<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras di Jakarta Turun, Partai Perindo Apresiasi Upaya Pemprov DKI</title><description>Harga beras di wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906842/harga-beras-di-jakarta-turun-partai-perindo-apresiasi-upaya-pemprov-dki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906842/harga-beras-di-jakarta-turun-partai-perindo-apresiasi-upaya-pemprov-dki"/><item><title>Harga Beras di Jakarta Turun, Partai Perindo Apresiasi Upaya Pemprov DKI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906842/harga-beras-di-jakarta-turun-partai-perindo-apresiasi-upaya-pemprov-dki</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906842/harga-beras-di-jakarta-turun-partai-perindo-apresiasi-upaya-pemprov-dki</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 19:56 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/320/2906842/harga-beras-di-jakarta-turun-partai-perindo-apresiasi-upaya-pemprov-dki-HrPpRUe0o9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga beras di Jakarta alami penurunan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/320/2906842/harga-beras-di-jakarta-turun-partai-perindo-apresiasi-upaya-pemprov-dki-HrPpRUe0o9.jpg</image><title>Harga beras di Jakarta alami penurunan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMy80LzE3MjExMy81L3g4b3NtdDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras di wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan. Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI dalam menstabilkan harga beras.
Sebagaimana diketahui, harga beras yang sempat menyentuh angka Rp15.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp13.000 per kilogram. Bahkan, sudah sampai ke titik terendah yaitu Rp11.000 per kilogram.

BACA JUGA:
Stabilkan Harga Beras di Tengah El Nino, Caranya?


&quot;Partai Perindo tentu memberikan apresiasi atas kinerja Pemprov DKI yang berhasil menekan. Bahkan, menurunkan harga beras ke level Rp11.000 per kilogram. Ini pencapaian luar biasa,&quot; ujar Yerry kepada wartawan, Senin (23/10/2023).
Yerry-- yang maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Utara ini -- mengatakan keberhasilan Pemprov DKI menekan laju kenaikan harga beras hendaknya dapat ditiru oleh Pemerintah Provinsi lainnya.

BACA JUGA:
Harga Beras dan BBM Bisa Makin Mahal jika Rupiah Tembus Rp16.100/USD


&quot;Apa yang dilakukan oleh Pemprov DKI seharusnya dapat juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi lainnya. Harga beras dapat dikendalikan, bahkan diturunkan. Apalagi Pemerintah Pusat juga mendukung dengan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan),&quot; pungkas Yerry.
Seperti diberitakan, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menekan harga  beras yang tengah mengalami kenaikan menjadi Rp15.000 per kg sejak  beberapa bulan terakhir.
Menurut Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan, Kalautan dan Pertanian  (KPKP) DKI, Suharini Eliawati menjelaskan, pihaknya sudah berupaya  menekan angka kenaikan harga beras.
&quot;Ada di 450 gerai pasar-pasar yang menjual dalam kemasan 5 Kg beras  SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan). Harga eceran tertinggi  (HET)-nya itu ada di angka Rp10.900,&quot; kata Eli, Minggu (22/10/2023)</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMy80LzE3MjExMy81L3g4b3NtdDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras di wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan. Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI dalam menstabilkan harga beras.
Sebagaimana diketahui, harga beras yang sempat menyentuh angka Rp15.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp13.000 per kilogram. Bahkan, sudah sampai ke titik terendah yaitu Rp11.000 per kilogram.

BACA JUGA:
Stabilkan Harga Beras di Tengah El Nino, Caranya?


&quot;Partai Perindo tentu memberikan apresiasi atas kinerja Pemprov DKI yang berhasil menekan. Bahkan, menurunkan harga beras ke level Rp11.000 per kilogram. Ini pencapaian luar biasa,&quot; ujar Yerry kepada wartawan, Senin (23/10/2023).
Yerry-- yang maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Utara ini -- mengatakan keberhasilan Pemprov DKI menekan laju kenaikan harga beras hendaknya dapat ditiru oleh Pemerintah Provinsi lainnya.

BACA JUGA:
Harga Beras dan BBM Bisa Makin Mahal jika Rupiah Tembus Rp16.100/USD


&quot;Apa yang dilakukan oleh Pemprov DKI seharusnya dapat juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi lainnya. Harga beras dapat dikendalikan, bahkan diturunkan. Apalagi Pemerintah Pusat juga mendukung dengan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan),&quot; pungkas Yerry.
Seperti diberitakan, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menekan harga  beras yang tengah mengalami kenaikan menjadi Rp15.000 per kg sejak  beberapa bulan terakhir.
Menurut Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan, Kalautan dan Pertanian  (KPKP) DKI, Suharini Eliawati menjelaskan, pihaknya sudah berupaya  menekan angka kenaikan harga beras.
&quot;Ada di 450 gerai pasar-pasar yang menjual dalam kemasan 5 Kg beras  SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan). Harga eceran tertinggi  (HET)-nya itu ada di angka Rp10.900,&quot; kata Eli, Minggu (22/10/2023)</content:encoded></item></channel></rss>
