<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Alasan Kenapa Dolar AS Menguat, Bikin Rupiah Merana</title><description>Kenaikan Dollar ini membuat mata uang sejumlah negara mengalami keterpurukan.
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/278/2905495/4-alasan-kenapa-dolar-as-menguat-bikin-rupiah-merana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/278/2905495/4-alasan-kenapa-dolar-as-menguat-bikin-rupiah-merana"/><item><title>4 Alasan Kenapa Dolar AS Menguat, Bikin Rupiah Merana</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/278/2905495/4-alasan-kenapa-dolar-as-menguat-bikin-rupiah-merana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/278/2905495/4-alasan-kenapa-dolar-as-menguat-bikin-rupiah-merana</guid><pubDate>Sabtu 21 Oktober 2023 10:41 WIB</pubDate><dc:creator>Destriana Indria Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/21/278/2905495/4-alasan-kenapa-dolar-as-menguat-bikin-rupiah-merana-dHHns5OHtc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto:Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/21/278/2905495/4-alasan-kenapa-dolar-as-menguat-bikin-rupiah-merana-dHHns5OHtc.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto:Reuters)</title></images><description>JAKARTA- Ada  alasan kenapa dolar AS menguat mencapai level tertinggi dolar AS pada tahun ini ada di Rp 15.887 naik 1,81% dari awal tahun. Kenaikan Dollar ini membuat  mata uang sejumlah negara mengalami keterpurukan. Salah satunya Rupiah yang saat ini  ditutup di level Rp 15.873 per dolar Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA:
Rupiah Kian Melemah Lawan Dolar AS, Kini di Level Rp15.730/USD

Ini membuat mata uang Indonesia melemah 0,36% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 15.815 per dolar AS. Penutupan hari ini pun jadi level terburuk rupiah sejak 9 April 2020. Kala itu, rupiah ditutup di Rp 15.880 per dolar AS.
Berikut ini  alasan kenapa dolar AS menguat dilansir dari berbagai sumber:
1. Permintan Dolar Meningkat
Ada berbagai faktor yang menyebabkan dolar AS naik, namun faktor utama yang mendasarinya adalah permintaan terhadap dolar. Jika permintaan dolar meningkat maka nilainya juga meningkat.

BACA JUGA:
Dolar AS Loyo, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.716/USD

Sebaliknya jika permintaan menurun maka nilainya pun menurun. Permintaan terhadap dolar meningkat ketika pihak internasional, seperti warga negara asing, bank sentral asing, atau lembaga keuangan asing meminta lebih banyak dolar. Permintaan terhadap dolar biasanya tinggi karena merupakan mata uang cadangan dunia.
2. Inflasi Tinggi
kenaikan inflasi AS pada Juli yang yang mematahkan tren pelandaiannya selama 12 bulan berturut-turut. Tercatat inflasi AS naik menjadi 3,2% (year on year/yoy) pada Juli 2023 atau naik dari periode sebelumnya sebesar 3% yoy.
3. Volume Perdagangan Menurun
Volume perdagangan saat ini  menurun lebih tajam, dengan impor yang turun dua kali lipat dibandingkan ekspor di negara Amerika Serikat. Efeknya negara-negara berkembang juga cenderung terkena dampak yang tidak proporsional dalam hal metrik utama lainnya: memburuknya ketersediaan kredit, berkurangnya arus masuk modal, dampak kebijakan moneter yang lebih ketat, dan penurunan pasar saham yang lebih besar.
4. Ada Rencana The Fed Naik
Dikabarkan The Federal Reserve (The Fed) akan memilih naik hal ini memberikan sentimen pada penguatan dolar.  Namun, Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% sesuai ekspektasi pasar. Namun, The Fed mengisyaratkan mereka akan tetap hawkish dan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga ke depan.
Hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) juga mengindikasikan jika kebijakan moneter yang ketat akan tetap berlanjut hingga 2024 dan akan memangkas suku bunga lebih sedikit dari indikasi sebelumnya.
Demikian alasan kenapa dolar AS menguat.
</description><content:encoded>JAKARTA- Ada  alasan kenapa dolar AS menguat mencapai level tertinggi dolar AS pada tahun ini ada di Rp 15.887 naik 1,81% dari awal tahun. Kenaikan Dollar ini membuat  mata uang sejumlah negara mengalami keterpurukan. Salah satunya Rupiah yang saat ini  ditutup di level Rp 15.873 per dolar Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA:
Rupiah Kian Melemah Lawan Dolar AS, Kini di Level Rp15.730/USD

Ini membuat mata uang Indonesia melemah 0,36% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 15.815 per dolar AS. Penutupan hari ini pun jadi level terburuk rupiah sejak 9 April 2020. Kala itu, rupiah ditutup di Rp 15.880 per dolar AS.
Berikut ini  alasan kenapa dolar AS menguat dilansir dari berbagai sumber:
1. Permintan Dolar Meningkat
Ada berbagai faktor yang menyebabkan dolar AS naik, namun faktor utama yang mendasarinya adalah permintaan terhadap dolar. Jika permintaan dolar meningkat maka nilainya juga meningkat.

BACA JUGA:
Dolar AS Loyo, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.716/USD

Sebaliknya jika permintaan menurun maka nilainya pun menurun. Permintaan terhadap dolar meningkat ketika pihak internasional, seperti warga negara asing, bank sentral asing, atau lembaga keuangan asing meminta lebih banyak dolar. Permintaan terhadap dolar biasanya tinggi karena merupakan mata uang cadangan dunia.
2. Inflasi Tinggi
kenaikan inflasi AS pada Juli yang yang mematahkan tren pelandaiannya selama 12 bulan berturut-turut. Tercatat inflasi AS naik menjadi 3,2% (year on year/yoy) pada Juli 2023 atau naik dari periode sebelumnya sebesar 3% yoy.
3. Volume Perdagangan Menurun
Volume perdagangan saat ini  menurun lebih tajam, dengan impor yang turun dua kali lipat dibandingkan ekspor di negara Amerika Serikat. Efeknya negara-negara berkembang juga cenderung terkena dampak yang tidak proporsional dalam hal metrik utama lainnya: memburuknya ketersediaan kredit, berkurangnya arus masuk modal, dampak kebijakan moneter yang lebih ketat, dan penurunan pasar saham yang lebih besar.
4. Ada Rencana The Fed Naik
Dikabarkan The Federal Reserve (The Fed) akan memilih naik hal ini memberikan sentimen pada penguatan dolar.  Namun, Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% sesuai ekspektasi pasar. Namun, The Fed mengisyaratkan mereka akan tetap hawkish dan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga ke depan.
Hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) juga mengindikasikan jika kebijakan moneter yang ketat akan tetap berlanjut hingga 2024 dan akan memangkas suku bunga lebih sedikit dari indikasi sebelumnya.
Demikian alasan kenapa dolar AS menguat.
</content:encoded></item></channel></rss>
