<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Jurus BI Selamatkan Rupiah agar Tak Tembus Rp16.000/USD</title><description>Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa kuatnya dolar AS menyebabkan tekanan pelemahan berbagai mata uang negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904385/ini-jurus-bi-selamatkan-rupiah-agar-tak-tembus-rp16-000-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904385/ini-jurus-bi-selamatkan-rupiah-agar-tak-tembus-rp16-000-usd"/><item><title>Ini Jurus BI Selamatkan Rupiah agar Tak Tembus Rp16.000/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904385/ini-jurus-bi-selamatkan-rupiah-agar-tak-tembus-rp16-000-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/19/320/2904385/ini-jurus-bi-selamatkan-rupiah-agar-tak-tembus-rp16-000-usd</guid><pubDate>Kamis 19 Oktober 2023 15:38 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/19/320/2904385/ini-jurus-bi-selamatkan-rupiah-agar-tak-tembus-rp16-000-usd-HAFkFp4jN5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jurus BI jaga stabilitas rupiah. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/19/320/2904385/ini-jurus-bi-selamatkan-rupiah-agar-tak-tembus-rp16-000-usd-HAFkFp4jN5.JPG</image><title>Jurus BI jaga stabilitas rupiah. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa kuatnya dolar AS menyebabkan tekanan pelemahan berbagai mata uang negara lain, termasuk nilai tukar Rupiah.

Dibandingkan akhir tahun 2022, indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) pada 18 Oktober 2023 tercatat tinggi di level 106,21 atau menguat 2,60% (ytd).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

&quot;Sangat kuatnya dolar AS ini memberikan tekanan depresiasi mata uang hampir seluruh mata uang dunia, seperti Yen Jepang, Dolar Australia, dan Euro yang melemah masing-masing 12,44%, 6,61% dan 1,40% (ytd), serta depresiasi mata uang kawasan, seperti Ringgit Malaysia, Baht Thailand, dan Peso Filipina masing-masing 7,23%, 4,64% dan 1,73% (ytd),&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/10/2023).

Dalam periode yang sama, dengan langkah-langkah stabilisasi yang ditempuh BI, nilai tukar Rupiah terdepresiasi 1,03% (ytd), relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara di kawasan dan global tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Fakta Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

&quot;Ke depan, sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian imported inflation,&quot; sambung Perry.
Diketahui saat ini&amp;nbsp;kurs Rupiah mencapai Rp15.852/USD.
Di samping intervensi di pasar valuta asing, BI mempercepat upaya pendalaman pasar uang Rupiah dan pasar valuta asing.


BACA JUGA:
DPR Tetapkan 7 Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia, Berikut Nama-namanya


Hal ini termasuk optimalisasi SRBI dan penerbitan instrumen-instrumen lain untuk meningkatkan mekanisme pasar baik dalam meningkatkan manajemen likuiditas institusi keuangan domestik dan menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri.



&quot;Koordinasi dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023,&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa kuatnya dolar AS menyebabkan tekanan pelemahan berbagai mata uang negara lain, termasuk nilai tukar Rupiah.

Dibandingkan akhir tahun 2022, indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) pada 18 Oktober 2023 tercatat tinggi di level 106,21 atau menguat 2,60% (ytd).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

&quot;Sangat kuatnya dolar AS ini memberikan tekanan depresiasi mata uang hampir seluruh mata uang dunia, seperti Yen Jepang, Dolar Australia, dan Euro yang melemah masing-masing 12,44%, 6,61% dan 1,40% (ytd), serta depresiasi mata uang kawasan, seperti Ringgit Malaysia, Baht Thailand, dan Peso Filipina masing-masing 7,23%, 4,64% dan 1,73% (ytd),&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/10/2023).

Dalam periode yang sama, dengan langkah-langkah stabilisasi yang ditempuh BI, nilai tukar Rupiah terdepresiasi 1,03% (ytd), relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara di kawasan dan global tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Fakta Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

&quot;Ke depan, sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian imported inflation,&quot; sambung Perry.
Diketahui saat ini&amp;nbsp;kurs Rupiah mencapai Rp15.852/USD.
Di samping intervensi di pasar valuta asing, BI mempercepat upaya pendalaman pasar uang Rupiah dan pasar valuta asing.


BACA JUGA:
DPR Tetapkan 7 Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia, Berikut Nama-namanya


Hal ini termasuk optimalisasi SRBI dan penerbitan instrumen-instrumen lain untuk meningkatkan mekanisme pasar baik dalam meningkatkan manajemen likuiditas institusi keuangan domestik dan menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri.



&quot;Koordinasi dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023,&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
