<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut Garuda Indonesia Pede Jumlah Penumpang Naik 30% di Akhir Tahun</title><description>PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) pede jumlah penumpang naik 30% di akhir tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2904871/dirut-garuda-indonesia-pede-jumlah-penumpang-naik-30-di-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2904871/dirut-garuda-indonesia-pede-jumlah-penumpang-naik-30-di-akhir-tahun"/><item><title>Dirut Garuda Indonesia Pede Jumlah Penumpang Naik 30% di Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2904871/dirut-garuda-indonesia-pede-jumlah-penumpang-naik-30-di-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2904871/dirut-garuda-indonesia-pede-jumlah-penumpang-naik-30-di-akhir-tahun</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/320/2904871/dirut-garuda-indonesia-pede-jumlah-penumpang-naik-30-di-akhir-tahun-L3mxN98IQx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia yakin jumlah penumpang alami kenaikan di akhir tahun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/320/2904871/dirut-garuda-indonesia-pede-jumlah-penumpang-naik-30-di-akhir-tahun-L3mxN98IQx.jpg</image><title>Garuda Indonesia yakin jumlah penumpang alami kenaikan di akhir tahun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8yMC8xNzAyNDAvNS94OG50aDdo&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) pede jumlah penumpang naik 30% di akhir tahun 2023. Keyakinan ini didukung oleh momentum libur akhir tahun.
Untuk meningkatkan jumlah penumpang, GIAA turut mengoptimalkan langkah perluasan jaringan penerbangan, guna memaksimalkan momentum pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Komitmen tersebut yang dijalankan melalui langkah peningkatan frekuensi penerbangan pada rute-rute penerbangan yang menjadi preferensi utama pilihan pengguna jasa.

BACA JUGA:
Garuda Indonesia Gandeng Induk AirAsia Perkuat Ekosistem Aviasi Global


&amp;ldquo;Langkah peningkatan frekuensi rute penerbangan tersebut dilakukan secara bertahap pada periode November hingga Desember 2023 mendatang,&amp;rdquo; kata Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (20/10/2023).
Irfan membeberkan, pada bulan November 2023 mendatang, sejumlah frekuensi rute penerbangan akan ditingkatkan antara lain rute Narita - Denpasar pp dari yang sebelumnya lima kali seminggu menjadi tujuh kali seminggu. Kemudian, Guangzhou &amp;ndash; Jakarta pp yang sebelumnya dilayani tiga kali seminggu akan menjadi empat kali seminggu.

BACA JUGA:
Ada Tiket Pesawat Murah Garuda Indonesia Mulai Rp1 Jutaan, Ini Rutenya


Lalu, Shanghai-Jakarta pp yang sebelumnya dilayani dua kali seminggu akan menjadi tiga kali seminggu, Melbourne &amp;ndash; Denpasar pp yang sebelumnya dilayani tiga kali setiap minggunya menjadi empat kali per minggu, dan Singapura &amp;ndash; Denpasar pp yang sebelumnya dilayani lima kali dalam seminggu menjadi tujuh kali seminggu.
Sementara di bulan Desember 2023, GIAA juga berencana untuk menambah frekuensi pada rute Sydney-Jakarta pp yang sebelumnya dilayani empat kali dalam seminggu menjadi lima kali setiap minggu, Seoul &amp;ndash; Denpasar pp yang yang sebelumnya dilayani dua kali setiap minggunya menjadi empat kali setiap minggu, serta Sydney &amp;ndash; Denpasar pp yang sebelumnya dilayani sebanyak empat kali setiap minggu menjadi lima kali setiap minggunya.
&amp;ldquo;Penambahan frekuensi penerbangan ini selaras dengan langkah  berkelanjutan perseroan dalam merealisasikan peningkatan kapasitas  produksi, serta memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan asing menuju  berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Irfan.
Dengan tren jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang  menembus satu juta wisatawan per bulannya pada akhir Semester 1 2023  lalu, kata Irfan, kiranya peningkatan frekuensi penerbangan  internasional ini dapat mendukung realisasi target kunjungan wisatawan  mancanegara hingga 8,5 juta orang hingga akhir tahun 2023 nanti.
Lebih lanjut, sejalan dengan  momentum kebangkitan sektor pariwisata  nasional, GIAA terus mencatatkan pertumbuhan trafik penumpang khususnya  pada sektor penerbangan internasional. Hingga awal kuartal III 2023  lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan penumpang rute internasional  hingga mencapai 215 % menjadi 859.061 penumpang, jika dibandingkan  dengan periode yang sama pada tahun lalu.
&quot;Dengan peluang pertumbuhan penumpang rute internasional yang terus  menunjukkan potensi yang menjanjikan, kami cukup optimistis pada akhir  tahun 2023 mendatang khususnya melalui momentum libur akhir tahun,  jumlah penumpang dapat tumbuh hingga 30% dibandingkan dengan periode  akhir tahun lalu,&quot; tandas Irfan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8yMC8xNzAyNDAvNS94OG50aDdo&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) pede jumlah penumpang naik 30% di akhir tahun 2023. Keyakinan ini didukung oleh momentum libur akhir tahun.
Untuk meningkatkan jumlah penumpang, GIAA turut mengoptimalkan langkah perluasan jaringan penerbangan, guna memaksimalkan momentum pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Komitmen tersebut yang dijalankan melalui langkah peningkatan frekuensi penerbangan pada rute-rute penerbangan yang menjadi preferensi utama pilihan pengguna jasa.

BACA JUGA:
Garuda Indonesia Gandeng Induk AirAsia Perkuat Ekosistem Aviasi Global


&amp;ldquo;Langkah peningkatan frekuensi rute penerbangan tersebut dilakukan secara bertahap pada periode November hingga Desember 2023 mendatang,&amp;rdquo; kata Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (20/10/2023).
Irfan membeberkan, pada bulan November 2023 mendatang, sejumlah frekuensi rute penerbangan akan ditingkatkan antara lain rute Narita - Denpasar pp dari yang sebelumnya lima kali seminggu menjadi tujuh kali seminggu. Kemudian, Guangzhou &amp;ndash; Jakarta pp yang sebelumnya dilayani tiga kali seminggu akan menjadi empat kali seminggu.

BACA JUGA:
Ada Tiket Pesawat Murah Garuda Indonesia Mulai Rp1 Jutaan, Ini Rutenya


Lalu, Shanghai-Jakarta pp yang sebelumnya dilayani dua kali seminggu akan menjadi tiga kali seminggu, Melbourne &amp;ndash; Denpasar pp yang sebelumnya dilayani tiga kali setiap minggunya menjadi empat kali per minggu, dan Singapura &amp;ndash; Denpasar pp yang sebelumnya dilayani lima kali dalam seminggu menjadi tujuh kali seminggu.
Sementara di bulan Desember 2023, GIAA juga berencana untuk menambah frekuensi pada rute Sydney-Jakarta pp yang sebelumnya dilayani empat kali dalam seminggu menjadi lima kali setiap minggu, Seoul &amp;ndash; Denpasar pp yang yang sebelumnya dilayani dua kali setiap minggunya menjadi empat kali setiap minggu, serta Sydney &amp;ndash; Denpasar pp yang sebelumnya dilayani sebanyak empat kali setiap minggu menjadi lima kali setiap minggunya.
&amp;ldquo;Penambahan frekuensi penerbangan ini selaras dengan langkah  berkelanjutan perseroan dalam merealisasikan peningkatan kapasitas  produksi, serta memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan asing menuju  berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Irfan.
Dengan tren jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang  menembus satu juta wisatawan per bulannya pada akhir Semester 1 2023  lalu, kata Irfan, kiranya peningkatan frekuensi penerbangan  internasional ini dapat mendukung realisasi target kunjungan wisatawan  mancanegara hingga 8,5 juta orang hingga akhir tahun 2023 nanti.
Lebih lanjut, sejalan dengan  momentum kebangkitan sektor pariwisata  nasional, GIAA terus mencatatkan pertumbuhan trafik penumpang khususnya  pada sektor penerbangan internasional. Hingga awal kuartal III 2023  lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan penumpang rute internasional  hingga mencapai 215 % menjadi 859.061 penumpang, jika dibandingkan  dengan periode yang sama pada tahun lalu.
&quot;Dengan peluang pertumbuhan penumpang rute internasional yang terus  menunjukkan potensi yang menjanjikan, kami cukup optimistis pada akhir  tahun 2023 mendatang khususnya melalui momentum libur akhir tahun,  jumlah penumpang dapat tumbuh hingga 30% dibandingkan dengan periode  akhir tahun lalu,&quot; tandas Irfan.</content:encoded></item></channel></rss>
