<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Juru Bayar Pos Indonesia Tak Kenal Menyerah Distribusikan Bansos dan PKH ke Pedalaman Sulsel</title><description>PT Pos Indonesia (Persero) melanjutkan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah 3T</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/11/2904222/juru-bayar-pos-indonesia-tak-kenal-menyerah-distribusikan-bansos-dan-pkh-ke-pedalaman-sulsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/11/2904222/juru-bayar-pos-indonesia-tak-kenal-menyerah-distribusikan-bansos-dan-pkh-ke-pedalaman-sulsel"/><item><title>Juru Bayar Pos Indonesia Tak Kenal Menyerah Distribusikan Bansos dan PKH ke Pedalaman Sulsel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/11/2904222/juru-bayar-pos-indonesia-tak-kenal-menyerah-distribusikan-bansos-dan-pkh-ke-pedalaman-sulsel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/11/2904222/juru-bayar-pos-indonesia-tak-kenal-menyerah-distribusikan-bansos-dan-pkh-ke-pedalaman-sulsel</guid><pubDate>Kamis 19 Oktober 2023 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/19/11/2904222/juru-bayar-pos-indonesia-tak-kenal-menyerah-distribusikan-bansos-dan-pkh-ke-pedalaman-sulsel-wFOk3fck5a.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/19/11/2904222/juru-bayar-pos-indonesia-tak-kenal-menyerah-distribusikan-bansos-dan-pkh-ke-pedalaman-sulsel-wFOk3fck5a.jpg</image><title></title></images><description>Sulawesi Selatan-PT Pos Indonesia (Persero) melanjutkan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah  3T (terdepan, tertinggal, terluar), yaitu di Dusun Rammang-rammang, Kabupaten  Maros, Sulawesi Selatan.
Penyaluran bansos sembako dan PKH di Dusun Rammang-rammang menjadi salah  satu bukti komitmen Pos Indonesia dalam menjangkau serta melayani masyarakat  hingga ke wilayah 3T, terutama dalam hal layanan fund distribution. Dalam  penyaluran bantuan tersebut Pos Indonesia menerapkan metode door to door (mengantarkan langsung ke rumah penerima).
&quot;Saat ini, kami sedang berada di wilayah Rammang-rammang, di mana wilayah  Rammang-rammang ini masuk wilayah Kabupaten Maros. Pada saat ini, kami  langsung melakukan pendistribusian bantuan sosial sembako ke rumah keluarga  penerima manfaat,&quot; kata Executive Vice President Regional VI PT Pos Indonesia  (Persero), Ronald Siahaan.

BACA JUGA:
Inovasi dan Teknologi Digital Jadi Kunci Sukses Pos Indonesia Salurkan Bansos Sembako dan PKH di Bali

Ronald tak memungkiri sejumlah tantangan dihadapi oleh petugas juru bayar saat  melakukan penyaluran bansos sembako dan PKH di Rammang-rammang. Untuk mencapai daerah yang dikenal dengan karst ini, pihak Pos Indonesia harus  melewati kawa dengan kondisi sungai yang cukup sulit dilewati.
Ronald menyebutkan tantangan tersebut bisa diatasi berkat semangat dan kerja  sama tim, sehingga bantuan bisa tersalurkan dengan baik ke masyarakat.
&quot;Kami harus menghadapi kondisi alam yang harus melalui sungai dan pada saat  kondisi sungai sedang pasang, maka kita akan terkendala untuk menuju lokasi  atau tempat tinggal KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Tetapi, ketika kondisi air  sungai juga surut ini juga menjadi kendala, karena kapal yang akan membawa kita  ke domisili KPM tersebut tidak bisa melintas, sehingga kondisi alam tersebut  sangat mengganggu kita untuk melakukan pendistribusian. Namun, alhamdulillah,  semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar,&quot; lanjutnya.
Saat membagikan bantuan, Pos Indonesia menggunakan aplikasi Pos Giro Cash  untuk melakukan validasi dan mengumpulkan data KPM. Menariknya, aplikasi  tersebut dilengkapi dengan teknologi mode offline.
Mode offline disediakan untuk mengantisipasi kendala sinyal saat melakukan  pengumpulan data di rumah KPM. Khususnya lokasi-lokasi yang masuk kategori  daerah 3T seperti Dusun Rammang-rammang.
&quot;Di aplikasi kita sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi-kondisi tersebut.  Di mana pada saat kita masuk di daerah-daerah offline tersebut, memang nanti  kita akan melakukan pendokumentasian secara offline seluruhnya. Kemudian, ketika nanti kita masuk di wilayah yang sudah ada jaringannya, secara otomatis  data yang sudah kita record offline di aplikasi tersebut, secara otomatis akan naik  ke sistem sehingga bisa dimonitor,&quot; tuturnya.
Perjuangan Juru Bayar Kantorpos Salurkan Bansos
Berjibaku di lapangan dirasakan oleh juru bayar Kantorpos KCM Maros, Fajriah  Mas'ud, saat melakukan penyaluran bansos di Dusun Rammang-rammang. Ia  bercerita harus naik perahu dan menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk  menuju wilayah tersebut.
&quot;Kalau dari kantor, kami naik transportasi darat dulu sekitar 15-20 menit. Setelah  itu, kami menyeberang naik perahu dan perjalanannya sekitar setengah jam,&quot; kata  Fajriah.
Selain itu, kondisi laut yang tak menentu juga harus dihadapinya ketika hendak  melakukan perjalanan menyeberang ke wilayah tersebut. Walau begitu, hal itu tak  menyurutkan semangat Fajriah menjalankan tugasnya.
Bahkan, Fajriah sudah menghadapi situasi tersebut selama dua tahun menjalankan  amanah menjadi juru bayar Kantorpos. Ia juga bangga menjalankan tugas karena  bisa bermanfaat untuk warga.
&quot;Senang dan bangga juga jadi insan PT Pos Indonesia, bisa bantu warga juga, bisa  kenalan juga dengan teman-teman, banyak teman juga. Jadi kalau ada apa-apa  saya bisa berkomunikasi dengan teman-teman,&quot; tutur Fajriah.
Lebih lanjut Fajriah menjelaskan dalam sehari mampu menyalurkan bantuan  kepada 10 hingga 20 KPM. Setiap KPM akan diminta menunjukkan surat undangan  dan identitas diri sebelum menerima bantuan.
&quot;Kami juga akan mengkonfirmasi KPM dengan meminta menunjukkan KTP atau KK.  Kemudian, KTP dan KK tersebut kami cocokkan sebelum dimulai pembayaran,&quot;  tuturnya.
Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan  Turikale, Nursanti juga menjelaskan peran pemerintah dalam mendukung  penyaluran bansos tersebut agar berjalan lancar. Selaku TKSK, Nursanti biasanya  melakukan koordinasi dengan PT Pos Indonesia mengenai data-data KPM yang  belum menerima bantuan.
&quot;Alur penyaluran yang biasa saya lakukan, koordinasi dengan kepala PT Pos. PT  Pos menyampaikan BNBA sekaligus dengan jadwalnya,&quot; kata Nursanti.
Kemudian, TKSK memberikan informasi terkait penjadwalan penyaluran bansos  metode door to door yang dilakukan Pos Indonesia kepada camat dan lurah.  Selanjutnya informasi tersebut disampaikan ke RT/RW. Jika waktu yang tidak
terlalu mepet, TKSK juga akan turun menyampaikan ke warga sekaligus  membawakan undangan dan juga melakukan geotagging.
Salah satu KPM, Marta merasakan manfaat dari metode penyaluran door to door  ini. Ia senang karena bantuan sebesar Rp600 ribu bisa diantar ke rumahnya.
&quot;Saya senang bantuan ini diantar oleh petugas. Karena dulunya saya harus mesti  keluar jauh lagi mengambil bantuan. Kalau sekarang, Alhamdulillah, bantuannya  diantar langsung ke rumah oleh petugas. Jadi saya tidak lagi perlu mengeluarkan  biaya untuk keluar mengambil bantuan,&quot; kata Marta.
Marta mengaku bantuan ini bermanfaat untuk membeli keperluan sehari-hari.  &quot;Uang ini untuk saya gunakan membeli keperluan di dapur, makanan, dan lain lainnya,&quot; tuturnya.
Atas bantuan yang telah diterima secara door to door dan utuh tanpa potongan  sepeser pun, Marta mengucapkan terima kasih.
&quot;Terima kasih kepada Bapak Presiden, pemerintah, dan Pos Indonesia yang telah  mengantarkan bantuannya. Semoga berkah,&quot; ucap Marta.
</description><content:encoded>Sulawesi Selatan-PT Pos Indonesia (Persero) melanjutkan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah  3T (terdepan, tertinggal, terluar), yaitu di Dusun Rammang-rammang, Kabupaten  Maros, Sulawesi Selatan.
Penyaluran bansos sembako dan PKH di Dusun Rammang-rammang menjadi salah  satu bukti komitmen Pos Indonesia dalam menjangkau serta melayani masyarakat  hingga ke wilayah 3T, terutama dalam hal layanan fund distribution. Dalam  penyaluran bantuan tersebut Pos Indonesia menerapkan metode door to door (mengantarkan langsung ke rumah penerima).
&quot;Saat ini, kami sedang berada di wilayah Rammang-rammang, di mana wilayah  Rammang-rammang ini masuk wilayah Kabupaten Maros. Pada saat ini, kami  langsung melakukan pendistribusian bantuan sosial sembako ke rumah keluarga  penerima manfaat,&quot; kata Executive Vice President Regional VI PT Pos Indonesia  (Persero), Ronald Siahaan.

BACA JUGA:
Inovasi dan Teknologi Digital Jadi Kunci Sukses Pos Indonesia Salurkan Bansos Sembako dan PKH di Bali

Ronald tak memungkiri sejumlah tantangan dihadapi oleh petugas juru bayar saat  melakukan penyaluran bansos sembako dan PKH di Rammang-rammang. Untuk mencapai daerah yang dikenal dengan karst ini, pihak Pos Indonesia harus  melewati kawa dengan kondisi sungai yang cukup sulit dilewati.
Ronald menyebutkan tantangan tersebut bisa diatasi berkat semangat dan kerja  sama tim, sehingga bantuan bisa tersalurkan dengan baik ke masyarakat.
&quot;Kami harus menghadapi kondisi alam yang harus melalui sungai dan pada saat  kondisi sungai sedang pasang, maka kita akan terkendala untuk menuju lokasi  atau tempat tinggal KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Tetapi, ketika kondisi air  sungai juga surut ini juga menjadi kendala, karena kapal yang akan membawa kita  ke domisili KPM tersebut tidak bisa melintas, sehingga kondisi alam tersebut  sangat mengganggu kita untuk melakukan pendistribusian. Namun, alhamdulillah,  semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar,&quot; lanjutnya.
Saat membagikan bantuan, Pos Indonesia menggunakan aplikasi Pos Giro Cash  untuk melakukan validasi dan mengumpulkan data KPM. Menariknya, aplikasi  tersebut dilengkapi dengan teknologi mode offline.
Mode offline disediakan untuk mengantisipasi kendala sinyal saat melakukan  pengumpulan data di rumah KPM. Khususnya lokasi-lokasi yang masuk kategori  daerah 3T seperti Dusun Rammang-rammang.
&quot;Di aplikasi kita sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi-kondisi tersebut.  Di mana pada saat kita masuk di daerah-daerah offline tersebut, memang nanti  kita akan melakukan pendokumentasian secara offline seluruhnya. Kemudian, ketika nanti kita masuk di wilayah yang sudah ada jaringannya, secara otomatis  data yang sudah kita record offline di aplikasi tersebut, secara otomatis akan naik  ke sistem sehingga bisa dimonitor,&quot; tuturnya.
Perjuangan Juru Bayar Kantorpos Salurkan Bansos
Berjibaku di lapangan dirasakan oleh juru bayar Kantorpos KCM Maros, Fajriah  Mas'ud, saat melakukan penyaluran bansos di Dusun Rammang-rammang. Ia  bercerita harus naik perahu dan menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk  menuju wilayah tersebut.
&quot;Kalau dari kantor, kami naik transportasi darat dulu sekitar 15-20 menit. Setelah  itu, kami menyeberang naik perahu dan perjalanannya sekitar setengah jam,&quot; kata  Fajriah.
Selain itu, kondisi laut yang tak menentu juga harus dihadapinya ketika hendak  melakukan perjalanan menyeberang ke wilayah tersebut. Walau begitu, hal itu tak  menyurutkan semangat Fajriah menjalankan tugasnya.
Bahkan, Fajriah sudah menghadapi situasi tersebut selama dua tahun menjalankan  amanah menjadi juru bayar Kantorpos. Ia juga bangga menjalankan tugas karena  bisa bermanfaat untuk warga.
&quot;Senang dan bangga juga jadi insan PT Pos Indonesia, bisa bantu warga juga, bisa  kenalan juga dengan teman-teman, banyak teman juga. Jadi kalau ada apa-apa  saya bisa berkomunikasi dengan teman-teman,&quot; tutur Fajriah.
Lebih lanjut Fajriah menjelaskan dalam sehari mampu menyalurkan bantuan  kepada 10 hingga 20 KPM. Setiap KPM akan diminta menunjukkan surat undangan  dan identitas diri sebelum menerima bantuan.
&quot;Kami juga akan mengkonfirmasi KPM dengan meminta menunjukkan KTP atau KK.  Kemudian, KTP dan KK tersebut kami cocokkan sebelum dimulai pembayaran,&quot;  tuturnya.
Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan  Turikale, Nursanti juga menjelaskan peran pemerintah dalam mendukung  penyaluran bansos tersebut agar berjalan lancar. Selaku TKSK, Nursanti biasanya  melakukan koordinasi dengan PT Pos Indonesia mengenai data-data KPM yang  belum menerima bantuan.
&quot;Alur penyaluran yang biasa saya lakukan, koordinasi dengan kepala PT Pos. PT  Pos menyampaikan BNBA sekaligus dengan jadwalnya,&quot; kata Nursanti.
Kemudian, TKSK memberikan informasi terkait penjadwalan penyaluran bansos  metode door to door yang dilakukan Pos Indonesia kepada camat dan lurah.  Selanjutnya informasi tersebut disampaikan ke RT/RW. Jika waktu yang tidak
terlalu mepet, TKSK juga akan turun menyampaikan ke warga sekaligus  membawakan undangan dan juga melakukan geotagging.
Salah satu KPM, Marta merasakan manfaat dari metode penyaluran door to door  ini. Ia senang karena bantuan sebesar Rp600 ribu bisa diantar ke rumahnya.
&quot;Saya senang bantuan ini diantar oleh petugas. Karena dulunya saya harus mesti  keluar jauh lagi mengambil bantuan. Kalau sekarang, Alhamdulillah, bantuannya  diantar langsung ke rumah oleh petugas. Jadi saya tidak lagi perlu mengeluarkan  biaya untuk keluar mengambil bantuan,&quot; kata Marta.
Marta mengaku bantuan ini bermanfaat untuk membeli keperluan sehari-hari.  &quot;Uang ini untuk saya gunakan membeli keperluan di dapur, makanan, dan lain lainnya,&quot; tuturnya.
Atas bantuan yang telah diterima secara door to door dan utuh tanpa potongan  sepeser pun, Marta mengucapkan terima kasih.
&quot;Terima kasih kepada Bapak Presiden, pemerintah, dan Pos Indonesia yang telah  mengantarkan bantuannya. Semoga berkah,&quot; ucap Marta.
</content:encoded></item></channel></rss>
