<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stabilkan Harga di Pasar, Pemuda Perindo Minta Penyaluran Beras Dipercepat</title><description>Pemerintah melalui BUMN Pangan Bulog diminta percepat penyaluran beras impor ke masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2907185/stabilkan-harga-di-pasar-pemuda-perindo-minta-penyaluran-beras-dipercepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2907185/stabilkan-harga-di-pasar-pemuda-perindo-minta-penyaluran-beras-dipercepat"/><item><title>Stabilkan Harga di Pasar, Pemuda Perindo Minta Penyaluran Beras Dipercepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2907185/stabilkan-harga-di-pasar-pemuda-perindo-minta-penyaluran-beras-dipercepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2907185/stabilkan-harga-di-pasar-pemuda-perindo-minta-penyaluran-beras-dipercepat</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/320/2907185/stabilkan-harga-di-pasar-pemuda-perindo-minta-penyaluran-beras-dipercepat-yZJKAuPMIP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemuda Perindo Minta Percepat Penyaluran Beras (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/320/2907185/stabilkan-harga-di-pasar-pemuda-perindo-minta-penyaluran-beras-dipercepat-yZJKAuPMIP.jpg</image><title>Pemuda Perindo Minta Percepat Penyaluran Beras (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC80LzE3MjY1NS81L3g4cDF5NnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah melalui BUMN Pangan Bulog diminta percepat penyaluran beras impor ke masyarakat. Di mana ini bertujuan agar harga beras di pasar tidak mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif DPP Pemuda Perindo, Iqnal Shalat Sukma Wibowo. Menurutnya sepanjang tahun 2023 ini setidaknya pemerintah telah melakukan importasi sebanyak 3,5 juta ton.

BACA JUGA:
RI Kejar Produksi Beras 35 Juta Ton pada 2024, Tak Lagi Impor?

Kuota 2 juta ton pertama sudah di impor hingga bulan September, kemudian gelombang impor selanjutnya, Presiden Jokowi memutuskan untuk menambah kuota impor sebanyak 1,5 juta ton lagi hingga akhir tahun 2023.
Namun lanjut dia impor impor beras yang masif dilakukan pemerintah itu belum terbukti efektif dalam membentuk harga di pasar. Sebab beras impor itu belum optimal di didistribusikan ke masyarakat.

BACA JUGA:
Harga Beras di Jakarta Turun, Partai Perindo Apresiasi Upaya Pemprov DKI

&quot;Impor beras itu sebetulnya efektif untuk membentuk harga beras di pasar, hanya saja pendistribusian ini, pemerintah harus bisa berkolaborasi dengan stakeholder seperti Bulog, untuk mempercepat penyalurannya,&quot; ujar Iqnal saat ditemui di Gedung DPP Perindo, Selasa (24/10/2023).Dia menjelaskan berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga beras masih menunjukan tren kenaikan setiap bulannya, misalnya dalam kurun waktu tiga bulan kebelakang sejak bulan Agustus. Baik beras premium maupun beras medium trennya terus mengalami kenaikan.
Pada bulan Agustus rerata harga beras Premium di Indonesia Rp13.730/kg, naik pada Bulan September menjadi Rp14.470/kg, sedangkan pada Bulan Oktober saat ini rerata harga beras Premium di Indonesia sudah tembus diangka Rp14.930/kg.
Kondisi serupa juga terjadi untuk harga beras medium kurun waktu tiga bulan kebelakang. Pada Agustus lalu harga beras medium Rp12.070/kg, naik pada Bulan September menjadi Rp12.840/kg, dan pada Bulan Oktober ini harganya Rp13.210/kg.
&quot;Jangan sampai beras atau pangan ini naik terutama menjelang tahun politik, karena itu akan menjadi kisruh. Oleh karena itu kita menghimbau sebisa mungkin Pemerintah harus mempercepat penyaluran beras ke masyarakat,&quot; kata Iqnal.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC80LzE3MjY1NS81L3g4cDF5NnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah melalui BUMN Pangan Bulog diminta percepat penyaluran beras impor ke masyarakat. Di mana ini bertujuan agar harga beras di pasar tidak mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif DPP Pemuda Perindo, Iqnal Shalat Sukma Wibowo. Menurutnya sepanjang tahun 2023 ini setidaknya pemerintah telah melakukan importasi sebanyak 3,5 juta ton.

BACA JUGA:
RI Kejar Produksi Beras 35 Juta Ton pada 2024, Tak Lagi Impor?

Kuota 2 juta ton pertama sudah di impor hingga bulan September, kemudian gelombang impor selanjutnya, Presiden Jokowi memutuskan untuk menambah kuota impor sebanyak 1,5 juta ton lagi hingga akhir tahun 2023.
Namun lanjut dia impor impor beras yang masif dilakukan pemerintah itu belum terbukti efektif dalam membentuk harga di pasar. Sebab beras impor itu belum optimal di didistribusikan ke masyarakat.

BACA JUGA:
Harga Beras di Jakarta Turun, Partai Perindo Apresiasi Upaya Pemprov DKI

&quot;Impor beras itu sebetulnya efektif untuk membentuk harga beras di pasar, hanya saja pendistribusian ini, pemerintah harus bisa berkolaborasi dengan stakeholder seperti Bulog, untuk mempercepat penyalurannya,&quot; ujar Iqnal saat ditemui di Gedung DPP Perindo, Selasa (24/10/2023).Dia menjelaskan berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga beras masih menunjukan tren kenaikan setiap bulannya, misalnya dalam kurun waktu tiga bulan kebelakang sejak bulan Agustus. Baik beras premium maupun beras medium trennya terus mengalami kenaikan.
Pada bulan Agustus rerata harga beras Premium di Indonesia Rp13.730/kg, naik pada Bulan September menjadi Rp14.470/kg, sedangkan pada Bulan Oktober saat ini rerata harga beras Premium di Indonesia sudah tembus diangka Rp14.930/kg.
Kondisi serupa juga terjadi untuk harga beras medium kurun waktu tiga bulan kebelakang. Pada Agustus lalu harga beras medium Rp12.070/kg, naik pada Bulan September menjadi Rp12.840/kg, dan pada Bulan Oktober ini harganya Rp13.210/kg.
&quot;Jangan sampai beras atau pangan ini naik terutama menjelang tahun politik, karena itu akan menjadi kisruh. Oleh karena itu kita menghimbau sebisa mungkin Pemerintah harus mempercepat penyaluran beras ke masyarakat,&quot; kata Iqnal.</content:encoded></item></channel></rss>
