<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wow, Indonesia Ekspor Pesawat Militer ke China</title><description>Holding BUMN Industri Pertahanan atau Defend ID menjajaki pasar ekspor China
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2905012/wow-indonesia-ekspor-pesawat-militer-ke-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2905012/wow-indonesia-ekspor-pesawat-militer-ke-china"/><item><title>Wow, Indonesia Ekspor Pesawat Militer ke China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2905012/wow-indonesia-ekspor-pesawat-militer-ke-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/320/2905012/wow-indonesia-ekspor-pesawat-militer-ke-china</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/320/2905012/wow-indonesia-ekspor-pesawat-militer-ke-china-qErT2U3TQO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah Satu Jenis Pesawat yang Bakal Diekspor ke China. (Foto: Okezone.com/PTDI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/320/2905012/wow-indonesia-ekspor-pesawat-militer-ke-china-qErT2U3TQO.jpg</image><title>Salah Satu Jenis Pesawat yang Bakal Diekspor ke China. (Foto: Okezone.com/PTDI)</title></images><description>JAKARTA - Holding BUMN Industri Pertahanan atau Defend ID menjajaki pasar ekspor China. Rencananya holding melalui anak usahanya PT Dirgantara Indonesia (Persero) akan menjual beberapa jenis pesawat tempur dan komersial ke China.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan, ada tiga jenis pesawat yang akan diekspor ke China yakni, pesawat CN235-220, NC212i dan N219. Aksi perdagangan itu untuk memenuhi kebutuhan pesawat militer dan komersial di wilayah China.

BACA JUGA:
Top! Indonesia Ekspor Pesawat ke Filipina

Menurutnya, China merupakan mitra dagang yang sangat potensial. Lantarana negara di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping memiliki potensi pasar yang besar, selain mempunyai kemampuan teknologi dan manufacturing yang mumpuni.
&amp;ldquo;China merupakan partner yang sangat baik terutama dari segi teknologi, kemampuan manufacturing dan ada potensi pasar yang besar,&quot; ujar Gita, Jumat (20/10/2023).
Dalam perluasan pasar ekspor ke China, PTDI pun menyepakati kerja sama dengan Linkfield Technologies.

BACA JUGA:
LPEI Biayai Ekspor Pesawat ke Senegal Rp354 Miliar

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen Reseller Agreement yang dilakukan sebelumnya oleh Direktur Niaga, Teknologi &amp;amp; Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal dan Direktur Linkfield Technologies, Patrick Goh.
Gita memastikan melalui kolaborasi itu perusahaan berkesempatan mengembangkan strategi bisnis di China.
&quot;Kita akan kembangkan strategi bisnis bersama yang dimulai melalui kerja sama reseller dengan Linkfield Technologies,&quot; ucapnya.Menurutnya, pengembangan teknologi hingga pesawat N219 dapat didorong, sehingga nantinya N219 dapat menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi di Cina.
&quot;Hal ini juga akan menjadi tantangan kita kedepan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi N219. Bersama dengan Cina, kemampuan supply chain dan manufacturing-nya juga akan kita optimalkan untuk arah pengembangan N219 kedepan,&amp;rdquo; beber dia.
PTDI sebelumnya mengekspor enam unit pesawat terbang NC212i ke Filipina. Pesawat terbang itu dipesan oleh Department of National Defense/Armed Forces of Philippines (DND/AFP). Nilai penjualan pun mencapai USD79 juta atau setara Rp1,25 triliun.
Filipina telah memesan enam pesawat terbang hasil produksi PTDI untuk kedua kalinya. Penjualan pesawat merupakan bukti bahwa produk yang dihasilkan anggota Holding BUMN Pertahanan itu memiliki performa yang tinggi dan andal.</description><content:encoded>JAKARTA - Holding BUMN Industri Pertahanan atau Defend ID menjajaki pasar ekspor China. Rencananya holding melalui anak usahanya PT Dirgantara Indonesia (Persero) akan menjual beberapa jenis pesawat tempur dan komersial ke China.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan, ada tiga jenis pesawat yang akan diekspor ke China yakni, pesawat CN235-220, NC212i dan N219. Aksi perdagangan itu untuk memenuhi kebutuhan pesawat militer dan komersial di wilayah China.

BACA JUGA:
Top! Indonesia Ekspor Pesawat ke Filipina

Menurutnya, China merupakan mitra dagang yang sangat potensial. Lantarana negara di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping memiliki potensi pasar yang besar, selain mempunyai kemampuan teknologi dan manufacturing yang mumpuni.
&amp;ldquo;China merupakan partner yang sangat baik terutama dari segi teknologi, kemampuan manufacturing dan ada potensi pasar yang besar,&quot; ujar Gita, Jumat (20/10/2023).
Dalam perluasan pasar ekspor ke China, PTDI pun menyepakati kerja sama dengan Linkfield Technologies.

BACA JUGA:
LPEI Biayai Ekspor Pesawat ke Senegal Rp354 Miliar

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen Reseller Agreement yang dilakukan sebelumnya oleh Direktur Niaga, Teknologi &amp;amp; Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal dan Direktur Linkfield Technologies, Patrick Goh.
Gita memastikan melalui kolaborasi itu perusahaan berkesempatan mengembangkan strategi bisnis di China.
&quot;Kita akan kembangkan strategi bisnis bersama yang dimulai melalui kerja sama reseller dengan Linkfield Technologies,&quot; ucapnya.Menurutnya, pengembangan teknologi hingga pesawat N219 dapat didorong, sehingga nantinya N219 dapat menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi di Cina.
&quot;Hal ini juga akan menjadi tantangan kita kedepan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi N219. Bersama dengan Cina, kemampuan supply chain dan manufacturing-nya juga akan kita optimalkan untuk arah pengembangan N219 kedepan,&amp;rdquo; beber dia.
PTDI sebelumnya mengekspor enam unit pesawat terbang NC212i ke Filipina. Pesawat terbang itu dipesan oleh Department of National Defense/Armed Forces of Philippines (DND/AFP). Nilai penjualan pun mencapai USD79 juta atau setara Rp1,25 triliun.
Filipina telah memesan enam pesawat terbang hasil produksi PTDI untuk kedua kalinya. Penjualan pesawat merupakan bukti bahwa produk yang dihasilkan anggota Holding BUMN Pertahanan itu memiliki performa yang tinggi dan andal.</content:encoded></item></channel></rss>
