<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan IKN dengan Tony Blair</title><description>Menteri Suharso Monoarfa membahas potensi kerja sama dalam pengembangan kota di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Tony Blair.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/22/470/2905895/ri-buka-peluang-kerja-sama-pengembangan-ikn-dengan-tony-blair</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/22/470/2905895/ri-buka-peluang-kerja-sama-pengembangan-ikn-dengan-tony-blair"/><item><title>RI Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan IKN dengan Tony Blair</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/22/470/2905895/ri-buka-peluang-kerja-sama-pengembangan-ikn-dengan-tony-blair</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/22/470/2905895/ri-buka-peluang-kerja-sama-pengembangan-ikn-dengan-tony-blair</guid><pubDate>Minggu 22 Oktober 2023 10:01 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/22/470/2905895/ri-buka-peluang-kerja-sama-pengembangan-ikn-dengan-tony-blair-RKCtfSnyxC.jfif" expression="full" type="image/jpeg">RI buka peluang kerja sama IKN dengan Tony Blair. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/22/470/2905895/ri-buka-peluang-kerja-sama-pengembangan-ikn-dengan-tony-blair-RKCtfSnyxC.jfif</image><title>RI buka peluang kerja sama IKN dengan Tony Blair. (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy80LzE3MTU4NC81L3g4b2h3Mnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa membahas potensi kerja sama dalam pengembangan kota di Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Suharso mengatakan, salah satu konsep pengembangan kota yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah Taman Nusantara.

BACA JUGA:
Komitmen Ganjar dan Mahfud Melanjutkan Pembangunan IKN Nusantara

&quot;Taman ini nantinya akan menjadi tempat konservasi dan pelestarian flora dan fauna lokal serta seluruh Indonesia dengan memanfaatkan teknologi canggih untuk menampilkan beragam habitat di satu kota,&quot; kata Suharso dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (22/10/2023).

Suharso menjelaskan hal tersebut akan diwujudkan sebagai representasi dari keanekaragaman hayati dan kekayaan budaya Indonesia, yang disajikan dalam konteks modern untuk menjadi ikon nasional yang patut dicontoh oleh kota-kota lain.

BACA JUGA:
Dukungan Publik terhadap Pembangunan IKN Nusantara Meningkat

Lebih lanjut Suharso menerangkan, taman semacam ini akan menjadi penelitian dan ilmu pengetahuan tentang kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan berkontribusi pada komunitas internasional.
&quot;Pengembangan taman sangat penting untuk mengatasi isu perubahan iklim di Kalimantan, tempat di mana IKN berada. Pulau ini dikenal sebagai pulau yang memiliki banyak hutan peranti yang penting dalam menyerap emisi gas rumah kaca serta penting bagi kelangsungan hidup manusia,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Potensi Investasi Proyek IKN Nusantara Mulai Dilirik Pengusaha Hong Kong


Namun dalam mengembangkan IKN, Suharso menekankan perlunya kajian secara matang agar keberadaan taman atau kebun tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara optimal bukan hanya untuk tanaman hijau namun bagi ekosistem dan pengelolaan udara.



&quot;Kami meyakini keberadaan kota spons diharapkan dapat menciptakan kawasan perkotaan dengan sistem perairan yang melingkari dan berperan seperti spons yang menyerap air hujan, menyaringnya secara alami, dan membuang udara tersebut ke bendungan, saluran air, dan akuifer,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy80LzE3MTU4NC81L3g4b2h3Mnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa membahas potensi kerja sama dalam pengembangan kota di Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Suharso mengatakan, salah satu konsep pengembangan kota yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah Taman Nusantara.

BACA JUGA:
Komitmen Ganjar dan Mahfud Melanjutkan Pembangunan IKN Nusantara

&quot;Taman ini nantinya akan menjadi tempat konservasi dan pelestarian flora dan fauna lokal serta seluruh Indonesia dengan memanfaatkan teknologi canggih untuk menampilkan beragam habitat di satu kota,&quot; kata Suharso dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (22/10/2023).

Suharso menjelaskan hal tersebut akan diwujudkan sebagai representasi dari keanekaragaman hayati dan kekayaan budaya Indonesia, yang disajikan dalam konteks modern untuk menjadi ikon nasional yang patut dicontoh oleh kota-kota lain.

BACA JUGA:
Dukungan Publik terhadap Pembangunan IKN Nusantara Meningkat

Lebih lanjut Suharso menerangkan, taman semacam ini akan menjadi penelitian dan ilmu pengetahuan tentang kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan berkontribusi pada komunitas internasional.
&quot;Pengembangan taman sangat penting untuk mengatasi isu perubahan iklim di Kalimantan, tempat di mana IKN berada. Pulau ini dikenal sebagai pulau yang memiliki banyak hutan peranti yang penting dalam menyerap emisi gas rumah kaca serta penting bagi kelangsungan hidup manusia,&quot; ujarnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Potensi Investasi Proyek IKN Nusantara Mulai Dilirik Pengusaha Hong Kong


Namun dalam mengembangkan IKN, Suharso menekankan perlunya kajian secara matang agar keberadaan taman atau kebun tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara optimal bukan hanya untuk tanaman hijau namun bagi ekosistem dan pengelolaan udara.



&quot;Kami meyakini keberadaan kota spons diharapkan dapat menciptakan kawasan perkotaan dengan sistem perairan yang melingkari dan berperan seperti spons yang menyerap air hujan, menyaringnya secara alami, dan membuang udara tersebut ke bendungan, saluran air, dan akuifer,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
