<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Korsel Garap Proyek LRT Bali, Kapan Mulai Dibangun?</title><description>LRT Bali berencana dibangun oleh Konsorsium Korea Selatan (Korsel).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906452/investor-korsel-garap-proyek-lrt-bali-kapan-mulai-dibangun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906452/investor-korsel-garap-proyek-lrt-bali-kapan-mulai-dibangun"/><item><title>Investor Korsel Garap Proyek LRT Bali, Kapan Mulai Dibangun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906452/investor-korsel-garap-proyek-lrt-bali-kapan-mulai-dibangun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906452/investor-korsel-garap-proyek-lrt-bali-kapan-mulai-dibangun</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/320/2906452/investor-korsel-garap-proyek-lrt-bali-kapan-mulai-dibangun-lotxYykEq3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">LRT Bali Bakal Dibangun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/320/2906452/investor-korsel-garap-proyek-lrt-bali-kapan-mulai-dibangun-lotxYykEq3.jpg</image><title>LRT Bali Bakal Dibangun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi80LzE3MTUzMS81L3g4b2d3MnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Proyek Light Rail Transit (LRT) Bali berencana dibangun oleh Konsorsium Korea Selatan (Korsel). Perusahaan tergabung dalam konsorsium yakni Korea Railroad Corporation (Korail), KRC Co. Ltd., Saman Co. Ltd, dan Dongmyeong Co. Ltd.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati menyatakan, Konsorsium Korea Selatan sudah melakukan feasibility study atau studi kelayakan terkait mega proyek tersebut.

BACA JUGA:
Harga Tiket LRT Jabodebek Turun Lagi Jadi Maksimal Rp10.000

Dalam Kajian itu, konsorsium melihat aspek legalitas, teknis, pemasaran, sosial-ekonomi, maupun manajemen dan keuangan dari LRT Bali. Adita sendiri tidak membeberkan lebih jauh tahapan atau hasil dari feasibility study.
&quot;LRT Bali sudah dilakukan studi oleh konsorsium Korea Selatan,&quot; ujar Adita saat hubungi MNC Portal, Senin (23/10/2023).

BACA JUGA:
28 Perjalanan LRT Jabodebek Dibatalkan karena Ada Perawatan, Menhub Beri Penjelasan Ini

Terkait skema pendanaan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan kementerian teknis masih melakukan pembahasan, sehingga saat ini belum ditetapkan skema pembiayaan apa yang nantinya dipilih otoritas.Pernyataan itu sekaligus menegaskan kabar bahwa Korea Selatan juga ikut mendanai pembangunan fase pertama LRT Bali.
&quot;Tapi terkait skema pendanaan masih belum ditetapkan, masih dalam pembahasan,&quot; paparnya.
Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan LRT Bali akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama pembangunan LRT Bali akan dimulai dari Bandara Ngurah Rai hingga wilayah Seminyak.
Sedangkan untuk pembangunan LRT Bali tahap II, Suharso belum memberi penjelasan mengenai rutenya adn seberapa panjang lintasan yang akan dibangun.
Suharso menyampaikan, proyek LRT Bali ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun. Sementara, groundbreaking direncanakan dilakukan pada 2024 mendatang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi80LzE3MTUzMS81L3g4b2d3MnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Proyek Light Rail Transit (LRT) Bali berencana dibangun oleh Konsorsium Korea Selatan (Korsel). Perusahaan tergabung dalam konsorsium yakni Korea Railroad Corporation (Korail), KRC Co. Ltd., Saman Co. Ltd, dan Dongmyeong Co. Ltd.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati menyatakan, Konsorsium Korea Selatan sudah melakukan feasibility study atau studi kelayakan terkait mega proyek tersebut.

BACA JUGA:
Harga Tiket LRT Jabodebek Turun Lagi Jadi Maksimal Rp10.000

Dalam Kajian itu, konsorsium melihat aspek legalitas, teknis, pemasaran, sosial-ekonomi, maupun manajemen dan keuangan dari LRT Bali. Adita sendiri tidak membeberkan lebih jauh tahapan atau hasil dari feasibility study.
&quot;LRT Bali sudah dilakukan studi oleh konsorsium Korea Selatan,&quot; ujar Adita saat hubungi MNC Portal, Senin (23/10/2023).

BACA JUGA:
28 Perjalanan LRT Jabodebek Dibatalkan karena Ada Perawatan, Menhub Beri Penjelasan Ini

Terkait skema pendanaan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan kementerian teknis masih melakukan pembahasan, sehingga saat ini belum ditetapkan skema pembiayaan apa yang nantinya dipilih otoritas.Pernyataan itu sekaligus menegaskan kabar bahwa Korea Selatan juga ikut mendanai pembangunan fase pertama LRT Bali.
&quot;Tapi terkait skema pendanaan masih belum ditetapkan, masih dalam pembahasan,&quot; paparnya.
Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan LRT Bali akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama pembangunan LRT Bali akan dimulai dari Bandara Ngurah Rai hingga wilayah Seminyak.
Sedangkan untuk pembangunan LRT Bali tahap II, Suharso belum memberi penjelasan mengenai rutenya adn seberapa panjang lintasan yang akan dibangun.
Suharso menyampaikan, proyek LRT Bali ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun. Sementara, groundbreaking direncanakan dilakukan pada 2024 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
