<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Mayoritas BUMN Tinggalkan Zona Utang</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim mayoritas perusahaan negara sudah jauh meninggalkan zona dominasi utang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/320/2908282/erick-thohir-mayoritas-bumn-tinggalkan-zona-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/320/2908282/erick-thohir-mayoritas-bumn-tinggalkan-zona-utang"/><item><title>Erick Thohir: Mayoritas BUMN Tinggalkan Zona Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/320/2908282/erick-thohir-mayoritas-bumn-tinggalkan-zona-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/25/320/2908282/erick-thohir-mayoritas-bumn-tinggalkan-zona-utang</guid><pubDate>Rabu 25 Oktober 2023 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/25/320/2908282/erick-thohir-mayoritas-bumn-tinggalkan-zona-utang-EImHre8pPs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir sebut utang perusahaan BUMN berkurang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/25/320/2908282/erick-thohir-mayoritas-bumn-tinggalkan-zona-utang-EImHre8pPs.jpg</image><title>Erick Thohir sebut utang perusahaan BUMN berkurang (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS8xLzE3MTkxMi81L3g4b291OWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim mayoritas perusahaan negara sudah jauh meninggalkan zona dominasi utang, terutama dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Dengan kata lain, perseroan mampu menurunkan tingkat utang dibanding investasi tertanam dari 36,2% pada tahun 2021, menjadi 34,9% pada tahun 2022.

BACA JUGA:
Bersih-Bersih BUMN, Erick Thohir Bocorkan Rencana di 2024


&quot;Mayoritas BUMN juga sudah jauh meninggalkan zona dominasi utang dalam pengelolaan keuangannya, atau sehat,&quot; ujar Erick, Rabu (25/10/2023).
Dalam arsip pemberitaan MNC Portal, posisi utang perusahaan pelat merah mengalami kenaikan hingga menjadi Rp1.640 triliun pada 2022. Tahun sebelumnya, utang perusahaan ada di angka Rp1.580 triliun.

BACA JUGA:
Erick Thohir Pamer Laba Bersih BUMN Capai Rp183,9 Triliun di Semester I-2023, Naik 12%


Meski naik, Erick Thohir mengatakan, BUMN ekuitas perseroan juga tumbuh. Selain itu, modal BUMN lebih besar dari utang yakni Rp3.150 triliun naik dari Rp2.778 pada 2021.
Di sisi aset, juga mengalami pertumbuhan dari Rp8.978 triliun pada 2021 menjadi Rp9.789 triliun pada 2022. Kenaikan ekuitas dan asset inilah meyakini Erick bahwa BUMN masih dalam kondisi sehat.
Sementara, laba bersih secara konsolidasi pada semester I/2023  mencapai Rp183,9 triliun. Jumlah itu naik 12,9% dibandingkan periode  sama tahun sebelumnya.
&amp;ldquo;Sekarang, BUMN semakin sehat, tangguh, dan kompetitif. Di semester  pertama tahun 2023 ini, aset kita Rp9.842 triliun naik 3,9% year on  year, dan laba bersih Rp184 triliun, naik 13% year on year,&quot; bebernya.
Atas dasar itu semua, Erick optimis, BUMN mampu menyetorkan dividen  Rp80,6 triliun pada tahun ini. Angka ini lebih tinggi dari dividen 2022  sebesar Rp80,2 triliun. Dan menjadi yang terbesar dalam sepanjang  sejarah Kementerian BUMN.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wOS8xLzE3MTkxMi81L3g4b291OWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim mayoritas perusahaan negara sudah jauh meninggalkan zona dominasi utang, terutama dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Dengan kata lain, perseroan mampu menurunkan tingkat utang dibanding investasi tertanam dari 36,2% pada tahun 2021, menjadi 34,9% pada tahun 2022.

BACA JUGA:
Bersih-Bersih BUMN, Erick Thohir Bocorkan Rencana di 2024


&quot;Mayoritas BUMN juga sudah jauh meninggalkan zona dominasi utang dalam pengelolaan keuangannya, atau sehat,&quot; ujar Erick, Rabu (25/10/2023).
Dalam arsip pemberitaan MNC Portal, posisi utang perusahaan pelat merah mengalami kenaikan hingga menjadi Rp1.640 triliun pada 2022. Tahun sebelumnya, utang perusahaan ada di angka Rp1.580 triliun.

BACA JUGA:
Erick Thohir Pamer Laba Bersih BUMN Capai Rp183,9 Triliun di Semester I-2023, Naik 12%


Meski naik, Erick Thohir mengatakan, BUMN ekuitas perseroan juga tumbuh. Selain itu, modal BUMN lebih besar dari utang yakni Rp3.150 triliun naik dari Rp2.778 pada 2021.
Di sisi aset, juga mengalami pertumbuhan dari Rp8.978 triliun pada 2021 menjadi Rp9.789 triliun pada 2022. Kenaikan ekuitas dan asset inilah meyakini Erick bahwa BUMN masih dalam kondisi sehat.
Sementara, laba bersih secara konsolidasi pada semester I/2023  mencapai Rp183,9 triliun. Jumlah itu naik 12,9% dibandingkan periode  sama tahun sebelumnya.
&amp;ldquo;Sekarang, BUMN semakin sehat, tangguh, dan kompetitif. Di semester  pertama tahun 2023 ini, aset kita Rp9.842 triliun naik 3,9% year on  year, dan laba bersih Rp184 triliun, naik 13% year on year,&quot; bebernya.
Atas dasar itu semua, Erick optimis, BUMN mampu menyetorkan dividen  Rp80,6 triliun pada tahun ini. Angka ini lebih tinggi dari dividen 2022  sebesar Rp80,2 triliun. Dan menjadi yang terbesar dalam sepanjang  sejarah Kementerian BUMN.</content:encoded></item></channel></rss>
