<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Transaksi Digital Banking Tembus Rp15.148 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital mengalami peningkatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904368/bi-transaksi-digital-banking-tembus-rp15-148-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904368/bi-transaksi-digital-banking-tembus-rp15-148-triliun"/><item><title>BI: Transaksi Digital Banking Tembus Rp15.148 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904368/bi-transaksi-digital-banking-tembus-rp15-148-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904368/bi-transaksi-digital-banking-tembus-rp15-148-triliun</guid><pubDate>Kamis 19 Oktober 2023 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Gunawan Nurhakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/19/320/2904368/bi-transaksi-digital-banking-tembus-rp15-148-triliun-lEGuJcDi0C.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Transaksi keuangan digital alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/19/320/2904368/bi-transaksi-digital-banking-tembus-rp15-148-triliun-lEGuJcDi0C.jpeg</image><title>Transaksi keuangan digital alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital mengalami peningkatan. Hingga triwulan III 2023, nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 10,34% (yoy) sehingga mencapai Rp116,54 triliun.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, nilai transaksi digital banking tercatat Rp15.148,71 triliun atau tumbuh sebesar 12,83% (yoy).

BACA JUGA:
Rupiah Tertekan ke Rp15.700, Begini Respons Bank Indonesia 


&amp;ldquo;Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,&amp;rdquo; paparnya, Kamis (19/10/2023).
Lebih lanjut dia menjabarkan, nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 87,90% (yoy) dan mencapai Rp56,92 triliun. Adapun jumlah pengguna 41,84 juta dan jumlah merchant 29,04 juta di mana sebagian besar merupakan UMKM.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%


&amp;ldquo;Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan kerja sama sistem pembayaran antarnegara guna mendorong inklusi ekonomi keuangan dan memperluas ekonomi dan keuangan digital,&amp;rdquo; ucap dia.
Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM,  kartu debet, dan kartu kredit mencapai Rp2.041,72 triliun atau turun  sebesar 4,94% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang  Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada triwulan III 2023 meningkat 6,16% (yoy)  sehingga menjadi Rp961,59 triliun.
Selain itu, Bank Indonesia juga terus memastikan ketersediaan uang  Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI melalui  program pengedaran uang Rupiah ke daerah Terluar, Terdepan, Terpencil  (3T) serta kegiatan Kas Keliling, Kas Titipan dan Ekspedisi Rupiah  Berdaulat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital mengalami peningkatan. Hingga triwulan III 2023, nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 10,34% (yoy) sehingga mencapai Rp116,54 triliun.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, nilai transaksi digital banking tercatat Rp15.148,71 triliun atau tumbuh sebesar 12,83% (yoy).

BACA JUGA:
Rupiah Tertekan ke Rp15.700, Begini Respons Bank Indonesia 


&amp;ldquo;Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,&amp;rdquo; paparnya, Kamis (19/10/2023).
Lebih lanjut dia menjabarkan, nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 87,90% (yoy) dan mencapai Rp56,92 triliun. Adapun jumlah pengguna 41,84 juta dan jumlah merchant 29,04 juta di mana sebagian besar merupakan UMKM.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%


&amp;ldquo;Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan kerja sama sistem pembayaran antarnegara guna mendorong inklusi ekonomi keuangan dan memperluas ekonomi dan keuangan digital,&amp;rdquo; ucap dia.
Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM,  kartu debet, dan kartu kredit mencapai Rp2.041,72 triliun atau turun  sebesar 4,94% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang  Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada triwulan III 2023 meningkat 6,16% (yoy)  sehingga menjadi Rp961,59 triliun.
Selain itu, Bank Indonesia juga terus memastikan ketersediaan uang  Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI melalui  program pengedaran uang Rupiah ke daerah Terluar, Terdepan, Terpencil  (3T) serta kegiatan Kas Keliling, Kas Titipan dan Ekspedisi Rupiah  Berdaulat.</content:encoded></item></channel></rss>
