<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harita Nickel (NCKL) Anggarkan Capex Rp1 Triliun pada 2024</title><description>Harita Nickel menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1 triliun di 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/278/2907867/harita-nickel-nckl-anggarkan-capex-rp1-triliun-pada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/278/2907867/harita-nickel-nckl-anggarkan-capex-rp1-triliun-pada-2024"/><item><title>Harita Nickel (NCKL) Anggarkan Capex Rp1 Triliun pada 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/278/2907867/harita-nickel-nckl-anggarkan-capex-rp1-triliun-pada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/278/2907867/harita-nickel-nckl-anggarkan-capex-rp1-triliun-pada-2024</guid><pubDate>Rabu 25 Oktober 2023 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/25/278/2907867/harita-nickel-nckl-anggarkan-capex-rp1-triliun-pada-2024-Z8DMvKTLLE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham NCKL Anggarkan Capex (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/25/278/2907867/harita-nickel-nckl-anggarkan-capex-rp1-triliun-pada-2024-Z8DMvKTLLE.jpg</image><title>Saham NCKL Anggarkan Capex (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1 triliun di  2024. Adapun, sebagian besar dana tersebut nantinya akan digunakan untuk modal kerja penggantian alat-alat berat.
&amp;ldquo;Kami lakukan peremajaan. Itu perlu investasi untuk mengganti alat berat yang sudah tua dengan yang lebih baru,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur NCKL, Roy Arman Arfandy di Hutan Kota by Plataran, Jakarta pada Rabu (25/10/2023).

BACA JUGA:
Deretan Saham Rekomendasi Hari Ini, Ada HRUM hingga ITMG

Roy melanjutkan, anggaran belanja modal akan digunakan untuk melakukan drilling atau eksplorasi di tambang-tambang baru yang akan dibuka oleh perseroan.
Sementara itu, terkait realisasi capex hingga Oktober 2023 ini, Roy menyebut bahwa penggunaan dana tersebut masih on track sesuai dengan yang direncanakan dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perseroan.

BACA JUGA:
BEI Pantau Ketat Saham BKDP dan PAMG

Dia mengungkapkan, saat ini perseroan tengah gencar melakukan ekspansi, di mana perseroan telah memiliki dua smelter dan satu HPAL refinery. Sebagai bagian dari langkah ekspansinya, NCKL sedang membangun satu HPAL dan berencana membangun satu lagi smelter feronikel.&amp;ldquo;Itu adalah rencana jangka panjang kami dalam dua tahun ke depan. Kami juga sedang dalam tahap membangun pabrik stainless steel untuk melengkapi hilirisasi dari sacrolite feronikel,&amp;rdquo; ujar Roy.
Perihal kinerja, NCKL membukukan laba bersih sebesar Rp2,74 triliun pada semester pertama tahun 2023. Angka ini turun 14,65% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp3,21 triliun.
Di sisi lain, pendapatan NCKL mengalami pertumbuhan 88,74% menjadi Rp10,24 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,42 triliun. Secara rinci, pendapatan segmen pengolahan nikel tercatat sebesar Rp8,58 triliun dan penambangan nikel mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,65 triliun.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan perseroan tercatat naik menjadi Rp6,74 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,43 triliun. Sementara itu, beban penjualan, umum dan administrasi perseroan tercatat sebesar Rp752,22 miliar, serta beban lainnya sebesar Rp9,79 miliar.
Per Juni 2023, total nilai aset NCKL tercatat sebesar Rp42,32 triliun, tumbuh 22,29% dari posisi akhir Desember yang sebesar Rp34,60 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp17,73 triliun dan ekuitas sebesar Rp24,58 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1 triliun di  2024. Adapun, sebagian besar dana tersebut nantinya akan digunakan untuk modal kerja penggantian alat-alat berat.
&amp;ldquo;Kami lakukan peremajaan. Itu perlu investasi untuk mengganti alat berat yang sudah tua dengan yang lebih baru,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur NCKL, Roy Arman Arfandy di Hutan Kota by Plataran, Jakarta pada Rabu (25/10/2023).

BACA JUGA:
Deretan Saham Rekomendasi Hari Ini, Ada HRUM hingga ITMG

Roy melanjutkan, anggaran belanja modal akan digunakan untuk melakukan drilling atau eksplorasi di tambang-tambang baru yang akan dibuka oleh perseroan.
Sementara itu, terkait realisasi capex hingga Oktober 2023 ini, Roy menyebut bahwa penggunaan dana tersebut masih on track sesuai dengan yang direncanakan dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perseroan.

BACA JUGA:
BEI Pantau Ketat Saham BKDP dan PAMG

Dia mengungkapkan, saat ini perseroan tengah gencar melakukan ekspansi, di mana perseroan telah memiliki dua smelter dan satu HPAL refinery. Sebagai bagian dari langkah ekspansinya, NCKL sedang membangun satu HPAL dan berencana membangun satu lagi smelter feronikel.&amp;ldquo;Itu adalah rencana jangka panjang kami dalam dua tahun ke depan. Kami juga sedang dalam tahap membangun pabrik stainless steel untuk melengkapi hilirisasi dari sacrolite feronikel,&amp;rdquo; ujar Roy.
Perihal kinerja, NCKL membukukan laba bersih sebesar Rp2,74 triliun pada semester pertama tahun 2023. Angka ini turun 14,65% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp3,21 triliun.
Di sisi lain, pendapatan NCKL mengalami pertumbuhan 88,74% menjadi Rp10,24 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,42 triliun. Secara rinci, pendapatan segmen pengolahan nikel tercatat sebesar Rp8,58 triliun dan penambangan nikel mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,65 triliun.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan perseroan tercatat naik menjadi Rp6,74 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,43 triliun. Sementara itu, beban penjualan, umum dan administrasi perseroan tercatat sebesar Rp752,22 miliar, serta beban lainnya sebesar Rp9,79 miliar.
Per Juni 2023, total nilai aset NCKL tercatat sebesar Rp42,32 triliun, tumbuh 22,29% dari posisi akhir Desember yang sebesar Rp34,60 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp17,73 triliun dan ekuitas sebesar Rp24,58 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
