<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Menara Saidah Tidak Digunakan Lagi?</title><description>Kenapa Menara Saidah tidak digunakan lagi?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/470/2907433/kenapa-menara-saidah-tidak-digunakan-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/470/2907433/kenapa-menara-saidah-tidak-digunakan-lagi"/><item><title>Kenapa Menara Saidah Tidak Digunakan Lagi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/470/2907433/kenapa-menara-saidah-tidak-digunakan-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/24/470/2907433/kenapa-menara-saidah-tidak-digunakan-lagi</guid><pubDate>Selasa 24 Oktober 2023 16:56 WIB</pubDate><dc:creator>Chindya Citra Agustina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/24/470/2907433/kenapa-menara-saidah-tidak-digunakan-lagi-Hi0fxnhq3K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenapa menara saidah tidak digunakan lagi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/24/470/2907433/kenapa-menara-saidah-tidak-digunakan-lagi-Hi0fxnhq3K.jpg</image><title>Kenapa menara saidah tidak digunakan lagi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDcyMC81L3g4ampoM2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kenapa Menara Saidah tidak digunakan lagi? Menara Saidah yang merupakan salah satu gedung yang cukup fenomenal di Jakarta. Pasalnya, gedung yang memiliki 30 lantai ini dikenal angker dan mistis karena sudah terbengkalai sejak 2007.
Karena tak berpenghuni itulah mulai muncul kisah-kisah mistis menyelimuti Menara Saidah. Setelah resmi berdiri, Menara Saidah disewakan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Selain itu, tak jurang juga gedung ini menjadi tempat acara-acara tertentu sesuai kebutuhan penyewanya. Namun, pada 2007, Menara Saidah mulai tinggalkan para penghuninya sampai tak bersisa.

BACA JUGA:
Kenapa Gedung Menara Saidah Tidak Dihancurkan?


Gedung ini mulai dibangun sejak tahun 1995 sampai 1998. Setelah itu, Menara Saidah dihuni oleh perusahaan-perusahaan ternama.
Adapun alasan kenapa Menara Saidah tidak digunakan lagi dikatakan yakni karena pondasi gedung yang tidak tegak. Jika dicermati, konstruksi Menara Saidah memang terlihat miring. Sebagai pertimbangan, kondisi tersebut dianggap membahayakan keselamatan penghuni gedung jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA:
16 Tahun Terbengkalai, Begini Kondisi Menara Saidah 


Setelahnya, pengelolaan Menara Saidah menjadi tidak jelas. Sehingga gedung tidak terawat dan menjadi mirip seperti bangunan terbengkalai yang angker. Selain itu, ada juga anggapan bahwa penyebab ditutupnya Menara Saidah karena masalah internal manajemen.
Belum lama ini, Menara Saidah juga sempat viral beberapa waktu lalu. Hal itu lantaran terlihat ada nyala api di dalamnya.
Hal ini diungkapkan seorang warga yang mengatakan terkadang Menara  Saidah setiap waktu maghrib menyala dengan warna merah. Sampai saat ini  belum diketahui apa penyebab dari menyalanya warna merah di dalam gedung  itu.
Namun, Sekretaris RW 01, Muhammad Akbar (42) menyampaikan peristiwa  yang viral tersebut sebagai suatu hal yang mustahil. Dia mengatakan  Menara Saidah ini sudah tidak dialiri listrik sejak puluhan tahun yang  lalu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDcyMC81L3g4ampoM2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kenapa Menara Saidah tidak digunakan lagi? Menara Saidah yang merupakan salah satu gedung yang cukup fenomenal di Jakarta. Pasalnya, gedung yang memiliki 30 lantai ini dikenal angker dan mistis karena sudah terbengkalai sejak 2007.
Karena tak berpenghuni itulah mulai muncul kisah-kisah mistis menyelimuti Menara Saidah. Setelah resmi berdiri, Menara Saidah disewakan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Selain itu, tak jurang juga gedung ini menjadi tempat acara-acara tertentu sesuai kebutuhan penyewanya. Namun, pada 2007, Menara Saidah mulai tinggalkan para penghuninya sampai tak bersisa.

BACA JUGA:
Kenapa Gedung Menara Saidah Tidak Dihancurkan?


Gedung ini mulai dibangun sejak tahun 1995 sampai 1998. Setelah itu, Menara Saidah dihuni oleh perusahaan-perusahaan ternama.
Adapun alasan kenapa Menara Saidah tidak digunakan lagi dikatakan yakni karena pondasi gedung yang tidak tegak. Jika dicermati, konstruksi Menara Saidah memang terlihat miring. Sebagai pertimbangan, kondisi tersebut dianggap membahayakan keselamatan penghuni gedung jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA:
16 Tahun Terbengkalai, Begini Kondisi Menara Saidah 


Setelahnya, pengelolaan Menara Saidah menjadi tidak jelas. Sehingga gedung tidak terawat dan menjadi mirip seperti bangunan terbengkalai yang angker. Selain itu, ada juga anggapan bahwa penyebab ditutupnya Menara Saidah karena masalah internal manajemen.
Belum lama ini, Menara Saidah juga sempat viral beberapa waktu lalu. Hal itu lantaran terlihat ada nyala api di dalamnya.
Hal ini diungkapkan seorang warga yang mengatakan terkadang Menara  Saidah setiap waktu maghrib menyala dengan warna merah. Sampai saat ini  belum diketahui apa penyebab dari menyalanya warna merah di dalam gedung  itu.
Namun, Sekretaris RW 01, Muhammad Akbar (42) menyampaikan peristiwa  yang viral tersebut sebagai suatu hal yang mustahil. Dia mengatakan  Menara Saidah ini sudah tidak dialiri listrik sejak puluhan tahun yang  lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
