<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Anjlok Dekati Rp16.000/USD, Sri Mulyani Lapor ke Jokowi</title><description>Presiden Jokowi menerima laporan terbaru kondisi ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906847/rupiah-anjlok-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-lapor-ke-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906847/rupiah-anjlok-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-lapor-ke-jokowi"/><item><title>Rupiah Anjlok Dekati Rp16.000/USD, Sri Mulyani Lapor ke Jokowi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906847/rupiah-anjlok-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-lapor-ke-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/320/2906847/rupiah-anjlok-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-lapor-ke-jokowi</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/320/2906847/rupiah-anjlok-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-lapor-ke-jokowi-R5nwEboudp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penyebab nilai tukar rupiah melemah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/320/2906847/rupiah-anjlok-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-lapor-ke-jokowi-R5nwEboudp.jpeg</image><title>Penyebab nilai tukar rupiah melemah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi menerima laporan terbaru kondisi ekonomi global. Termasuk pelemahan nilai tukar Rupiah yang mendekati Rp16.000 per USD.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua OJK Mahendra Siregar dan Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa barusan menghadap ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan laporan saat menghadiri annual meeting World Bank dan G20 Menteri Keuangan, Bank Sentral yang dilakukan di Marrakesh.

BACA JUGA:
Rupiah Melemah Nyaris Rp16.000/USD Jelang Prabowo-Gibran Daftarkan Diri ke KPU

&quot;Ini untuk memberikan update pada Bapak Presiden situasi terkini dan situasi yang terus berkembang dalam perekonomian global, pasar keuangan dan tantangan-tantangan yang terus kita antisipasi dan kita harus hadapi pada bulan-bulan depan dan tahun mendatang,&quot; ujar Sri di Jakarta, Senin (23/10/2023).
Dia juga menyampaikan bahwa koordinasi kebijakan fiskal yaitu di bawah Kemenkeu yakni APBN, dengan kebijakan moneter di bawah Gubernur BI akan terus disinkronkan dan diharmoniskan.

BACA JUGA:
Biaya Sekolah Pengacara Bisa Tembus Ratusan Juta Rupiah

&quot;Karena tantangan untuk menjaga stabilitas ekonomi menjaga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga pada kisaran 5%. Kita tahu bahwa dinamikanya sangat tinggi saat ini dengan pergerakan dolar yang makin menguat kenaikan suku bunga yang sangat tinggi di AS, di Eropa dan pelemahan dari ekonomi China semuanya memberikan imbas yang harus kita antisipasi,&quot; tegas Sri.
Oleh karena itu, dia menyebut baik sisi fiskal dan moneter akan terus berkoodinasi secara sinkron, harmonis, tentu juga harus saling melakukan penyesuaian.
&quot;Kita menggunakan dari mulai instrumen yang ada di market, maupun dari sisi komunikasi kebijakan yang akan kita terus lakukan bersama-sama antara BI dan Kemenkeu. Ini nanti masih akan di follow-up, ketiga dari sektor keuangan kita akan pantau terus stabilitas dari sektor keuangan, perbankan maupun pasar modal dan juga lembaga keuangan bukan bank,&quot; sambung Sri.Dia juga menyebut termasuk pergerakan capital flow, baik itu yang  'in'/masuk di surat berharga negara dan juga maupun di saham dan juga  'out'/keluar kalau sedang mengalami penarikan capital.
&quot;Terutama merespons kebijakan di AS kita terus waspadai. KSSK akan  berkumpul pada akhir bulan ini sesuai dengan waktu berkumpul atau rapat  berkala dan nanti kita akan terus melakukan secara teliti berbagai  kondisi sektor keuangan termasuk kita terus melakukan berbagai stress  test untuk meyakinkan bahwa sektor keuangan akan baik,&quot; sambung Sri.
Terakhir, pada Jokowi, pihaknya menyampaikan bahwa untuk merespons  kondisi sektor riil agar tetap terjaga inflasi tetap terjaga, nilai  tukar maupun stabilitas sistem keuangan semua terjaga akan dilakukan  berbagai langkah untuk terus mengamankan.
&quot;Ada adjustment pasti, namun itu dalam konteks untuk terus menjaga  stabilitas, pertumbuhan ekonomi untuk terus sustainable. Untuk itu kami  sedang menyiapkan berbagai langkah-langkah paket kebijakan agar sektor  riil tetap terjaga masyarakat terutama kelompok menengah bawah, daya  belinya di dalam menghadapi El Nino tetap juga didukung melalui  instrumen yang akan kita segera rumuskan,&quot; jelas Sri.
Jadi itu semua adalah hal yang mereka sampaikan pada Jokowi sebagai  oleh-oleh, sesudah Sri dan Perry berdua bertemu dengan berbagai Menkeu  baik pada G20 maupun annual meeting World Bank.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi menerima laporan terbaru kondisi ekonomi global. Termasuk pelemahan nilai tukar Rupiah yang mendekati Rp16.000 per USD.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua OJK Mahendra Siregar dan Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa barusan menghadap ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan laporan saat menghadiri annual meeting World Bank dan G20 Menteri Keuangan, Bank Sentral yang dilakukan di Marrakesh.

BACA JUGA:
Rupiah Melemah Nyaris Rp16.000/USD Jelang Prabowo-Gibran Daftarkan Diri ke KPU

&quot;Ini untuk memberikan update pada Bapak Presiden situasi terkini dan situasi yang terus berkembang dalam perekonomian global, pasar keuangan dan tantangan-tantangan yang terus kita antisipasi dan kita harus hadapi pada bulan-bulan depan dan tahun mendatang,&quot; ujar Sri di Jakarta, Senin (23/10/2023).
Dia juga menyampaikan bahwa koordinasi kebijakan fiskal yaitu di bawah Kemenkeu yakni APBN, dengan kebijakan moneter di bawah Gubernur BI akan terus disinkronkan dan diharmoniskan.

BACA JUGA:
Biaya Sekolah Pengacara Bisa Tembus Ratusan Juta Rupiah

&quot;Karena tantangan untuk menjaga stabilitas ekonomi menjaga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga pada kisaran 5%. Kita tahu bahwa dinamikanya sangat tinggi saat ini dengan pergerakan dolar yang makin menguat kenaikan suku bunga yang sangat tinggi di AS, di Eropa dan pelemahan dari ekonomi China semuanya memberikan imbas yang harus kita antisipasi,&quot; tegas Sri.
Oleh karena itu, dia menyebut baik sisi fiskal dan moneter akan terus berkoodinasi secara sinkron, harmonis, tentu juga harus saling melakukan penyesuaian.
&quot;Kita menggunakan dari mulai instrumen yang ada di market, maupun dari sisi komunikasi kebijakan yang akan kita terus lakukan bersama-sama antara BI dan Kemenkeu. Ini nanti masih akan di follow-up, ketiga dari sektor keuangan kita akan pantau terus stabilitas dari sektor keuangan, perbankan maupun pasar modal dan juga lembaga keuangan bukan bank,&quot; sambung Sri.Dia juga menyebut termasuk pergerakan capital flow, baik itu yang  'in'/masuk di surat berharga negara dan juga maupun di saham dan juga  'out'/keluar kalau sedang mengalami penarikan capital.
&quot;Terutama merespons kebijakan di AS kita terus waspadai. KSSK akan  berkumpul pada akhir bulan ini sesuai dengan waktu berkumpul atau rapat  berkala dan nanti kita akan terus melakukan secara teliti berbagai  kondisi sektor keuangan termasuk kita terus melakukan berbagai stress  test untuk meyakinkan bahwa sektor keuangan akan baik,&quot; sambung Sri.
Terakhir, pada Jokowi, pihaknya menyampaikan bahwa untuk merespons  kondisi sektor riil agar tetap terjaga inflasi tetap terjaga, nilai  tukar maupun stabilitas sistem keuangan semua terjaga akan dilakukan  berbagai langkah untuk terus mengamankan.
&quot;Ada adjustment pasti, namun itu dalam konteks untuk terus menjaga  stabilitas, pertumbuhan ekonomi untuk terus sustainable. Untuk itu kami  sedang menyiapkan berbagai langkah-langkah paket kebijakan agar sektor  riil tetap terjaga masyarakat terutama kelompok menengah bawah, daya  belinya di dalam menghadapi El Nino tetap juga didukung melalui  instrumen yang akan kita segera rumuskan,&quot; jelas Sri.
Jadi itu semua adalah hal yang mereka sampaikan pada Jokowi sebagai  oleh-oleh, sesudah Sri dan Perry berdua bertemu dengan berbagai Menkeu  baik pada G20 maupun annual meeting World Bank.</content:encoded></item></channel></rss>
