<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>61 Bendungan Selesai di 2024, Daerah Irigasi Bertambah hingga 1,14 Ha</title><description>Kementerian PUPR telah melakukan pembangunan 61 bendungan pada tahun 2014-2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/470/2904843/61-bendungan-selesai-di-2024-daerah-irigasi-bertambah-hingga-1-14-ha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/470/2904843/61-bendungan-selesai-di-2024-daerah-irigasi-bertambah-hingga-1-14-ha"/><item><title>61 Bendungan Selesai di 2024, Daerah Irigasi Bertambah hingga 1,14 Ha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/470/2904843/61-bendungan-selesai-di-2024-daerah-irigasi-bertambah-hingga-1-14-ha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/470/2904843/61-bendungan-selesai-di-2024-daerah-irigasi-bertambah-hingga-1-14-ha</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 10:32 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/470/2904843/61-bendungan-selesai-di-2024-daerah-irigasi-bertambah-hingga-1-14-ha-Wcrup2abvc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">61 bendungan dibangun hingga 2024 (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/470/2904843/61-bendungan-selesai-di-2024-daerah-irigasi-bertambah-hingga-1-14-ha-Wcrup2abvc.jpg</image><title>61 bendungan dibangun hingga 2024 (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjIzOC81L3g4b3V1ZXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian PUPR telah melakukan pembangunan 61 bendungan pada tahun 2014-2024. Sekretaris Jendral Kementerian PUPR mengatakan pembangunan bendungan dilkakukan untuk membantu peningkatan produksi pangan.
Menurutnya dari 61 bendungan tersebut, sebanyak 52 bendungan dengan total kapasitas tampungan 3.746,51 juta m3 memilki potensi pemanfaatan layanan irigasi untuk 71 daerah irigasi.

BACA JUGA:
Waskita Karya Garap 6 Bendungan dan 9 Tol PSN, Begini Progresnya


&amp;ldquo;Melalui pembangunan bendungan, luas irigasi yang dapat dimanfaatkan akan mengalami peningkatan dari awalnya 761.542 hektar (10,66%) pada tahun 2014 menjadi 1.147.510 hektar atau (16,17%) pada tahun 2024,&quot; ujar Zainal Fatah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/10/2023).
Sehingga ditargetkan indeks pertanaman yang semula rata-ratanya sekitar 137% akan meningkat menjadi sekitar 254% jika pembangunan 61 tersebut rampung seluruhnya pada tahun 2024 mendatang.

BACA JUGA:
Pak Bas Ungkap Perbedaan Bendungan di Korsel dan Indonesia 


Di tengah upaya peningkatan ketahanan pangan dan ketersediaan air untuk produktivitas pertanian, KemenPUPR juga melakukan modernisasi terhadap jaringan irigasi di seluruh Indonesia.
Zainal Fatah mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki daerah  irigasi (DI) seluas 9.136.028 hektar. Modernisasi irigasi dilakukan  melalui kegiatan perbaikan dan pembaruan keandalan penyediaan air  irigasi, perbaikan sarana dan prasarana irigasi, penyempurnaan sistem  pengelolaan irigasi, penguatan institusi pengelola irigasi, serta  pemberdayaan sumber daya manusia.
&amp;ldquo;Selain upaya-upaya tersebut, kita juga perlu melakukan modernisasi  irigasi untuk meningkatkan keandalan layanan irigasi menjadi lebih  efektif, efisien, dan berkelanjutan melebihi perencanaan semula,&amp;rdquo; kata  Zainal Fatah
Zainal Fatah mengungkapkan, implementasi modernisasi irigasi telah  mulai dilakukan di DI Rentang, Provinsi Jawa Barat yang mengairi areal  pertanian seluas 87.840 hektar di tiga kabupaten yakni Kabupaten  Majalengka, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu dengan  memanfaatkan debit Sungai Cimanuk.
&amp;ldquo;Dengan modernisasi yang telah dilakukan, diperkirakan pada tahun  2025 dapat meningkatkan indeks pertanaman hingga 280% di tiga kabupaten  yang didukung DI Rentang,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNi8xLzE3MjIzOC81L3g4b3V1ZXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian PUPR telah melakukan pembangunan 61 bendungan pada tahun 2014-2024. Sekretaris Jendral Kementerian PUPR mengatakan pembangunan bendungan dilkakukan untuk membantu peningkatan produksi pangan.
Menurutnya dari 61 bendungan tersebut, sebanyak 52 bendungan dengan total kapasitas tampungan 3.746,51 juta m3 memilki potensi pemanfaatan layanan irigasi untuk 71 daerah irigasi.

BACA JUGA:
Waskita Karya Garap 6 Bendungan dan 9 Tol PSN, Begini Progresnya


&amp;ldquo;Melalui pembangunan bendungan, luas irigasi yang dapat dimanfaatkan akan mengalami peningkatan dari awalnya 761.542 hektar (10,66%) pada tahun 2014 menjadi 1.147.510 hektar atau (16,17%) pada tahun 2024,&quot; ujar Zainal Fatah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/10/2023).
Sehingga ditargetkan indeks pertanaman yang semula rata-ratanya sekitar 137% akan meningkat menjadi sekitar 254% jika pembangunan 61 tersebut rampung seluruhnya pada tahun 2024 mendatang.

BACA JUGA:
Pak Bas Ungkap Perbedaan Bendungan di Korsel dan Indonesia 


Di tengah upaya peningkatan ketahanan pangan dan ketersediaan air untuk produktivitas pertanian, KemenPUPR juga melakukan modernisasi terhadap jaringan irigasi di seluruh Indonesia.
Zainal Fatah mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki daerah  irigasi (DI) seluas 9.136.028 hektar. Modernisasi irigasi dilakukan  melalui kegiatan perbaikan dan pembaruan keandalan penyediaan air  irigasi, perbaikan sarana dan prasarana irigasi, penyempurnaan sistem  pengelolaan irigasi, penguatan institusi pengelola irigasi, serta  pemberdayaan sumber daya manusia.
&amp;ldquo;Selain upaya-upaya tersebut, kita juga perlu melakukan modernisasi  irigasi untuk meningkatkan keandalan layanan irigasi menjadi lebih  efektif, efisien, dan berkelanjutan melebihi perencanaan semula,&amp;rdquo; kata  Zainal Fatah
Zainal Fatah mengungkapkan, implementasi modernisasi irigasi telah  mulai dilakukan di DI Rentang, Provinsi Jawa Barat yang mengairi areal  pertanian seluas 87.840 hektar di tiga kabupaten yakni Kabupaten  Majalengka, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu dengan  memanfaatkan debit Sungai Cimanuk.
&amp;ldquo;Dengan modernisasi yang telah dilakukan, diperkirakan pada tahun  2025 dapat meningkatkan indeks pertanaman hingga 280% di tiga kabupaten  yang didukung DI Rentang,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
