<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bandara Kertajati Jadi Opsi Pemberhentian Kereta Cepat Jakarta-Surabaya</title><description>Bandara Kertajati, Majalengka akan menjadi opsi pemberhentian proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904377/bandara-kertajati-jadi-opsi-pemberhentian-kereta-cepat-jakarta-surabaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904377/bandara-kertajati-jadi-opsi-pemberhentian-kereta-cepat-jakarta-surabaya"/><item><title>Bandara Kertajati Jadi Opsi Pemberhentian Kereta Cepat Jakarta-Surabaya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904377/bandara-kertajati-jadi-opsi-pemberhentian-kereta-cepat-jakarta-surabaya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904377/bandara-kertajati-jadi-opsi-pemberhentian-kereta-cepat-jakarta-surabaya</guid><pubDate>Kamis 19 Oktober 2023 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/19/320/2904377/bandara-kertajati-jadi-opsi-pemberhentian-kereta-cepat-jakarta-surabaya-z5meoqaak7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara Kertajati jadi opsi pemberhentian Kereta Cepat Jakarta-Surabaya (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/19/320/2904377/bandara-kertajati-jadi-opsi-pemberhentian-kereta-cepat-jakarta-surabaya-z5meoqaak7.jpg</image><title>Bandara Kertajati jadi opsi pemberhentian Kereta Cepat Jakarta-Surabaya (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy80LzE3MjMzOS81L3g4b3dkZ28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Bandara Kertajati, Majalengka akan menjadi opsi pemberhentian proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

Di mana saat ini proyek kereta cepat baru sampai Bandung dan pemerintah tengah merencanakan untuk dilanjutkan hingga ke Surabaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Alasan Harga Tiket First Class Kereta Cepat Whoosh Rp600.000&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ya ini kita kaitkan dengan kereta cepat. Salah satu opsi daripada kereta cepat itu adalah Kertajati, terus Cirebon, terus balik lagi ke selatan. Salah satu opsinya adalah itu,&quot; katanya di Bandara Kertajati dikutip Kamis (19/10/2023).

Adapun saat ini proyek kereta cepat hingga Surabaya masih dalam tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dilanjutkan hingga Surabaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Tiket Promo Kereta Cepat Whoosh Rp150.000 hingga November 2023, Sepi atau Ramai Penumpang?

Saat ini kata Luhut, ia dan sejumlah stakholder terkait sudah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan studi terkait proyek tersebut.

&quot;Presiden memerintahkan kita untuk membuat studi mengenai kelanjutan kereta api cepat Jakarta Bandung sampai Surabaya,&quot; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tak Ada Wifi di Kereta Cepat Whoosh, Ini Alasannya


Adapun Luhut menjelaskan bahwa untuk rutenya Kereta Cepat hingga Surabaya akan melanjutkan kereta Cepat Jakarta-Bandung. Di mana nantinya dari Bandung akan melalui Kertajati, Jogjakarta, Solo dan langsung ke Surabaya.



&quot;Kelanjutan kereta api cepat Jakarta-Bandung sampai Surabaya, nanti melalui Kertajati, melalui Jogja, Solo dan Surabaya. Karena Jawa ini adalah akan menjadi kota Pulau. Oleh karena itu tidak dapat diakhiri bahwa itu harus dilakukan,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy80LzE3MjMzOS81L3g4b3dkZ28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Bandara Kertajati, Majalengka akan menjadi opsi pemberhentian proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

Di mana saat ini proyek kereta cepat baru sampai Bandung dan pemerintah tengah merencanakan untuk dilanjutkan hingga ke Surabaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Alasan Harga Tiket First Class Kereta Cepat Whoosh Rp600.000&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ya ini kita kaitkan dengan kereta cepat. Salah satu opsi daripada kereta cepat itu adalah Kertajati, terus Cirebon, terus balik lagi ke selatan. Salah satu opsinya adalah itu,&quot; katanya di Bandara Kertajati dikutip Kamis (19/10/2023).

Adapun saat ini proyek kereta cepat hingga Surabaya masih dalam tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dilanjutkan hingga Surabaya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Tiket Promo Kereta Cepat Whoosh Rp150.000 hingga November 2023, Sepi atau Ramai Penumpang?

Saat ini kata Luhut, ia dan sejumlah stakholder terkait sudah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan studi terkait proyek tersebut.

&quot;Presiden memerintahkan kita untuk membuat studi mengenai kelanjutan kereta api cepat Jakarta Bandung sampai Surabaya,&quot; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tak Ada Wifi di Kereta Cepat Whoosh, Ini Alasannya


Adapun Luhut menjelaskan bahwa untuk rutenya Kereta Cepat hingga Surabaya akan melanjutkan kereta Cepat Jakarta-Bandung. Di mana nantinya dari Bandung akan melalui Kertajati, Jogjakarta, Solo dan langsung ke Surabaya.



&quot;Kelanjutan kereta api cepat Jakarta-Bandung sampai Surabaya, nanti melalui Kertajati, melalui Jogja, Solo dan Surabaya. Karena Jawa ini adalah akan menjadi kota Pulau. Oleh karena itu tidak dapat diakhiri bahwa itu harus dilakukan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
