<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Ini Keuntungan Indonesia di Belt And Road Initiative Garapan China</title><description>Kerja sama Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas China, dapat membantu pengembangan ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904156/ternyata-ini-keuntungan-indonesia-di-belt-and-road-initiative-garapan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904156/ternyata-ini-keuntungan-indonesia-di-belt-and-road-initiative-garapan-china"/><item><title>Ternyata Ini Keuntungan Indonesia di Belt And Road Initiative Garapan China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904156/ternyata-ini-keuntungan-indonesia-di-belt-and-road-initiative-garapan-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904156/ternyata-ini-keuntungan-indonesia-di-belt-and-road-initiative-garapan-china</guid><pubDate>Kamis 19 Oktober 2023 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/19/320/2904156/ternyata-ini-keuntungan-indonesia-di-belt-and-road-initiative-garapan-china-2KStbMVQjT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga Hartarto soal kerja sama RI-China. (Foto: Kemenko)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/19/320/2904156/ternyata-ini-keuntungan-indonesia-di-belt-and-road-initiative-garapan-china-2KStbMVQjT.jpg</image><title>Menko Airlangga Hartarto soal kerja sama RI-China. (Foto: Kemenko)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas China, dapat membantu pengembangan ekonomi Indonesia.



&amp;ldquo;Kerja sama ini diperlukan oleh Indonesia, terutama terkait dengan pengembangan industri, pengembangan teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia,&amp;rdquo; kata Airlangga dikutip Antara, Kamis (19/10/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Indonesia Jadi Negara Maju, Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup


Airlangga menjelaskan investasi China di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

Investasi tersebut telah mendorong pengembangan industri dan kawasan ekonomi khusus di Tanah Air.

Menurutnya, investasi China di Indonesia pada semester I 2023 ini telah melampaui USD3,8 miliar.

Hal tersebut yang membuat dia meyakini kerja sama BRI ini akan terus mendorong pengembangan-pengembangan industri maupun kawasan ekonomi, khususnya di wilayah Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi, dan Bali.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

24 Oktober Diperingati sebagai Hari Ekonomi Kreatif Nasional


Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Forum Bisnis Indonesia - China telah menghasilkan kesepakatan kerja sama senilai Rp204 triliun.

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain infrastruktur, energi, manufaktur, serta pariwisata.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Pranowo Ajak Anak Muda untuk Kreatif dan Produktif dalam Perkembangan Ekonomi

Erick menambahkan masih ada potensi kerja sama hingga Rp455 triliun dengan China.







&quot;Belt and Road Initiative Forum antara Indonesia dan China adalah forum yang positif. Pertumbuhan investasi dari China ke Indonesia jika ditilik dari tahun 2013, kurang lebih berada di angka 280 juta dolar AS, tetapi saat ini sudah mencapai angka USD8,6 miliar. Artinya ini signifikan,&quot; kata Erick.







Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang turut menghadiri dan memberikan sambutan pada pembukaan Belt and Road Forum (BRF) ke-3.



Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi perkembangan kerja sama Indonesia dan China terkait BRI.



Di tengah kondisi global yang tidak menentu ini, ia berharap agar kerja sama tersebut tidak dipolitisasi dan harus berlandaskan prinsip kemitraan yang setara dan saling menguntungkan.





&amp;ldquo;Penggunaan sistem pendanaan yang transparan, penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan produk dalam negeri merupakan aspek penting dalam keberlanjutan proyek BRI. Kerja sama ini harus dipastikan untuk jangka panjang, guna memperkokoh fondasi ekonomi negara mitra. Bukan justru mempersulit kondisi fiskalnya,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas China, dapat membantu pengembangan ekonomi Indonesia.



&amp;ldquo;Kerja sama ini diperlukan oleh Indonesia, terutama terkait dengan pengembangan industri, pengembangan teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia,&amp;rdquo; kata Airlangga dikutip Antara, Kamis (19/10/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Indonesia Jadi Negara Maju, Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup


Airlangga menjelaskan investasi China di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

Investasi tersebut telah mendorong pengembangan industri dan kawasan ekonomi khusus di Tanah Air.

Menurutnya, investasi China di Indonesia pada semester I 2023 ini telah melampaui USD3,8 miliar.

Hal tersebut yang membuat dia meyakini kerja sama BRI ini akan terus mendorong pengembangan-pengembangan industri maupun kawasan ekonomi, khususnya di wilayah Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi, dan Bali.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

24 Oktober Diperingati sebagai Hari Ekonomi Kreatif Nasional


Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Forum Bisnis Indonesia - China telah menghasilkan kesepakatan kerja sama senilai Rp204 triliun.

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain infrastruktur, energi, manufaktur, serta pariwisata.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar Pranowo Ajak Anak Muda untuk Kreatif dan Produktif dalam Perkembangan Ekonomi

Erick menambahkan masih ada potensi kerja sama hingga Rp455 triliun dengan China.







&quot;Belt and Road Initiative Forum antara Indonesia dan China adalah forum yang positif. Pertumbuhan investasi dari China ke Indonesia jika ditilik dari tahun 2013, kurang lebih berada di angka 280 juta dolar AS, tetapi saat ini sudah mencapai angka USD8,6 miliar. Artinya ini signifikan,&quot; kata Erick.







Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang turut menghadiri dan memberikan sambutan pada pembukaan Belt and Road Forum (BRF) ke-3.



Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi perkembangan kerja sama Indonesia dan China terkait BRI.



Di tengah kondisi global yang tidak menentu ini, ia berharap agar kerja sama tersebut tidak dipolitisasi dan harus berlandaskan prinsip kemitraan yang setara dan saling menguntungkan.





&amp;ldquo;Penggunaan sistem pendanaan yang transparan, penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan produk dalam negeri merupakan aspek penting dalam keberlanjutan proyek BRI. Kerja sama ini harus dipastikan untuk jangka panjang, guna memperkokoh fondasi ekonomi negara mitra. Bukan justru mempersulit kondisi fiskalnya,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
