<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Menteri Jokowi Ini Beda Pemahaman soal Target Investasi, Ada Apa?</title><description>Menteri Bahlil Lahadalia menilai soal keputusan Menko yakni Airlangga Hartarto terkait dengan target realisasi investasi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/320/2905277/2-menteri-jokowi-ini-beda-pemahaman-soal-target-investasi-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/320/2905277/2-menteri-jokowi-ini-beda-pemahaman-soal-target-investasi-ada-apa"/><item><title>2 Menteri Jokowi Ini Beda Pemahaman soal Target Investasi, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/320/2905277/2-menteri-jokowi-ini-beda-pemahaman-soal-target-investasi-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/21/320/2905277/2-menteri-jokowi-ini-beda-pemahaman-soal-target-investasi-ada-apa</guid><pubDate>Sabtu 21 Oktober 2023 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/20/320/2905277/2-menteri-jokowi-ini-beda-pemahaman-soal-target-investasi-ada-apa-AVXtHZRZSd.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bahas soal pemahaman target investasi Menko Airlangga. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/20/320/2905277/2-menteri-jokowi-ini-beda-pemahaman-soal-target-investasi-ada-apa-AVXtHZRZSd.JPG</image><title>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bahas soal pemahaman target investasi Menko Airlangga. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNy8xLzE3MTc5Ny81L3g4b210dmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yakni Bahlil Lahadalia menilai keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yakni Airlangga Hartarto terkait dengan target realisasi investasi di tahun 2024 itu tidak jelas.

Hal yang ia tidak mengerti adalah ketidaktahuannya mengenai pertimbangan Menko Airlangga dalam menaikkan target investasi hingga Rp1.650 triliun dimana angka perhitungannya belum jelas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Target Investasi 2024 Capai Rp1.650 Triliun, Bahlil: Tahun Penuh Misteri

&quot;Tahun depan itu (investasi) Rp1.650 triliun diberikan target, sebenarnya kalian tanya ke Pak Airlangga boleh. Pak Airlangga paling jago bikin angka-angka, tapi nggak jelas juga dia dapet angka itu dari mana,&quot; kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi.

Meski demikian sebagai anak buah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bahlil tetap bertekad untuk merealisasikan target investasi tersebut jika diperintahkan oleh Jokowi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hilirisasi Banyak Libatkan Tenaga Kerja Asing? Anak Buah Bahlil Buka Suara

&quot;Saya sebagai prajurit yang diperintahkan Pak Presiden Jokowi. Saya tidak dengan Airlangga, saya cuma dengan Pak Jokowi, saya menjalankan apa yang disampaikan Pak Jokowi, karena memang Menko saya Pak Luhut, dan Presiden saya Pak Jokowi, jadi saya akan berupaya sekuat tenaga untuk melakukan hal itu &quot; tuturnya.

Sebelumnya, Menko Airlangga sempat menyampaikan mengenai pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai 5,3% di tahun 2023 ini. Kolaborasi dan sinergi dari semua pihak pun juga terus didorong terutama peran dari korporasi maupun rumah tangga.

Hasil asesmen juga menunjukan bahwa tabungan rumah tangga dan korporasi juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan di masa pandemi dan belum dioptimalkan kembali untuk ekspansi dan belanja di tahun 2023.



&amp;ldquo;Oleh karena itu konsumsi dan investasi perlu didorong di tahun 2023, dan target investasi di tahun 2023 ini 1.400 triliun rupiah, akan meningkat menjadi 1.650 triliun rupiah di tahun 2024. Nah ini bagi Indonesia untuk meredam volatilitas global yang masih berlangsung,&amp;rdquo; jelas Menko Airlangga dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.



Baca Selengkapnya: Beda Paham soal Target Investasi dengan Menko Airlangga, Ini Penjelasan Bahlil


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNy8xLzE3MTc5Ny81L3g4b210dmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yakni Bahlil Lahadalia menilai keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yakni Airlangga Hartarto terkait dengan target realisasi investasi di tahun 2024 itu tidak jelas.

Hal yang ia tidak mengerti adalah ketidaktahuannya mengenai pertimbangan Menko Airlangga dalam menaikkan target investasi hingga Rp1.650 triliun dimana angka perhitungannya belum jelas.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Target Investasi 2024 Capai Rp1.650 Triliun, Bahlil: Tahun Penuh Misteri

&quot;Tahun depan itu (investasi) Rp1.650 triliun diberikan target, sebenarnya kalian tanya ke Pak Airlangga boleh. Pak Airlangga paling jago bikin angka-angka, tapi nggak jelas juga dia dapet angka itu dari mana,&quot; kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi.

Meski demikian sebagai anak buah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bahlil tetap bertekad untuk merealisasikan target investasi tersebut jika diperintahkan oleh Jokowi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hilirisasi Banyak Libatkan Tenaga Kerja Asing? Anak Buah Bahlil Buka Suara

&quot;Saya sebagai prajurit yang diperintahkan Pak Presiden Jokowi. Saya tidak dengan Airlangga, saya cuma dengan Pak Jokowi, saya menjalankan apa yang disampaikan Pak Jokowi, karena memang Menko saya Pak Luhut, dan Presiden saya Pak Jokowi, jadi saya akan berupaya sekuat tenaga untuk melakukan hal itu &quot; tuturnya.

Sebelumnya, Menko Airlangga sempat menyampaikan mengenai pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang sudah mencapai 5,3% di tahun 2023 ini. Kolaborasi dan sinergi dari semua pihak pun juga terus didorong terutama peran dari korporasi maupun rumah tangga.

Hasil asesmen juga menunjukan bahwa tabungan rumah tangga dan korporasi juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan di masa pandemi dan belum dioptimalkan kembali untuk ekspansi dan belanja di tahun 2023.



&amp;ldquo;Oleh karena itu konsumsi dan investasi perlu didorong di tahun 2023, dan target investasi di tahun 2023 ini 1.400 triliun rupiah, akan meningkat menjadi 1.650 triliun rupiah di tahun 2024. Nah ini bagi Indonesia untuk meredam volatilitas global yang masih berlangsung,&amp;rdquo; jelas Menko Airlangga dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.



Baca Selengkapnya: Beda Paham soal Target Investasi dengan Menko Airlangga, Ini Penjelasan Bahlil


</content:encoded></item></channel></rss>
