<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Siap Impor Beras dari China, Kapan?</title><description>Perum Bulog bisa lebih tenang karena China sudah menegaskan untuk mengirim 1 juta ton beras ke Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/22/320/2906039/ri-siap-impor-beras-dari-china-kapan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/22/320/2906039/ri-siap-impor-beras-dari-china-kapan"/><item><title>RI Siap Impor Beras dari China, Kapan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/22/320/2906039/ri-siap-impor-beras-dari-china-kapan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/22/320/2906039/ri-siap-impor-beras-dari-china-kapan</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Chindya Citra Agustina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/22/320/2906039/ri-siap-impor-beras-dari-china-kapan-EtP25tYqxe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI impor beras dari China. (Foto: Bulog)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/22/320/2906039/ri-siap-impor-beras-dari-china-kapan-EtP25tYqxe.jpg</image><title>RI impor beras dari China. (Foto: Bulog)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy80LzE3MjMxMC81L3g4b3cxazc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA &amp;ndash; Perum Bulog bisa lebih tenang karena China sudah menegaskan untuk mengirim 1 juta ton beras ke Indonesia.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau Buwas mengatakan 1 juta ton beras impor akan diamankan pemerintah karena sudah ada Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Presiden Jokowi dan Presiden China Xi Jinping.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemegang KTA Berasuransi Wafat, Partai Perindo Berikan Klaim ke Ahli Waris di Cianjur

&amp;ldquo;Menyangkut itu, kemarin Pak Presiden ke sana menandatangani melalui Menteri BUMN, Pak Erick Thohir menandatangani kesepakatan kerja sama,&quot; ujar Buwas.

Komitmen ini terbentuk diakibatkan banyak negara yang menutup ekspor pangan dikarenakan cuaca ekstrem El Nino yang kini melanda dunia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Bacaleg Abdul Khaliq Ahmad Sebar 50 Ribu KTA Berasuransi Perindo di Bandung

&quot;Walaupun China sendiri penduduknya banyak dan butuh pangan juga. Tapi begitu perhatiannya, negara itu memberikan jaminan pada kita bahwa mereka menyiapkan jumlah beras yang bisa diambil Indonesia sebanyak 1 juta,&quot; kata Buwas.

Namun realisasi impor beras dari China tidak akan dieksekusi dalam waktu dekat. Hal itu karena Bulog akan menyelesaikan dahulu kontrak kuota impor 1,5juta ton dari beberapa negara seperti Vietnam, Thailand dan Kamboja.



&quot;Dengan kesepakatan Pak Presiden Joko Widodo dan Pak Erick (Menteri BUMN Erick Thohir) di sana kemarin kita aman kuota beras dari China itu. Tapi, itu nanti terakhir lah kita realisasikan, ketika kita tidak bisa ambil dari negara lain,&quot; kata Buwas.






&amp;nbsp;
Baca Selengkapnya: 3 Fakta Presiden Xi Jinping Langsung Kirim 1 Juta Ton Beras ke Indonesia








</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xNy80LzE3MjMxMC81L3g4b3cxazc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA &amp;ndash; Perum Bulog bisa lebih tenang karena China sudah menegaskan untuk mengirim 1 juta ton beras ke Indonesia.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau Buwas mengatakan 1 juta ton beras impor akan diamankan pemerintah karena sudah ada Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Presiden Jokowi dan Presiden China Xi Jinping.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemegang KTA Berasuransi Wafat, Partai Perindo Berikan Klaim ke Ahli Waris di Cianjur

&amp;ldquo;Menyangkut itu, kemarin Pak Presiden ke sana menandatangani melalui Menteri BUMN, Pak Erick Thohir menandatangani kesepakatan kerja sama,&quot; ujar Buwas.

Komitmen ini terbentuk diakibatkan banyak negara yang menutup ekspor pangan dikarenakan cuaca ekstrem El Nino yang kini melanda dunia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Bacaleg Abdul Khaliq Ahmad Sebar 50 Ribu KTA Berasuransi Perindo di Bandung

&quot;Walaupun China sendiri penduduknya banyak dan butuh pangan juga. Tapi begitu perhatiannya, negara itu memberikan jaminan pada kita bahwa mereka menyiapkan jumlah beras yang bisa diambil Indonesia sebanyak 1 juta,&quot; kata Buwas.

Namun realisasi impor beras dari China tidak akan dieksekusi dalam waktu dekat. Hal itu karena Bulog akan menyelesaikan dahulu kontrak kuota impor 1,5juta ton dari beberapa negara seperti Vietnam, Thailand dan Kamboja.



&quot;Dengan kesepakatan Pak Presiden Joko Widodo dan Pak Erick (Menteri BUMN Erick Thohir) di sana kemarin kita aman kuota beras dari China itu. Tapi, itu nanti terakhir lah kita realisasikan, ketika kita tidak bisa ambil dari negara lain,&quot; kata Buwas.






&amp;nbsp;
Baca Selengkapnya: 3 Fakta Presiden Xi Jinping Langsung Kirim 1 Juta Ton Beras ke Indonesia








</content:encoded></item></channel></rss>
