<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga Acuan BI Naik, Siap-Siap KPR Melambung Tinggi</title><description>Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 6%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/470/2905121/suku-bunga-acuan-bi-naik-siap-siap-kpr-melambung-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/470/2905121/suku-bunga-acuan-bi-naik-siap-siap-kpr-melambung-tinggi"/><item><title>Suku Bunga Acuan BI Naik, Siap-Siap KPR Melambung Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/470/2905121/suku-bunga-acuan-bi-naik-siap-siap-kpr-melambung-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/20/470/2905121/suku-bunga-acuan-bi-naik-siap-siap-kpr-melambung-tinggi</guid><pubDate>Jum'at 20 Oktober 2023 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/470/2905121/suku-bunga-acuan-bi-naik-siap-siap-kpr-melambung-tinggi-DYS9H2JQfa.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kenaikan suku bunga acuan bedampak pada KPR (Foto: shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/470/2905121/suku-bunga-acuan-bi-naik-siap-siap-kpr-melambung-tinggi-DYS9H2JQfa.jpeg</image><title>Kenaikan suku bunga acuan bedampak pada KPR (Foto: shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 6%. Kenaikan suku bunga ini akan berdampak pada kredit perbankan terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia 6% akan memberikan dampak terhadap industri properti di air.

BACA JUGA:
Berapa Lama Tenor KPR Rumah


Joko mengakui saat ini industri properti belum pulih sepenuhnya pasca adanya pandemi covid 19 hingga konflik geopolitik yang saat ini masih terus berlangsung. Hal itu akhirnya memberi tekanan tekanan terhadap kondisi ekonomi global maupun nasional.
&quot;Kita pengusaha dalam negeri, biasanya kenaikan suku bunga BI ini inline dengan kenaikan suku bunga kredit, otomatis dari situ pastinya target-target realisasi pasti terpengaruh,&quot; ujar Joko saat dihubungi MNC Portal, Jumat (20/10/2023).

BACA JUGA:
Simak Ya! Hal Ini yang Bikin KPR Ditolak Bank


Joko menjelaskan saat ini kondisi pasar properti, khususnya perumahan, di tanah air sendiri dari sisi penjualan baru pulih sekitar 70% jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi covid 19. Sehingga masih ada beberapa produk yang belum terserap karena belum pulihnya daya beli masyarakat.
Oleh karena itu, menurutnya keniakan BI7DRR tersebut akan menjadi  sentimen baru yang dapat mempengaruhi pasar properti di tanah air. Sebab  masyarakat akan berpikir lebih panjang kita suku bunga kredit perbankan  juga terkerek dari adanya kenaikan BI7DRR
&quot;Ketika ada kenaikan suku bunga ini kan sebetulnya dua pihak yang  terkena, pertama pengusaha atau developer, dan konsumen yang akan  membeli atau mengakses melalui KPR,&quot; lanjutnya.
Joko berharap perbankan tidak cepat untuk merespons kenaikan suku  bunga acuan dengan menaikkan suku bunga kredit juga. Agar pasar properti  bisa menjadi lebih cepat tumbuh dan memutar roda perekonomian.
&quot;Kita berharap bank BUMN ini tidak langsung juga kenaikan suku bunga. Rasanya itu masih,&quot; kata Joko.
&quot;Kami sebagai pengusaha di sektor properti, kita menyampaikan bahwa  pasar properti saat ini belum rebound seperti industri yang lainnya,  padahal properti ini menjadi salah satu faktor untuk pertumbuhan  ekonomi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 6%. Kenaikan suku bunga ini akan berdampak pada kredit perbankan terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia 6% akan memberikan dampak terhadap industri properti di air.

BACA JUGA:
Berapa Lama Tenor KPR Rumah


Joko mengakui saat ini industri properti belum pulih sepenuhnya pasca adanya pandemi covid 19 hingga konflik geopolitik yang saat ini masih terus berlangsung. Hal itu akhirnya memberi tekanan tekanan terhadap kondisi ekonomi global maupun nasional.
&quot;Kita pengusaha dalam negeri, biasanya kenaikan suku bunga BI ini inline dengan kenaikan suku bunga kredit, otomatis dari situ pastinya target-target realisasi pasti terpengaruh,&quot; ujar Joko saat dihubungi MNC Portal, Jumat (20/10/2023).

BACA JUGA:
Simak Ya! Hal Ini yang Bikin KPR Ditolak Bank


Joko menjelaskan saat ini kondisi pasar properti, khususnya perumahan, di tanah air sendiri dari sisi penjualan baru pulih sekitar 70% jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi covid 19. Sehingga masih ada beberapa produk yang belum terserap karena belum pulihnya daya beli masyarakat.
Oleh karena itu, menurutnya keniakan BI7DRR tersebut akan menjadi  sentimen baru yang dapat mempengaruhi pasar properti di tanah air. Sebab  masyarakat akan berpikir lebih panjang kita suku bunga kredit perbankan  juga terkerek dari adanya kenaikan BI7DRR
&quot;Ketika ada kenaikan suku bunga ini kan sebetulnya dua pihak yang  terkena, pertama pengusaha atau developer, dan konsumen yang akan  membeli atau mengakses melalui KPR,&quot; lanjutnya.
Joko berharap perbankan tidak cepat untuk merespons kenaikan suku  bunga acuan dengan menaikkan suku bunga kredit juga. Agar pasar properti  bisa menjadi lebih cepat tumbuh dan memutar roda perekonomian.
&quot;Kita berharap bank BUMN ini tidak langsung juga kenaikan suku bunga. Rasanya itu masih,&quot; kata Joko.
&quot;Kami sebagai pengusaha di sektor properti, kita menyampaikan bahwa  pasar properti saat ini belum rebound seperti industri yang lainnya,  padahal properti ini menjadi salah satu faktor untuk pertumbuhan  ekonomi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
