<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dipakai Suntik Mati PLTU, APBN Masih Sehat?</title><description>Kementerian Keuangan memastikan APBN tetap sehat meskipun dipakai untuk suntuk mati PLTU.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2907411/dipakai-suntik-mati-pltu-apbn-masih-sehat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2907411/dipakai-suntik-mati-pltu-apbn-masih-sehat"/><item><title>Dipakai Suntik Mati PLTU, APBN Masih Sehat?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2907411/dipakai-suntik-mati-pltu-apbn-masih-sehat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/320/2907411/dipakai-suntik-mati-pltu-apbn-masih-sehat</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/320/2907411/dipakai-suntik-mati-pltu-apbn-masih-sehat-CPdxlwZgaB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">APBN sehat meskipun dipakai untuk suntik mati PLTU (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/320/2907411/dipakai-suntik-mati-pltu-apbn-masih-sehat-CPdxlwZgaB.jpg</image><title>APBN sehat meskipun dipakai untuk suntik mati PLTU (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgzMS81L3g4bmozNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Keuangan memastikan APBN tetap sehat meskipun dipakai untuk suntuk mati PLTU. Kemenkeu menyatakan telah mendapatkan pendanaan campuran atau blanded finance untuk membuat program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau early retirement menjadi lebih terjangkau.
&quot;Karena kita prinsipnya adalah adil dan terjangkau. Jadi kalau kita bicara transisi energi itu kita lakukan betul tapi kita mau secara adil dan terjangkau,&quot; jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu ketika ditemui di Jakarta, Selasa (24/10/2023).

BACA JUGA:
Suntik Mati PLTU Dibiayai APBN, Begini Kata Menteri ESDM


Febrio menuturkan, yang dimaksud adil artinya harus ada antisipasi global. Sebab menurutnya, dalam pengurangan emisi maka bukan hanya demi Indonesia saja namun juga untuk global.
&quot;Tapi di sisi lain, untuk yang early retirement itu kita siapin yang lebih besar lagi. Kita siapin untuk arah transisi energi ke depan, jadi kita berharap akan ada lebih banyak lagi pertumbuhan pembangkit yang sifat renewbel jadi itu yang akan kita dorong ke depan,&quot; paparnya.

BACA JUGA:
Program Co Firing  PLTU PLN Mampu Tekan Emisi Karbon Hingga 717.616 Ton CO2


Febrio pun menekankan bahwa tidak semua suntik mati PLTU ini menggunakan APBN. Hal itu lantaran diakuinya, pemerintah Indonesia ingin berbagi beban dengan global karena itu tujuannya untuk pengurangan emisi.
&quot;Nah ini kenapa kita bicara tentang blanded finance itu yang membuat pembiayaan untuk membiayai proyek transisi energi itu harus terjangkau sehingga APBN tidak akan tertekan. Ini dalam konteks kita terus menjaga APBN tetap sehat walaupun kita melakukan transisi energi,&quot; tegasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa dengan melakukan transisi energi berarti  kesempatan Indonesia untuk melakukan green industri karena ada  pertumbuhan ekonomi yang akan dihasilkan dari green industri tersebut.
Kendati demikian, Febrio tidak merincikan secara spesifik persentase  masing-masing dana APBN dan global untuk proyek ini. Sebab menurutnya  hal itu tergantung pada transaksinya masing-masing.
&quot;Akan tetapi yang akan kita lihat ini sekarang justru pembangkit yang  bukan pembangkit PLN artinya business to business. Artinya peran  fiskalnya justru tidak ada,&quot; urainya.
Jadi, lanjutnya, perjanjian antara b2b PLTU milik swasta adalah dengan PLN.
&quot;Kita lihat sebagai b2b ini adalah contoh transaksi yang peran  pemerintahnya justru sangat minimal jadi langsung antara PLTU tersebut  b2b dengan PLN,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgzMS81L3g4bmozNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Keuangan memastikan APBN tetap sehat meskipun dipakai untuk suntuk mati PLTU. Kemenkeu menyatakan telah mendapatkan pendanaan campuran atau blanded finance untuk membuat program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau early retirement menjadi lebih terjangkau.
&quot;Karena kita prinsipnya adalah adil dan terjangkau. Jadi kalau kita bicara transisi energi itu kita lakukan betul tapi kita mau secara adil dan terjangkau,&quot; jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Kacaribu ketika ditemui di Jakarta, Selasa (24/10/2023).

BACA JUGA:
Suntik Mati PLTU Dibiayai APBN, Begini Kata Menteri ESDM


Febrio menuturkan, yang dimaksud adil artinya harus ada antisipasi global. Sebab menurutnya, dalam pengurangan emisi maka bukan hanya demi Indonesia saja namun juga untuk global.
&quot;Tapi di sisi lain, untuk yang early retirement itu kita siapin yang lebih besar lagi. Kita siapin untuk arah transisi energi ke depan, jadi kita berharap akan ada lebih banyak lagi pertumbuhan pembangkit yang sifat renewbel jadi itu yang akan kita dorong ke depan,&quot; paparnya.

BACA JUGA:
Program Co Firing  PLTU PLN Mampu Tekan Emisi Karbon Hingga 717.616 Ton CO2


Febrio pun menekankan bahwa tidak semua suntik mati PLTU ini menggunakan APBN. Hal itu lantaran diakuinya, pemerintah Indonesia ingin berbagi beban dengan global karena itu tujuannya untuk pengurangan emisi.
&quot;Nah ini kenapa kita bicara tentang blanded finance itu yang membuat pembiayaan untuk membiayai proyek transisi energi itu harus terjangkau sehingga APBN tidak akan tertekan. Ini dalam konteks kita terus menjaga APBN tetap sehat walaupun kita melakukan transisi energi,&quot; tegasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa dengan melakukan transisi energi berarti  kesempatan Indonesia untuk melakukan green industri karena ada  pertumbuhan ekonomi yang akan dihasilkan dari green industri tersebut.
Kendati demikian, Febrio tidak merincikan secara spesifik persentase  masing-masing dana APBN dan global untuk proyek ini. Sebab menurutnya  hal itu tergantung pada transaksinya masing-masing.
&quot;Akan tetapi yang akan kita lihat ini sekarang justru pembangkit yang  bukan pembangkit PLN artinya business to business. Artinya peran  fiskalnya justru tidak ada,&quot; urainya.
Jadi, lanjutnya, perjanjian antara b2b PLTU milik swasta adalah dengan PLN.
&quot;Kita lihat sebagai b2b ini adalah contoh transaksi yang peran  pemerintahnya justru sangat minimal jadi langsung antara PLTU tersebut  b2b dengan PLN,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
