<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kereta Cepat Whoosh Beroperasi, Argo Parahyangan Jadi KA Wisata?</title><description>Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mengkaji statis KA Argo Parahyangan menjadi KA Wisata</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903414/kereta-cepat-whoosh-beroperasi-argo-parahyangan-jadi-ka-wisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903414/kereta-cepat-whoosh-beroperasi-argo-parahyangan-jadi-ka-wisata"/><item><title>Kereta Cepat Whoosh Beroperasi, Argo Parahyangan Jadi KA Wisata?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903414/kereta-cepat-whoosh-beroperasi-argo-parahyangan-jadi-ka-wisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/18/320/2903414/kereta-cepat-whoosh-beroperasi-argo-parahyangan-jadi-ka-wisata</guid><pubDate>Rabu 18 Oktober 2023 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/18/320/2903414/kereta-cepat-whoosh-beroperasi-argo-parahyangan-jadi-ka-wisata-xo3uAj7HA1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KA Argo Parahyangan dikaji menjadi KA Wisata (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/18/320/2903414/kereta-cepat-whoosh-beroperasi-argo-parahyangan-jadi-ka-wisata-xo3uAj7HA1.jpg</image><title>KA Argo Parahyangan dikaji menjadi KA Wisata (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mengkaji statis KA Argo Parahyangan menjadi KA Wisata. Hal ini seiring dengan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Mulai hari ini, Kereta Cepat Whoosh sudah mulai beroperasi dengan tarif yang tidak jauh berbeda dengan tarif KA Argo Parahyangan. Bahkan tarif Kereta Cepat Whoosh saat ini diberikan tarif promo sebesar Rp150.000.

BACA JUGA:
Harga Tiket First Class Kereta Cepat Whoosh Rp600.000, KCIC Bidik Para Bos

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati mengatakan bahwa kajian KA Argo Parahyangan dijadikan KA Wisata ditujukan agar ada segmentasi antara kereta cepat dan kereta wisata.
&quot;Ya itu salah satu kajian kita sih, supaya nantinya betul betul segmentasi terbagi. Jadi tidak saling bersaing. Tapi itu masih dalam pembicaraan. Tapi KAI juga harus punya rencana juga,&quot; katanya di Stasiun Halim, dikutip Rabu (18/10/2023).

BACA JUGA:
Tak Ada Wifi di Kereta Cepat Whoosh, Ini Alasannya

Di mana bagi masyarakat yang ingin mengutamakan waktu tempuh yang singkat maka bisa menggunakan kereta cepat Whoosh, sedangkan bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan bisa menggunakan KA Argo Parahyangan.
&quot;Mungkin di Parahyangan lebih menikmati perjalanan yang bisa lihat pemandangan, waktunya lebih santai, kita lihat kemungkinan segmennya kan beda, sementara kereta cepat, pasti butuh kecepatan,&quot; katanya.Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI  Didiek Hartantyo memastikan bahwa layanan KA Argo Parahyangan akan  tetap beroperasi.
Pasalnya kata Didiek, layanan KA Argo Parahyangan merupakan kereta  yang sudah melegenda dan sudah melekat dengan masyarakat Jawa Barat.
&quot;Argo Parahyangan kan legend ya sudah jadi milik masyarakat Jawa  Barat. Kita harus jaga kelangsungan layanannya,&quot; katanya usai melakukan  kegiatan Joyride Kereta Suite Class Kompartemen di Stasiun Gambir.
Didiek mengatakan bahwa dengan telah beroperasinya KA cepat Whoosh  ini mengharuskan pelayanan KA Argo Parahyangan selaras dengan dan  berkesinambungan dengan kereta cepat.
Oleh karenanya, pihaknya kini tengah mencari Formula yang pas agar  layanan KA Argo Parahyangan bisa mendapatkan tempat di hati masyarakat.  Mulai dari pemberhentian kereta hingga fasilitasnya.
&quot;Kita sedang memikirkan bagaimana ini harus ada keharmonisasn. Yang tujuannya terbaik buat semua,&quot; katanya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mengkaji statis KA Argo Parahyangan menjadi KA Wisata. Hal ini seiring dengan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Mulai hari ini, Kereta Cepat Whoosh sudah mulai beroperasi dengan tarif yang tidak jauh berbeda dengan tarif KA Argo Parahyangan. Bahkan tarif Kereta Cepat Whoosh saat ini diberikan tarif promo sebesar Rp150.000.

BACA JUGA:
Harga Tiket First Class Kereta Cepat Whoosh Rp600.000, KCIC Bidik Para Bos

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati mengatakan bahwa kajian KA Argo Parahyangan dijadikan KA Wisata ditujukan agar ada segmentasi antara kereta cepat dan kereta wisata.
&quot;Ya itu salah satu kajian kita sih, supaya nantinya betul betul segmentasi terbagi. Jadi tidak saling bersaing. Tapi itu masih dalam pembicaraan. Tapi KAI juga harus punya rencana juga,&quot; katanya di Stasiun Halim, dikutip Rabu (18/10/2023).

BACA JUGA:
Tak Ada Wifi di Kereta Cepat Whoosh, Ini Alasannya

Di mana bagi masyarakat yang ingin mengutamakan waktu tempuh yang singkat maka bisa menggunakan kereta cepat Whoosh, sedangkan bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan bisa menggunakan KA Argo Parahyangan.
&quot;Mungkin di Parahyangan lebih menikmati perjalanan yang bisa lihat pemandangan, waktunya lebih santai, kita lihat kemungkinan segmennya kan beda, sementara kereta cepat, pasti butuh kecepatan,&quot; katanya.Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI  Didiek Hartantyo memastikan bahwa layanan KA Argo Parahyangan akan  tetap beroperasi.
Pasalnya kata Didiek, layanan KA Argo Parahyangan merupakan kereta  yang sudah melegenda dan sudah melekat dengan masyarakat Jawa Barat.
&quot;Argo Parahyangan kan legend ya sudah jadi milik masyarakat Jawa  Barat. Kita harus jaga kelangsungan layanannya,&quot; katanya usai melakukan  kegiatan Joyride Kereta Suite Class Kompartemen di Stasiun Gambir.
Didiek mengatakan bahwa dengan telah beroperasinya KA cepat Whoosh  ini mengharuskan pelayanan KA Argo Parahyangan selaras dengan dan  berkesinambungan dengan kereta cepat.
Oleh karenanya, pihaknya kini tengah mencari Formula yang pas agar  layanan KA Argo Parahyangan bisa mendapatkan tempat di hati masyarakat.  Mulai dari pemberhentian kereta hingga fasilitasnya.
&quot;Kita sedang memikirkan bagaimana ini harus ada keharmonisasn. Yang tujuannya terbaik buat semua,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
