<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah Dekati Rp16.000/USD, Sri Mulyani: Belum Ada Dampak ke Subsidi Energi</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyoroti soal pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2906989/rupiah-melemah-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-belum-ada-dampak-ke-subsidi-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2906989/rupiah-melemah-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-belum-ada-dampak-ke-subsidi-energi"/><item><title>Rupiah Melemah Dekati Rp16.000/USD, Sri Mulyani: Belum Ada Dampak ke Subsidi Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2906989/rupiah-melemah-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-belum-ada-dampak-ke-subsidi-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2906989/rupiah-melemah-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-belum-ada-dampak-ke-subsidi-energi</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Chindya Citra Mutiara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/320/2906989/rupiah-melemah-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-belum-ada-dampak-ke-subsidi-energi-mj56MjKqoD.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani soroti pelemahan rupiah. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/320/2906989/rupiah-melemah-dekati-rp16-000-usd-sri-mulyani-belum-ada-dampak-ke-subsidi-energi-mj56MjKqoD.JPG</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani soroti pelemahan rupiah. (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyoroti soal pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Dia menyebut kalau hingga saat ini belum signifikan memberikan dampak terhadap belanja subsidi energi di APBN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Melemah Nyaris Rp16.000/USD Jelang Prabowo-Gibran Daftarkan Diri ke KPU

&quot;Kita sampai hari ini belum melihat itu sebagai hal yang signifikan,&quot; kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip Antara, Senin, 23 Oktober 2023.
Sri yang juga Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi geopolitik dan keamanan di Timur Tengah mengingat kawasan tersebut merupakan konsentrasi produksi komoditas energi yang mempengaruhi rantai pasok dan harga di tingkat global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Nyaris Rp16.000 per USD, Ternyata Ini Biang Keroknya

Adapun Sri memastikan pemerintah juga terus memantau potensi-potensi diperlukannya penyesuaian terhadap pagu belanja di APBN yang dipicu situasi ekonomi global saat ini.
&quot;Makro semua akan kita terus pantau ya karena semua kan bergerak. Harga minyak, nilai tukar, suku bunga, kita akan lihat bagaimana adjusmentnya terhadap APBN,&quot; jelasnya.Kurs rupiah dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pelemahan menyusul semakin menguatnya mata uang greenback dolar AS setelah pelaku pasar mengantisipasi potensi suku bunga tinggi dan menguatnya perekonomian di Amerika Serikat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Nyaris Rp16.000 per USD, Ternyata Ini Biang Keroknya

Jika kurs dolar AS terus menguat, maka dikhawatirkan berdampak pada kenaikan belanja subsidi energi seperti bahan bakar minyak (BBM), gas, dan listrik di APBN.
Pada penutupan perdagangan pada Senin ini, dolar AS terus menunjukkan penguatan. Kurs rupiah ditutup melemah sebesar 61 poin atau 0,38% menjadi Rp15.994 per dolar AS dari penutupan sebelumnya sebesar Rp15.873 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin ini turut melemah ke posisi Rp15.943 dari sebelumnya Rp15.856 per dolar AS.
Sementara itu, realisasi belanja subsidi energi di APBN 2023 hingga akhir Agustus 2023 mencapai Rp90,84 triliun, yang terdiri atas subsidi BBM dan subsidi elpiji tabung 3 kg Rp53,64 triliun, sedangkan subsidi listrik mencapai Rp37,20 triliun.
Khusus untuk subsidi listrik, berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga akhir Agustus 2023, besarannya sudah 51,26% dari pagu atau mengalami kenaikan sebesar 20,46% (yoy).
Kenaikan tersebut di antaranya dipengaruhi oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga Agustus 2023 yang mengalami pelemahan sebesar 3,50% (yoy).</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyoroti soal pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Dia menyebut kalau hingga saat ini belum signifikan memberikan dampak terhadap belanja subsidi energi di APBN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Melemah Nyaris Rp16.000/USD Jelang Prabowo-Gibran Daftarkan Diri ke KPU

&quot;Kita sampai hari ini belum melihat itu sebagai hal yang signifikan,&quot; kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip Antara, Senin, 23 Oktober 2023.
Sri yang juga Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi geopolitik dan keamanan di Timur Tengah mengingat kawasan tersebut merupakan konsentrasi produksi komoditas energi yang mempengaruhi rantai pasok dan harga di tingkat global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Nyaris Rp16.000 per USD, Ternyata Ini Biang Keroknya

Adapun Sri memastikan pemerintah juga terus memantau potensi-potensi diperlukannya penyesuaian terhadap pagu belanja di APBN yang dipicu situasi ekonomi global saat ini.
&quot;Makro semua akan kita terus pantau ya karena semua kan bergerak. Harga minyak, nilai tukar, suku bunga, kita akan lihat bagaimana adjusmentnya terhadap APBN,&quot; jelasnya.Kurs rupiah dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pelemahan menyusul semakin menguatnya mata uang greenback dolar AS setelah pelaku pasar mengantisipasi potensi suku bunga tinggi dan menguatnya perekonomian di Amerika Serikat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Nyaris Rp16.000 per USD, Ternyata Ini Biang Keroknya

Jika kurs dolar AS terus menguat, maka dikhawatirkan berdampak pada kenaikan belanja subsidi energi seperti bahan bakar minyak (BBM), gas, dan listrik di APBN.
Pada penutupan perdagangan pada Senin ini, dolar AS terus menunjukkan penguatan. Kurs rupiah ditutup melemah sebesar 61 poin atau 0,38% menjadi Rp15.994 per dolar AS dari penutupan sebelumnya sebesar Rp15.873 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin ini turut melemah ke posisi Rp15.943 dari sebelumnya Rp15.856 per dolar AS.
Sementara itu, realisasi belanja subsidi energi di APBN 2023 hingga akhir Agustus 2023 mencapai Rp90,84 triliun, yang terdiri atas subsidi BBM dan subsidi elpiji tabung 3 kg Rp53,64 triliun, sedangkan subsidi listrik mencapai Rp37,20 triliun.
Khusus untuk subsidi listrik, berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga akhir Agustus 2023, besarannya sudah 51,26% dari pagu atau mengalami kenaikan sebesar 20,46% (yoy).
Kenaikan tersebut di antaranya dipengaruhi oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga Agustus 2023 yang mengalami pelemahan sebesar 3,50% (yoy).</content:encoded></item></channel></rss>
