pertamax-lebih-mahal-rp4-000-0JjsL9rlhi.jpg</image><title>Pengguna Pertamax dikhawatirkan pindah ke Pertalite. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMC8xLzE2ODUzMi81L3g4bXZxeTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengantisipasi migrasi pengguna Pertamax ke BBM Subsidi yakni Pertalite. Seperti diketahui, selisih harga jual Pertamax dengan Pertalite sekira Rp4 ribu per liter.

Di mana harga Pertamax dijual Rp14.000 dan Pertalite Rp10.000.

BACA JUGA:
Perang Israel-Hamas, Harga BBM Non Subsidi Naik?

&quot;Pertama, kita harus tetap menyatakan bahwa BBM Subsidi itu untuk rakyat yang memerlukan. Kita imbau bahwa Pertalite itu untuk masyarakat yang memerlukan dan memenuhi syarat atau eligible,&quot; Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, Selasa, 17 Oktober 2023.

Oleh sebab itu, Tutuka meminta masyarakat yang mampu untuk tidak ikut menggunakan BBM Subsidi karena itu bukan peruntukkannya.

BACA JUGA:
Daftar Lengkap Harga BBM per 16 Oktober 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Jadi kalau yang berada itu janganlah menggunakan BBM subsidi karena itu bukan peruntukkannya,&quot; urainya.
Tutukan menambahkan, pihaknya juga mendorong adanya revisi Perpres 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak untuk bisa dilaksanakan. Sebab menurutnya dengan demikian maka penyaluran BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran.



&quot;Kemudian, kita juga mendorong adanya tetap dilakukannya revisi perpres 191 supaya bisa dilaksanakan dan ini akan membuat kondisi yang lebih tepat sasaran untuk bbm yang bersubsidi,&quot; tukasnya.



Sebagaimana diketahui, PT Pertamina kembali menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi per 1 Oktober 2023 laly.



Kenaikan harga BBM Pertamina ini berlaku untuk jenis Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite serta Pertamina Dex.



Baca Selengkapnya: Pengguna Pertamax Migrasi ke Pertalite Gegara Harga Beda Rp4.000, ESDM: Janganlah!


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMC8xLzE2ODUzMi81L3g4bXZxeTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengantisipasi migrasi pengguna Pertamax ke BBM Subsidi yakni Pertalite. Seperti diketahui, selisih harga jual Pertamax dengan Pertalite sekira Rp4 ribu per liter.

Di mana harga Pertamax dijual Rp14.000 dan Pertalite Rp10.000.

BACA JUGA:
Perang Israel-Hamas, Harga BBM Non Subsidi Naik?

&quot;Pertama, kita harus tetap menyatakan bahwa BBM Subsidi itu untuk rakyat yang memerlukan. Kita imbau bahwa Pertalite itu untuk masyarakat yang memerlukan dan memenuhi syarat atau eligible,&quot; Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, Selasa, 17 Oktober 2023.

Oleh sebab itu, Tutuka meminta masyarakat yang mampu untuk tidak ikut menggunakan BBM Subsidi karena itu bukan peruntukkannya.

BACA JUGA:
Daftar Lengkap Harga BBM per 16 Oktober 2023&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Jadi kalau yang berada itu janganlah menggunakan BBM subsidi karena itu bukan peruntukkannya,&quot; urainya.
Tutukan menambahkan, pihaknya juga mendorong adanya revisi Perpres 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak untuk bisa dilaksanakan. Sebab menurutnya dengan demikian maka penyaluran BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran.



&quot;Kemudian, kita juga mendorong adanya tetap dilakukannya revisi perpres 191 supaya bisa dilaksanakan dan ini akan membuat kondisi yang lebih tepat sasaran untuk bbm yang bersubsidi,&quot; tukasnya.



Sebagaimana diketahui, PT Pertamina kembali menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi per 1 Oktober 2023 laly.



Kenaikan harga BBM Pertamina ini berlaku untuk jenis Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite serta Pertamina Dex.



Baca Selengkapnya: Pengguna Pertamax Migrasi ke Pertalite Gegara Harga Beda Rp4.000, ESDM: Janganlah!


</content:encoded></item></channel></rss>
