<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Kabar Terbaru soal Evakuasi KA Argo Semeru yang Anjlok</title><description>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta mengatakan proses evakuasi kereta anjlok masih terus dilakukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903397/ini-kabar-terbaru-soal-evakuasi-ka-argo-semeru-yang-anjlok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903397/ini-kabar-terbaru-soal-evakuasi-ka-argo-semeru-yang-anjlok"/><item><title>Ini Kabar Terbaru soal Evakuasi KA Argo Semeru yang Anjlok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903397/ini-kabar-terbaru-soal-evakuasi-ka-argo-semeru-yang-anjlok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903397/ini-kabar-terbaru-soal-evakuasi-ka-argo-semeru-yang-anjlok</guid><pubDate>Rabu 18 Oktober 2023 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/18/320/2903397/ini-kabar-terbaru-soal-evakuasi-ka-argo-semeru-yang-anjlok-TR8ExnRGF9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KA Argo Semeru dan KA Argo Wilis anjlok (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/18/320/2903397/ini-kabar-terbaru-soal-evakuasi-ka-argo-semeru-yang-anjlok-TR8ExnRGF9.jpg</image><title>KA Argo Semeru dan KA Argo Wilis anjlok (Foto: Twitter)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy8xLzE3MjM0Mi81L3g4b3dkdTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta mengatakan proses evakuasi kereta anjlok masih terus dilakukan. KAI melakukan evakuasi terhadap sarana kereta api yang terdampak peristiwa anjloknya KA 17 Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng - Gambir di KM 520 + 4 petak jalan antara Stasiun Sentolo - Stasiun Wates pada Selasa (17/10) pukul 13.15 WIB.

BACA JUGA:
KA Semeru Anjlok, Jalur Kereta Api Yogyakarta Belum Bisa Dilalui hingga Kini


Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro mengatakan bahwa hingga Rabu (18/10) puluhan petugas masih terus berupaya untuk mengevakuasi kereta yang tersisa agar jalur KA dapat segera beroperasi kembali.
&quot;Hingga pukul 05.00 WIB, kereta yang masih berada di jalur KA dan menunggu dievakuasi adalah sejumlah 6 kereta dengan rincian 2 kereta rangkaian Argo Wilis dan 4 rangkaian Argo Semeru,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu.

BACA JUGA:
 10 Kereta Alami Keterlambatan Kedatangan di Surabaya dan Malang Imbas Kecelakaan KA di Yogyakarta


Krisbiyantoro mengatakan bahwa upaya evakuasi dilakukan di antaranya dengan mengangkat kereta ke jalur KA menggunakan alat berat hingga memperbaiki jalur agar kereta dapat ditarik.
Saat ini tim evakuasi masih berusaha untuk mengangkat kereta yang anjlok mengenai rangkaian Argo Wilis.
Sementara itu sejumlah KA keberangkatan awal Daop 6 dilakukan  rekayasa memutar jalur atau batal sebagian perjalanannya di antaranya  Argo Dwipangga, Taksaka, Senja Utama Solo, Senja Utama Yk, Lodaya,  Sancaka, Bengawan, Manahan, Gajahwong, Jaka Tingkir, dan lain-lain.
Berdasarkan pemantauan Daop 6, pembatalan tiket KA banyak dilakukan  penumpang di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Solo Jebres yang merupakan  stasiun persimpangan.
KAI Daop 6 Yogyakarta memohon maaf karena jalur KA belum dapat  beroperasi normal. Daop 6 memohon doa kepada masyarakat agar jalur KA  dapat segera dinormalisasi sehingga lalu lintas KA dapat pulih kembali.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy8xLzE3MjM0Mi81L3g4b3dkdTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta mengatakan proses evakuasi kereta anjlok masih terus dilakukan. KAI melakukan evakuasi terhadap sarana kereta api yang terdampak peristiwa anjloknya KA 17 Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng - Gambir di KM 520 + 4 petak jalan antara Stasiun Sentolo - Stasiun Wates pada Selasa (17/10) pukul 13.15 WIB.

BACA JUGA:
KA Semeru Anjlok, Jalur Kereta Api Yogyakarta Belum Bisa Dilalui hingga Kini


Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro mengatakan bahwa hingga Rabu (18/10) puluhan petugas masih terus berupaya untuk mengevakuasi kereta yang tersisa agar jalur KA dapat segera beroperasi kembali.
&quot;Hingga pukul 05.00 WIB, kereta yang masih berada di jalur KA dan menunggu dievakuasi adalah sejumlah 6 kereta dengan rincian 2 kereta rangkaian Argo Wilis dan 4 rangkaian Argo Semeru,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu.

BACA JUGA:
 10 Kereta Alami Keterlambatan Kedatangan di Surabaya dan Malang Imbas Kecelakaan KA di Yogyakarta


Krisbiyantoro mengatakan bahwa upaya evakuasi dilakukan di antaranya dengan mengangkat kereta ke jalur KA menggunakan alat berat hingga memperbaiki jalur agar kereta dapat ditarik.
Saat ini tim evakuasi masih berusaha untuk mengangkat kereta yang anjlok mengenai rangkaian Argo Wilis.
Sementara itu sejumlah KA keberangkatan awal Daop 6 dilakukan  rekayasa memutar jalur atau batal sebagian perjalanannya di antaranya  Argo Dwipangga, Taksaka, Senja Utama Solo, Senja Utama Yk, Lodaya,  Sancaka, Bengawan, Manahan, Gajahwong, Jaka Tingkir, dan lain-lain.
Berdasarkan pemantauan Daop 6, pembatalan tiket KA banyak dilakukan  penumpang di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Solo Jebres yang merupakan  stasiun persimpangan.
KAI Daop 6 Yogyakarta memohon maaf karena jalur KA belum dapat  beroperasi normal. Daop 6 memohon doa kepada masyarakat agar jalur KA  dapat segera dinormalisasi sehingga lalu lintas KA dapat pulih kembali.</content:encoded></item></channel></rss>
