<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PR Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Masalah Pupuk hingga Food Estate</title><description>Andi Amran Sulaiman yang baru dilantik harus segera menyelesaikan masalah pupuk menjelang musim panen raya padi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/320/2907909/pr-menteri-pertanian-amran-sulaiman-masalah-pupuk-hingga-food-estate</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/320/2907909/pr-menteri-pertanian-amran-sulaiman-masalah-pupuk-hingga-food-estate"/><item><title>PR Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Masalah Pupuk hingga Food Estate</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/320/2907909/pr-menteri-pertanian-amran-sulaiman-masalah-pupuk-hingga-food-estate</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/320/2907909/pr-menteri-pertanian-amran-sulaiman-masalah-pupuk-hingga-food-estate</guid><pubDate>Rabu 25 Oktober 2023 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/25/320/2907909/pr-menteri-pertanian-amran-sulaiman-masalah-pupuk-hingga-food-estate-zbA7bOkaeZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PR Mentan Amran Sulaiman Usai Dilantik (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/25/320/2907909/pr-menteri-pertanian-amran-sulaiman-masalah-pupuk-hingga-food-estate-zbA7bOkaeZ.jpg</image><title>PR Mentan Amran Sulaiman Usai Dilantik (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNS8xLzE3MjcwNC81L3g4cDJ2anU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang baru dilantik harus segera menyelesaikan masalah pupuk menjelang musim panen raya padi.
&amp;ldquo;Masalah pupuk harus segera diselesaikan karena bulan Februari-Juni 2024 terjadi panen raya padi di berbagai daerah sentra produsen. Saat ini pun beberapa komoditas seperti jagung membutuhkan dukungan ketersediaan pupuk bersubsidi dalam jumlah yang besar,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira  dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (25/10/2023).

BACA JUGA:
Dilantik Jadi Mentan, Ternyata Amran Sulaiman Keturunan Raja Bone

Bhima juga meminta Mentan Amran untuk mengurai benang kusut program food estate dan reforma agraria sehingga optimalisasi lahan pertanian berkorelasi dengan naiknya produksi pangan, peningkatan ekspor produk agrikultur, dan mencegah deforestasi.
Kemudian berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN untuk mempercepat infrastruktur pertanian terutama perbaikan sarana irigasi, bendungan dan gudang penyimpanan pangan di berbagai daerah.

BACA JUGA:
Baru Dilantik, Mentan Amran Langsung Gelar Rapat Bahas El Nino

Ia juga menekankan mengenai regenerasi petani yang menjadi tantangan fundamental. Sektor pertanian makin dijauhi oleh tenaga kerja usia produktif, sehingga melalui pemberian dukungan teknis, jaringan pasar, dan digitalisasi di sektor pertanian dapat meningkatkan minat kepada sektor pertanian.&amp;ldquo;Libatkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian pertanian dalam memecahkan berbagai masalah. Salah satunya dalam riset bibit unggul tahan cuaca ekstrem dan berbagai penelitian lainnya yang tepat guna,&amp;rdquo; ucapnya.
Bhima juga meminta Mentan Amran dapat memastikan pemberantasan korupsi di semua lini Kementerian Pertanian. Korupsi membuat bantuan pertanian tidak efektif, kurang tepat sasaran, dan jelas merugikan petani sekaligus APBN.
&amp;ldquo;Jangan ulangi kesalahan Menteri Pertanian sebelumnya yang terjerat korupsi. Mentan diminta untuk mengaktifkan whistle blower system untuk membongkar sisa-sisa korupsi di internal,&amp;rdquo; tutupnya</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNS8xLzE3MjcwNC81L3g4cDJ2anU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang baru dilantik harus segera menyelesaikan masalah pupuk menjelang musim panen raya padi.
&amp;ldquo;Masalah pupuk harus segera diselesaikan karena bulan Februari-Juni 2024 terjadi panen raya padi di berbagai daerah sentra produsen. Saat ini pun beberapa komoditas seperti jagung membutuhkan dukungan ketersediaan pupuk bersubsidi dalam jumlah yang besar,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira  dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (25/10/2023).

BACA JUGA:
Dilantik Jadi Mentan, Ternyata Amran Sulaiman Keturunan Raja Bone

Bhima juga meminta Mentan Amran untuk mengurai benang kusut program food estate dan reforma agraria sehingga optimalisasi lahan pertanian berkorelasi dengan naiknya produksi pangan, peningkatan ekspor produk agrikultur, dan mencegah deforestasi.
Kemudian berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN untuk mempercepat infrastruktur pertanian terutama perbaikan sarana irigasi, bendungan dan gudang penyimpanan pangan di berbagai daerah.

BACA JUGA:
Baru Dilantik, Mentan Amran Langsung Gelar Rapat Bahas El Nino

Ia juga menekankan mengenai regenerasi petani yang menjadi tantangan fundamental. Sektor pertanian makin dijauhi oleh tenaga kerja usia produktif, sehingga melalui pemberian dukungan teknis, jaringan pasar, dan digitalisasi di sektor pertanian dapat meningkatkan minat kepada sektor pertanian.&amp;ldquo;Libatkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian pertanian dalam memecahkan berbagai masalah. Salah satunya dalam riset bibit unggul tahan cuaca ekstrem dan berbagai penelitian lainnya yang tepat guna,&amp;rdquo; ucapnya.
Bhima juga meminta Mentan Amran dapat memastikan pemberantasan korupsi di semua lini Kementerian Pertanian. Korupsi membuat bantuan pertanian tidak efektif, kurang tepat sasaran, dan jelas merugikan petani sekaligus APBN.
&amp;ldquo;Jangan ulangi kesalahan Menteri Pertanian sebelumnya yang terjerat korupsi. Mentan diminta untuk mengaktifkan whistle blower system untuk membongkar sisa-sisa korupsi di internal,&amp;rdquo; tutupnya</content:encoded></item></channel></rss>
