<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kurangi Emisi, Menhub: Ke Bandung Naik Kereta Whoosh Jangan Kendaraan Pribadi</title><description>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta anggota Dewan Energi  Nasional (DEN) memberikan contoh pengurangan emisi ke masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2904753/kurangi-emisi-menhub-ke-bandung-naik-kereta-whoosh-jangan-kendaraan-pribadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2904753/kurangi-emisi-menhub-ke-bandung-naik-kereta-whoosh-jangan-kendaraan-pribadi"/><item><title>Kurangi Emisi, Menhub: Ke Bandung Naik Kereta Whoosh Jangan Kendaraan Pribadi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2904753/kurangi-emisi-menhub-ke-bandung-naik-kereta-whoosh-jangan-kendaraan-pribadi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2904753/kurangi-emisi-menhub-ke-bandung-naik-kereta-whoosh-jangan-kendaraan-pribadi</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 07:53 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/320/2904753/kurangi-emisi-menhub-ke-bandung-naik-kereta-whoosh-jangan-kendaraan-pribadi-uyNBACdn0a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Cepat Whoosh bisa kurangi emisi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/320/2904753/kurangi-emisi-menhub-ke-bandung-naik-kereta-whoosh-jangan-kendaraan-pribadi-uyNBACdn0a.jpg</image><title>Kereta Cepat Whoosh bisa kurangi emisi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy80LzE3MjMzOS81L3g4b3dkZ28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta anggota Dewan Energi Nasional (DEN) memberikan contoh pengurangan emisi ke masyarakat. Salah satunya dengan mempromosikan penggunaan transportasi massal seperti Kereta Cepat Whoosh jika ke Bandung.
Menhub mengatakan, langkah tersebut dilakukan guna  mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi secara masif.

BACA JUGA:
KCIC: Kereta Cepat Whoosh Tak Dapat Menunggu Penumpang


&amp;ldquo;Para pendekar energi juga harus turut mencontohkan. Misalnya kalau mau ke Bandung jangan naik kendaraan pribadi, tapi naik Whoosh (Kereta Cepat),&amp;rdquo; kata Menhub dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat (20/10/2023).
Menhub mengatakan bahwa dengan hadirnya sejumlah transportasi massal MRT, LRT, Kereta Cepat dan lainnya. Itu adalah modal bagi Indonesia untuk secara langsung mengurangi konsumsi bahan bakar fosil di sektor transportasi.

BACA JUGA:
KAI Ungkap Penyebab KA Feeder Whoosh Terlambat Bikin 30 Penumpang Tertinggal Kereta Cepat


Meski begitu, ia mengakui bahwa pembangunan transportasi massal menjadi keharusan untuk dilakukan meski proses membangunnya tidak mudah.
&amp;ldquo;Proses pembelajaran dalam membangun transportasi massal harus dilakukan. Memang masih ada kekurangan tetapi terus kita lakukan perbaikan. Dan pembelajaran ini sudah dibuktikan bahwa LRT diminati oleh negara lain, salah satunya Malaysia dengan kontraktor dari Indonesia,&amp;rdquo; ucap Menhub.

Selain membangun transportasi massal, penggunaan energi terbarukan di  sektor transportasi juga dilakukan dengan mendorong penggunaan  kendaraan listrik dan membangun ekosistemnya.
Menhub mendorong inisiatif kerjasama Dewan Energi Nasional untuk  berkolaborasi dengan akademisi universitas melakukan penelitian dan  inovasi tentang penggunaan energi terbarukan yang hasilnya sesuai dengan  kebutuhan industri dan masyarakat.
&quot;Beberapa waktu yang lalu, penelitian dan inovasi oleh akademisi  maupun mahasiswa universitas ter-hilirisasi dengan baik sehingga produk  yang dihasilkan dapat sesuai kebutuhan masyarakat, &quot; kata Menhub.
Berdasarkan data Handbook of Energy and Economic Statistics of  Indonesia 2022, sejak tahun 2013 sektor transportasi menjadi pengguna  energi terbesar, yang diikuti oleh sektor industri, sektor rumah tangga,  dan kemudian sektor komersial.
Pada tahun 2022, sektor transportasi mengkonsumsi 429 juta BOE  (Barrel Oil Equivalent) dari total konsumsi energi final sebesar 1.114  juta BOE, sehingga sektor transportasi mengkonsumsi energi sebesar 39%  dari total energi final.
Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas  Rumah Kaca pada tahun 2030 sebagaimana telah tertuang di dalam  Nationally Determined Contribution (NDC) dan mencapai Net Zero Emission  (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy80LzE3MjMzOS81L3g4b3dkZ28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta anggota Dewan Energi Nasional (DEN) memberikan contoh pengurangan emisi ke masyarakat. Salah satunya dengan mempromosikan penggunaan transportasi massal seperti Kereta Cepat Whoosh jika ke Bandung.
Menhub mengatakan, langkah tersebut dilakukan guna  mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi secara masif.

BACA JUGA:
KCIC: Kereta Cepat Whoosh Tak Dapat Menunggu Penumpang


&amp;ldquo;Para pendekar energi juga harus turut mencontohkan. Misalnya kalau mau ke Bandung jangan naik kendaraan pribadi, tapi naik Whoosh (Kereta Cepat),&amp;rdquo; kata Menhub dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat (20/10/2023).
Menhub mengatakan bahwa dengan hadirnya sejumlah transportasi massal MRT, LRT, Kereta Cepat dan lainnya. Itu adalah modal bagi Indonesia untuk secara langsung mengurangi konsumsi bahan bakar fosil di sektor transportasi.

BACA JUGA:
KAI Ungkap Penyebab KA Feeder Whoosh Terlambat Bikin 30 Penumpang Tertinggal Kereta Cepat


Meski begitu, ia mengakui bahwa pembangunan transportasi massal menjadi keharusan untuk dilakukan meski proses membangunnya tidak mudah.
&amp;ldquo;Proses pembelajaran dalam membangun transportasi massal harus dilakukan. Memang masih ada kekurangan tetapi terus kita lakukan perbaikan. Dan pembelajaran ini sudah dibuktikan bahwa LRT diminati oleh negara lain, salah satunya Malaysia dengan kontraktor dari Indonesia,&amp;rdquo; ucap Menhub.

Selain membangun transportasi massal, penggunaan energi terbarukan di  sektor transportasi juga dilakukan dengan mendorong penggunaan  kendaraan listrik dan membangun ekosistemnya.
Menhub mendorong inisiatif kerjasama Dewan Energi Nasional untuk  berkolaborasi dengan akademisi universitas melakukan penelitian dan  inovasi tentang penggunaan energi terbarukan yang hasilnya sesuai dengan  kebutuhan industri dan masyarakat.
&quot;Beberapa waktu yang lalu, penelitian dan inovasi oleh akademisi  maupun mahasiswa universitas ter-hilirisasi dengan baik sehingga produk  yang dihasilkan dapat sesuai kebutuhan masyarakat, &quot; kata Menhub.
Berdasarkan data Handbook of Energy and Economic Statistics of  Indonesia 2022, sejak tahun 2013 sektor transportasi menjadi pengguna  energi terbesar, yang diikuti oleh sektor industri, sektor rumah tangga,  dan kemudian sektor komersial.
Pada tahun 2022, sektor transportasi mengkonsumsi 429 juta BOE  (Barrel Oil Equivalent) dari total konsumsi energi final sebesar 1.114  juta BOE, sehingga sektor transportasi mengkonsumsi energi sebesar 39%  dari total energi final.
Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas  Rumah Kaca pada tahun 2030 sebagaimana telah tertuang di dalam  Nationally Determined Contribution (NDC) dan mencapai Net Zero Emission  (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.</content:encoded></item></channel></rss>
