<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah Nyaris Rp16.000/USD Jelang Prabowo-Gibran Daftarkan Diri ke KPU</title><description>Nilai tukar Rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906783/rupiah-melemah-nyaris-rp16-000-usd-jelang-prabowo-gibran-daftarkan-diri-ke-kpu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906783/rupiah-melemah-nyaris-rp16-000-usd-jelang-prabowo-gibran-daftarkan-diri-ke-kpu"/><item><title>Rupiah Melemah Nyaris Rp16.000/USD Jelang Prabowo-Gibran Daftarkan Diri ke KPU</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906783/rupiah-melemah-nyaris-rp16-000-usd-jelang-prabowo-gibran-daftarkan-diri-ke-kpu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906783/rupiah-melemah-nyaris-rp16-000-usd-jelang-prabowo-gibran-daftarkan-diri-ke-kpu</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/320/2906783/rupiah-melemah-nyaris-rp16-000-usd-jelang-prabowo-gibran-daftarkan-diri-ke-kpu-luqRpSPUqU.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penyebab nilai tukar rupiah melemah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/320/2906783/rupiah-melemah-nyaris-rp16-000-usd-jelang-prabowo-gibran-daftarkan-diri-ke-kpu-luqRpSPUqU.jpeg</image><title>Penyebab nilai tukar rupiah melemah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjYyMy81L3g4cDE5a3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pengamat Kebijakan Publik Emrus Sihombing menyoroti adanya fenomena pelemahan rupiah yang hampir tembus Rp16.000/USD jelang pendaftaran Capres - Cawapres pasangan Prabowo Subianto dan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Emrus menilai fenomena makro ekonomi itu tidak bisa lepas dari kondisi politik disuatu negara. Karena menurut perekonomian suatu negara juga hasil campur tangan kebijakan politik para pemangku kepentingan.

BACA JUGA:
Rupiah Kian Melemah Nyaris Rp16.000/USD Gegara Perang Israel hingga The Fed


&quot;Tidak ada fenomena ekonomi ini berdiri sendiri, ada unsur politik juga, artinya dengan kenaikan kurs rupiah tidak bisa dilepaskan dari fenomena politik suatu negara,&quot; kata Emrus saat dihubungi MNC Portal, Senin (23/10/2023).
&quot;Saya melihat perlu ada yang dibenahi, misalnya putusan MK itu tidak sejalan dengan Pancasila, bagaimana dunia internasional akan memperhatikan itu. Misalnya diberikan previlage terhadap kepala daerah yang di bawah 40 tahun, misal pencalonan Gibran,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Rupiah Nyaris Rp16.000 per USD, Ternyata Ini Biang Keroknya


Di satu sisi Emrus menilai di tengah usia Gibran yang masih di bawah 40 tahun masih memiliki sedikit pengalaman dalam mengurus permasalahan ekonomi. Terlebih jika dilihat dari jam terbang sebagai kepala daerah atau Walikota Solo yang kurang lebih hanya 3 tahun.
&quot;Ganjar punya pengalaman lebih lama menjadi kepala daerah, sudah jelas Ganjar punya pengalaman 10 tahun lebih. Gibran kan masih anak kemarin,&quot; kata Emrus.
Sebelumnya Rupiah kembali ditutup melemah melemah -0,38% di level  Rp15.965/USD pada penutupan pasar sore ini, Senin (23/10/2023). Hal itu  dipengaruhi oleh inflasi Amerika Serikat yang hingga saat ini belum  mencapai targetnya.
Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan  kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia memiliki dampak yang signifikan  terhadap perekonomian, terutama dalam konteks konsumsi dan inflasi.  Dari sisi permintaan masyarakat akan terpengaruh oleh kenaikan suku  bunga, mengingat bahwa hal ini membuat pinjaman menjadi lebih mahal.  Akibatnya, daya beli masyarakat kemungkinan akan menurun.
&quot;Kenaikan ini akan mendorong biaya produksi perusahaan menjadi lebih  tinggi, karena mereka harus membayar bunga yang lebih tinggi untuk  pinjaman mereka. Sebagai akibatnya, perusahaan dapat mengalami penurunan  keuntungan mereka,&quot; kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy8xLzE3MjYyMy81L3g4cDE5a3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Nilai tukar Rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pengamat Kebijakan Publik Emrus Sihombing menyoroti adanya fenomena pelemahan rupiah yang hampir tembus Rp16.000/USD jelang pendaftaran Capres - Cawapres pasangan Prabowo Subianto dan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Emrus menilai fenomena makro ekonomi itu tidak bisa lepas dari kondisi politik disuatu negara. Karena menurut perekonomian suatu negara juga hasil campur tangan kebijakan politik para pemangku kepentingan.

BACA JUGA:
Rupiah Kian Melemah Nyaris Rp16.000/USD Gegara Perang Israel hingga The Fed


&quot;Tidak ada fenomena ekonomi ini berdiri sendiri, ada unsur politik juga, artinya dengan kenaikan kurs rupiah tidak bisa dilepaskan dari fenomena politik suatu negara,&quot; kata Emrus saat dihubungi MNC Portal, Senin (23/10/2023).
&quot;Saya melihat perlu ada yang dibenahi, misalnya putusan MK itu tidak sejalan dengan Pancasila, bagaimana dunia internasional akan memperhatikan itu. Misalnya diberikan previlage terhadap kepala daerah yang di bawah 40 tahun, misal pencalonan Gibran,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Rupiah Nyaris Rp16.000 per USD, Ternyata Ini Biang Keroknya


Di satu sisi Emrus menilai di tengah usia Gibran yang masih di bawah 40 tahun masih memiliki sedikit pengalaman dalam mengurus permasalahan ekonomi. Terlebih jika dilihat dari jam terbang sebagai kepala daerah atau Walikota Solo yang kurang lebih hanya 3 tahun.
&quot;Ganjar punya pengalaman lebih lama menjadi kepala daerah, sudah jelas Ganjar punya pengalaman 10 tahun lebih. Gibran kan masih anak kemarin,&quot; kata Emrus.
Sebelumnya Rupiah kembali ditutup melemah melemah -0,38% di level  Rp15.965/USD pada penutupan pasar sore ini, Senin (23/10/2023). Hal itu  dipengaruhi oleh inflasi Amerika Serikat yang hingga saat ini belum  mencapai targetnya.
Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan  kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia memiliki dampak yang signifikan  terhadap perekonomian, terutama dalam konteks konsumsi dan inflasi.  Dari sisi permintaan masyarakat akan terpengaruh oleh kenaikan suku  bunga, mengingat bahwa hal ini membuat pinjaman menjadi lebih mahal.  Akibatnya, daya beli masyarakat kemungkinan akan menurun.
&quot;Kenaikan ini akan mendorong biaya produksi perusahaan menjadi lebih  tinggi, karena mereka harus membayar bunga yang lebih tinggi untuk  pinjaman mereka. Sebagai akibatnya, perusahaan dapat mengalami penurunan  keuntungan mereka,&quot; kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.</content:encoded></item></channel></rss>
