<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Himpun Dana dari Surat Utang Rp105,13 Triliun</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penghimpunan dana dari penerbitan surat utang mencapai Rp105,13 triliun per 20 Oktober 2023.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/278/2906305/bei-himpun-dana-dari-surat-utang-rp105-13-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/278/2906305/bei-himpun-dana-dari-surat-utang-rp105-13-triliun"/><item><title>BEI Himpun Dana dari Surat Utang Rp105,13 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/278/2906305/bei-himpun-dana-dari-surat-utang-rp105-13-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/278/2906305/bei-himpun-dana-dari-surat-utang-rp105-13-triliun</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/278/2906305/bei-himpun-dana-dari-surat-utang-rp105-13-triliun-yJrj9jU7h3.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BEI kumpulkan dana surat utang. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/278/2906305/bei-himpun-dana-dari-surat-utang-rp105-13-triliun-yJrj9jU7h3.JPG</image><title>BEI kumpulkan dana surat utang. (Foto: Freepik)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penghimpunan dana dari penerbitan surat utang mencapai Rp105,13 triliun per 20 Oktober 2023.

Angka tersebut berasal dari 56 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan total 95 emisi yang terdaftar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Pantau Ketat Saham Galva Technologies (GLVA)

Dana surat utang yang terkumpul meningkat 7,05 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang bernilai Rp98,20 triliun.

Seiring banyaknya perusahaan tercatat yang memilih pendanaan melalui penerbitan obligasi atau sukuk, angka tersebut berpeluang semakin besar. Pasalnya terdapat puluhan penerbit yang berada dalam antrean.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Catat 27 Perusahaan Antre Listing di Pasar Modal

&quot;Sampai dengan 20 Oktober 2023, terdapat 13 emisi dari 10 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline (antrean),&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, Jumat, 20 Oktober 2023.

Dari jumlah tersebut, sektor keuangan mendominasi pipeline sebanyak 5 perusahaan, disusul 2 emiten dari sektor energi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

IHSG Awal Pekan Berpotensi Menguat ke 6.920, Cek Saham Pilihannya

Selanjutnya terdapat 1 penerbit masing-masing diwakili sektor bahan baku atau basic materials, konsumer nonsiklikaL, dan properti-real estate.



Sebagai catatan bahwa sepanjang pekan yang berakhir 20 Oktober, terdapat 1 pencatatan obligasi di pasar modal, yakni PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV SMRA Tahap II tahun 2023 dengan nilai nominal Rp900 miliar.



PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan rating idA+ atau Single A Plus untuk obligasi ini. Yang bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penghimpunan dana dari penerbitan surat utang mencapai Rp105,13 triliun per 20 Oktober 2023.

Angka tersebut berasal dari 56 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan total 95 emisi yang terdaftar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Pantau Ketat Saham Galva Technologies (GLVA)

Dana surat utang yang terkumpul meningkat 7,05 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang bernilai Rp98,20 triliun.

Seiring banyaknya perusahaan tercatat yang memilih pendanaan melalui penerbitan obligasi atau sukuk, angka tersebut berpeluang semakin besar. Pasalnya terdapat puluhan penerbit yang berada dalam antrean.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Catat 27 Perusahaan Antre Listing di Pasar Modal

&quot;Sampai dengan 20 Oktober 2023, terdapat 13 emisi dari 10 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline (antrean),&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, Jumat, 20 Oktober 2023.

Dari jumlah tersebut, sektor keuangan mendominasi pipeline sebanyak 5 perusahaan, disusul 2 emiten dari sektor energi.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

IHSG Awal Pekan Berpotensi Menguat ke 6.920, Cek Saham Pilihannya

Selanjutnya terdapat 1 penerbit masing-masing diwakili sektor bahan baku atau basic materials, konsumer nonsiklikaL, dan properti-real estate.



Sebagai catatan bahwa sepanjang pekan yang berakhir 20 Oktober, terdapat 1 pencatatan obligasi di pasar modal, yakni PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV SMRA Tahap II tahun 2023 dengan nilai nominal Rp900 miliar.



PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan rating idA+ atau Single A Plus untuk obligasi ini. Yang bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).</content:encoded></item></channel></rss>
