<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>140 Importir Kantongi Izin Impor Bawang Putih, Plt Mentan: Tak Ada Permainan</title><description>Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi membuka nama-nama importir bawang putih yang sudah mendapat izin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903355/140-importir-kantongi-izin-impor-bawang-putih-plt-mentan-tak-ada-permainan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903355/140-importir-kantongi-izin-impor-bawang-putih-plt-mentan-tak-ada-permainan"/><item><title>140 Importir Kantongi Izin Impor Bawang Putih, Plt Mentan: Tak Ada Permainan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903355/140-importir-kantongi-izin-impor-bawang-putih-plt-mentan-tak-ada-permainan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903355/140-importir-kantongi-izin-impor-bawang-putih-plt-mentan-tak-ada-permainan</guid><pubDate>Rabu 18 Oktober 2023 09:11 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/18/320/2903355/140-importir-kantongi-izin-impor-bawang-putih-plt-mentan-tak-ada-permainan-iIUPBLy9dD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor bawang putih (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/18/320/2903355/140-importir-kantongi-izin-impor-bawang-putih-plt-mentan-tak-ada-permainan-iIUPBLy9dD.jpg</image><title>Impor bawang putih (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi membuka nama-nama importir bawang putih yang sudah mendapat Rekomendasi Izin Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, jumlah importir yang masuk daftar tahun ini mencapai 140.
&quot;Saya akan buka transparan siapa saja importirnya dari 140 yang ada. Langkah ini diperlukan karena kemarin ada suara yang mengatakan hanya satu dua importir saja yang mendapat RIPH. Jadi orang itu suka membuat opini sendiri. Nah kita ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa di Kementan tidak ada permainan seperti itu,&quot; ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/10/2023).

BACA JUGA:
Ada Dugaan Maladministrasi Izin Impor Bawang Putih di Kemendag

Arief mengatakan, dari 140 perusahaan itu beberapa di antaranya ada yang diminta untuk melakukan wajib tanam sebagai komitmen bersama dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Tak lupa, Arief juga akan memberi apresiasi kepada para importir yang melakukan wajib tanam lebih dari 3 kali.
&quot;Mereka yang lebih dari tiga kali wajib tanam akan mendapat reward berupa mendapatkan lebih banyak RIPH. Iya dong supaya lebih fair,&quot; katanya.

BACA JUGA:
RI Bakal Impor Bawang Putih Sebanyak 1,1 Ton

Arief mengatakan yang diperlukan saat ini adalah melakukan pembatasan importasi di Kementerian Perdagangan supaya tidak terjadi overstock sehingga antara kebutuhan dan stok sama-sama mencukupi. Sebagai informasi, kebutuhan bawang putih secara nasional rata-rata mencapai 620 ribu ton per tahun.&quot;Kementerian Pertanian tidak akan mengeluarkan rekomendasi dari  650.000 Ton setelah ini. Yang pasti kita kerjakan apapun yang bisa  menjadikan harga sampai dengan ke konsumen lebih baik,&quot; katanya.
Arief berharap Ombudsman RI terus melakukan pengawasan terhadap kerja  kerja di Kementerian Pertanian agar tidak terjadi penyimpanan di  kemudian hari. Dia berharap, Kementerian di bawah pimpinannya mampu  bekerja cepat, optimal dan memiliki koordinasi yang baik dengan para  pihak.
&quot;Setelah ini saya ingin pak YK secara obyektif menilai kementerian  pertanian dan bantu awasi kalau ada yang tidak beres beres. Satu  penyimpangan itu jangan dibiarkan. Nanti setelah ketangkep baru kasih  tahu kita. Jadi yang salah salah nanti mohon diberi tahu,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi membuka nama-nama importir bawang putih yang sudah mendapat Rekomendasi Izin Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, jumlah importir yang masuk daftar tahun ini mencapai 140.
&quot;Saya akan buka transparan siapa saja importirnya dari 140 yang ada. Langkah ini diperlukan karena kemarin ada suara yang mengatakan hanya satu dua importir saja yang mendapat RIPH. Jadi orang itu suka membuat opini sendiri. Nah kita ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa di Kementan tidak ada permainan seperti itu,&quot; ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/10/2023).

BACA JUGA:
Ada Dugaan Maladministrasi Izin Impor Bawang Putih di Kemendag

Arief mengatakan, dari 140 perusahaan itu beberapa di antaranya ada yang diminta untuk melakukan wajib tanam sebagai komitmen bersama dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Tak lupa, Arief juga akan memberi apresiasi kepada para importir yang melakukan wajib tanam lebih dari 3 kali.
&quot;Mereka yang lebih dari tiga kali wajib tanam akan mendapat reward berupa mendapatkan lebih banyak RIPH. Iya dong supaya lebih fair,&quot; katanya.

BACA JUGA:
RI Bakal Impor Bawang Putih Sebanyak 1,1 Ton

Arief mengatakan yang diperlukan saat ini adalah melakukan pembatasan importasi di Kementerian Perdagangan supaya tidak terjadi overstock sehingga antara kebutuhan dan stok sama-sama mencukupi. Sebagai informasi, kebutuhan bawang putih secara nasional rata-rata mencapai 620 ribu ton per tahun.&quot;Kementerian Pertanian tidak akan mengeluarkan rekomendasi dari  650.000 Ton setelah ini. Yang pasti kita kerjakan apapun yang bisa  menjadikan harga sampai dengan ke konsumen lebih baik,&quot; katanya.
Arief berharap Ombudsman RI terus melakukan pengawasan terhadap kerja  kerja di Kementerian Pertanian agar tidak terjadi penyimpanan di  kemudian hari. Dia berharap, Kementerian di bawah pimpinannya mampu  bekerja cepat, optimal dan memiliki koordinasi yang baik dengan para  pihak.
&quot;Setelah ini saya ingin pak YK secara obyektif menilai kementerian  pertanian dan bantu awasi kalau ada yang tidak beres beres. Satu  penyimpangan itu jangan dibiarkan. Nanti setelah ketangkep baru kasih  tahu kita. Jadi yang salah salah nanti mohon diberi tahu,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
