<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Besi dan Baja Kecipratan Cuan Berkat Proyek IKN</title><description>Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IIAS) menyebut industri besi dan baja Indonesia akan mengalami pertumbuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/470/2906739/industri-besi-dan-baja-kecipratan-cuan-berkat-proyek-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/470/2906739/industri-besi-dan-baja-kecipratan-cuan-berkat-proyek-ikn"/><item><title>Industri Besi dan Baja Kecipratan Cuan Berkat Proyek IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/470/2906739/industri-besi-dan-baja-kecipratan-cuan-berkat-proyek-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/23/470/2906739/industri-besi-dan-baja-kecipratan-cuan-berkat-proyek-ikn</guid><pubDate>Senin 23 Oktober 2023 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/23/470/2906739/industri-besi-dan-baja-kecipratan-cuan-berkat-proyek-ikn-3Jcznm9dHB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri besi dan baja kecipratan cuan dari IKN (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/23/470/2906739/industri-besi-dan-baja-kecipratan-cuan-berkat-proyek-ikn-3Jcznm9dHB.jpg</image><title>Industri besi dan baja kecipratan cuan dari IKN (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy80LzE3MTU4NC81L3g4b2h3Mnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IIAS) menyebut industri besi dan baja Indonesia akan mengalami pertumbuhan beberapa waktu ke depan. Meskipun saat ini kondisi industri baja secara global sedang melemah.
Ketua IISA Purwono Widodo mengatakan Industri baja Indonesia akan mengalami pertumbuhan lantaran saat ini pemerintah Indonesia sedang giat melakukan berbagai proyek pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA:
Otorita Tawarkan Investasi IKN ke Arab Saudi


Salah satunya yakni proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan juga proyek pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
&quot;Kesempatan untuk tumbuh lebih besar dan kami masih yakinlah. Apalagi dengan adanya proyek infrastruktur di kuartal 4 yang habis-habisan ya, terutama di IKN itu sangat kekurangan suplainya,&quot; katanya, Senin (23/10/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Siap Groundbreaking Bandara VVIP IKN 1 November


Dia berharap kepada pimpinan proyek IKN dan proyek di Indonesia untuk memberikan tambahan porsi bagi industri baja dalam negeri.
&quot;Selanjutnya kita bisa bicara dengan para pimpinan proyek untuk bagaimana memberikan ekslasi yang win-win,&quot; katanya.
Meski begitu, Purwono mengatakan industri ini masih menghadapi  berbagai tantangan. Di antaranya adalah belum seimbangnya kapasitas  produksi industri hulu, industri antara (intermediate) dan industri  hilir.
Untuk industri hulu, semi finished products seperti slab dan billet,  saat ini kapasitas produksi nasional masih belum dapat mencukupi  kebutuhan domestik sehingga masih dipenuhi melalui impor.
Selanjutnya untuk industri antara (intermediate) yaitu flat product  seperti Hot Rolled Coil (HRC) kapasitasnya sudah mencukupi dengan adanya  HSM#1 dan HSM#2 dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Krakatau  Posco.
Untuk long product seperti Wire Rod saat ini masih belum terutilisasi  dengan baik karena masih banyak masuk produk impor. Demikian juga pada  industri Hilir, dimana masih banyaknya produk impor yang masuk khususnya  untuk produk Coated Sheet.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMy80LzE3MTU4NC81L3g4b2h3Mnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IIAS) menyebut industri besi dan baja Indonesia akan mengalami pertumbuhan beberapa waktu ke depan. Meskipun saat ini kondisi industri baja secara global sedang melemah.
Ketua IISA Purwono Widodo mengatakan Industri baja Indonesia akan mengalami pertumbuhan lantaran saat ini pemerintah Indonesia sedang giat melakukan berbagai proyek pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA:
Otorita Tawarkan Investasi IKN ke Arab Saudi


Salah satunya yakni proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan juga proyek pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.
&quot;Kesempatan untuk tumbuh lebih besar dan kami masih yakinlah. Apalagi dengan adanya proyek infrastruktur di kuartal 4 yang habis-habisan ya, terutama di IKN itu sangat kekurangan suplainya,&quot; katanya, Senin (23/10/2023).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Siap Groundbreaking Bandara VVIP IKN 1 November


Dia berharap kepada pimpinan proyek IKN dan proyek di Indonesia untuk memberikan tambahan porsi bagi industri baja dalam negeri.
&quot;Selanjutnya kita bisa bicara dengan para pimpinan proyek untuk bagaimana memberikan ekslasi yang win-win,&quot; katanya.
Meski begitu, Purwono mengatakan industri ini masih menghadapi  berbagai tantangan. Di antaranya adalah belum seimbangnya kapasitas  produksi industri hulu, industri antara (intermediate) dan industri  hilir.
Untuk industri hulu, semi finished products seperti slab dan billet,  saat ini kapasitas produksi nasional masih belum dapat mencukupi  kebutuhan domestik sehingga masih dipenuhi melalui impor.
Selanjutnya untuk industri antara (intermediate) yaitu flat product  seperti Hot Rolled Coil (HRC) kapasitasnya sudah mencukupi dengan adanya  HSM#1 dan HSM#2 dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Krakatau  Posco.
Untuk long product seperti Wire Rod saat ini masih belum terutilisasi  dengan baik karena masih banyak masuk produk impor. Demikian juga pada  industri Hilir, dimana masih banyaknya produk impor yang masuk khususnya  untuk produk Coated Sheet.</content:encoded></item></channel></rss>
