<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Turun Tajam Dipicu Kekhawatiran Konflik Israel-Hamas</title><description>Wall Street ditutup turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/278/2905483/wall-street-turun-tajam-dipicu-kekhawatiran-konflik-israel-hamas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/278/2905483/wall-street-turun-tajam-dipicu-kekhawatiran-konflik-israel-hamas"/><item><title>Wall Street Turun Tajam Dipicu Kekhawatiran Konflik Israel-Hamas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/278/2905483/wall-street-turun-tajam-dipicu-kekhawatiran-konflik-israel-hamas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/278/2905483/wall-street-turun-tajam-dipicu-kekhawatiran-konflik-israel-hamas</guid><pubDate>Sabtu 21 Oktober 2023 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Dzakwan Agung Mugits</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/21/278/2905483/wall-street-turun-tajam-dipicu-kekhawatiran-konflik-israel-hamas-usWqDQRhvC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup anjlok (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/21/278/2905483/wall-street-turun-tajam-dipicu-kekhawatiran-konflik-israel-hamas-usWqDQRhvC.jpg</image><title>Wall Street ditutup anjlok (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjUxNS81L3g4b3o3N3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wall Street ditutup turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS anjlok dipicu kekhawatiran kenaikan suku bunga oleh The Fed dan meluasnya konflik Israel-Hamas.
Dilansir dari Antara, Sabtu (21/10/2023), indeks S&amp;amp;P 500 turun 53,84 poin atau 1,26% ke 4.224,16, Indeks Komposit Nasdaq melemah 202,37 poin atau 1,53% ke 12.983,81, dan Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 286,89 poin atau 0,86% ke 33.127,28.

BACA JUGA:
Wall Street Anjlok, Indeks Dow Jones Kehilangan 332 Poin

Pada pekan ini, S&amp;amp;P 500 anjlok 2,4%, Nasdaq melemah 3,2%, dan Dow Jones turun 1,6%.
&quot;Secara geopolitik, menjelang akhir pekan, investor akan berhati-hati dan mengambil uangnya,&quot; kata Presiden Alan B. Lancz &amp;amp; Associates Inc Alan Lancz di Toledo, Ohio.

BACA JUGA:
Wall Street Ditutup Mixed, Indeks Nasdaq Melemah

Indeks finansial S&amp;amp;P 500 turun 1,6%, sedangkan index perbankan regional KBW melemah 3,5%. Saham Regions Financial terkoreksi 12,4% karena laba perusahaan tersebut meleset dari perkiraan analis.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun pada Jumat (20/10) setelah sehari sebelumnya melampaui 5% untuk pertama kalinya sejak Juli 2007 didorong komentar Ketua The Federal Reserve Jerome Powell.Powell mengatakan kekuatan ekonomi AS dan pasar tenaga kerja yang ketat memerlukan kondisi pinjaman yang lebih ketat guna mengendalikan inflasi.
Sementara itu, Indeks Volatilitas Cboe ditutup di level tertingginya sejak 24 Maret 2023.
Saham SolarEdge anjlok 27,3% setelah perusahaan memperkirakan pendapatan yang lebih rendah secara signifikan pada kuartal keempat. Saham perusahaan kartu kredit American Express turun 5,4% meski laba kuartal ketiga melampaui ekspektasi.
Musim laporan keuangan kuartal ketiga sedang berlangsung, dengan 86 perusahaan di S&amp;amp;P 500 telah melaporkan kinerjanya. Laporan dari sejumlah bank skala menengah meningkatkan kekhawatiran bahwa dorongan terhadap pemberi pinjaman dari kenaikan suku bunga The Fed semakin berkurang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjUxNS81L3g4b3o3N3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wall Street ditutup turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS anjlok dipicu kekhawatiran kenaikan suku bunga oleh The Fed dan meluasnya konflik Israel-Hamas.
Dilansir dari Antara, Sabtu (21/10/2023), indeks S&amp;amp;P 500 turun 53,84 poin atau 1,26% ke 4.224,16, Indeks Komposit Nasdaq melemah 202,37 poin atau 1,53% ke 12.983,81, dan Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 286,89 poin atau 0,86% ke 33.127,28.

BACA JUGA:
Wall Street Anjlok, Indeks Dow Jones Kehilangan 332 Poin

Pada pekan ini, S&amp;amp;P 500 anjlok 2,4%, Nasdaq melemah 3,2%, dan Dow Jones turun 1,6%.
&quot;Secara geopolitik, menjelang akhir pekan, investor akan berhati-hati dan mengambil uangnya,&quot; kata Presiden Alan B. Lancz &amp;amp; Associates Inc Alan Lancz di Toledo, Ohio.

BACA JUGA:
Wall Street Ditutup Mixed, Indeks Nasdaq Melemah

Indeks finansial S&amp;amp;P 500 turun 1,6%, sedangkan index perbankan regional KBW melemah 3,5%. Saham Regions Financial terkoreksi 12,4% karena laba perusahaan tersebut meleset dari perkiraan analis.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun pada Jumat (20/10) setelah sehari sebelumnya melampaui 5% untuk pertama kalinya sejak Juli 2007 didorong komentar Ketua The Federal Reserve Jerome Powell.Powell mengatakan kekuatan ekonomi AS dan pasar tenaga kerja yang ketat memerlukan kondisi pinjaman yang lebih ketat guna mengendalikan inflasi.
Sementara itu, Indeks Volatilitas Cboe ditutup di level tertingginya sejak 24 Maret 2023.
Saham SolarEdge anjlok 27,3% setelah perusahaan memperkirakan pendapatan yang lebih rendah secara signifikan pada kuartal keempat. Saham perusahaan kartu kredit American Express turun 5,4% meski laba kuartal ketiga melampaui ekspektasi.
Musim laporan keuangan kuartal ketiga sedang berlangsung, dengan 86 perusahaan di S&amp;amp;P 500 telah melaporkan kinerjanya. Laporan dari sejumlah bank skala menengah meningkatkan kekhawatiran bahwa dorongan terhadap pemberi pinjaman dari kenaikan suku bunga The Fed semakin berkurang.</content:encoded></item></channel></rss>
