<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Unilever Indonesia (UNVR) Rp4,1 Triliun di Kuartal III-2023, Turun 9%</title><description>Laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan sebesar 9,1%% pada kuartal III 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/278/2908511/laba-unilever-indonesia-unvr-rp4-1-triliun-di-kuartal-iii-2023-turun-9</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/278/2908511/laba-unilever-indonesia-unvr-rp4-1-triliun-di-kuartal-iii-2023-turun-9"/><item><title>Laba Unilever Indonesia (UNVR) Rp4,1 Triliun di Kuartal III-2023, Turun 9%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/278/2908511/laba-unilever-indonesia-unvr-rp4-1-triliun-di-kuartal-iii-2023-turun-9</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/278/2908511/laba-unilever-indonesia-unvr-rp4-1-triliun-di-kuartal-iii-2023-turun-9</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/278/2908511/laba-unilever-indonesia-unvr-rp4-1-triliun-di-kuartal-iii-2023-turun-9-ZQusZia6oV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Unilever turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/278/2908511/laba-unilever-indonesia-unvr-rp4-1-triliun-di-kuartal-iii-2023-turun-9-ZQusZia6oV.jpg</image><title>Laba Unilever turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan sebesar 9,1%% pada kuartal III 2023. UNVR membukukan laba bersih Rp4,18 triliun selama sembilan bulan.
Hal ini menyebabkan laba per saham dasar UNVR koreksi di level Rp110 per saham, dari semula Rp121 per saham.

BACA JUGA:
109 Saham Merah, IHSG Dibuka Melemah ke 6.832


Namun secara kuartalan (Juli-September), laba bersih perseroan tumbuh 21,0% mencapai Rp1,4 triliun. Demikian juga penjualan bersih yang mencapai Rp10,2 triliun.
Selama sembilan bulan pertama 2023, penjualan UNVR menembus angka Rp30,50 triliun, lebih rendah 3,27% yoy dibandingkan Rp31,53 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Diproyeksi dalam Tren Melemah


Produk home and personal care mendominasi penjualan senilai Rp19,92 triliun, sedangkan foods and refreshment mengambil bagian Rp10,58 triliun. Pasar domestik menjadi tulang punggung perusahaan, sedangkan nilai ekspor mencapai Rp951,84 miliar.
Beban pokok perseroan ikut melandai di level Rp15,23 triliun. Namun, gross profit margin yang besar mendorong laba bruto UNVR akhir September 2023 lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Dari sisi pemasaran dan penjualan terjadi peningkatan biaya pemasaran  dan penjualan di angka Rp6,83 triliun, dari Rp6,41 triliun. Demikian  juga peningkatan di pos beban umum-administrasi dari Rp2,51 triliun  menjadi Rp2,98 triliun.
Alhasil laba sebelum pajak bertahan senilai Rp5,39 triliun, dari  sebelumnya di level Rp5,96 triliun, demikian dalam laporan keuangan  Kamis (26/10/2023).
Balance sheet UNVR akhir September 2023 menunjukkan pertumbuhan aset  3,30% ytd mencapai Rp18,92 triliun. Kewajiban utang (liabilitas)  melandai 5,42% ytd senilai Rp13,5 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh  signifikan mencapai Rp5,38 triliun.
Kas yang digenggam per September mencapai Rp1,71 triliun, meningkat  sekitar Rp1,2 triliun dari awal tahun akibat penambahan kas dari  aktivitas operasional.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan sebesar 9,1%% pada kuartal III 2023. UNVR membukukan laba bersih Rp4,18 triliun selama sembilan bulan.
Hal ini menyebabkan laba per saham dasar UNVR koreksi di level Rp110 per saham, dari semula Rp121 per saham.

BACA JUGA:
109 Saham Merah, IHSG Dibuka Melemah ke 6.832


Namun secara kuartalan (Juli-September), laba bersih perseroan tumbuh 21,0% mencapai Rp1,4 triliun. Demikian juga penjualan bersih yang mencapai Rp10,2 triliun.
Selama sembilan bulan pertama 2023, penjualan UNVR menembus angka Rp30,50 triliun, lebih rendah 3,27% yoy dibandingkan Rp31,53 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Diproyeksi dalam Tren Melemah


Produk home and personal care mendominasi penjualan senilai Rp19,92 triliun, sedangkan foods and refreshment mengambil bagian Rp10,58 triliun. Pasar domestik menjadi tulang punggung perusahaan, sedangkan nilai ekspor mencapai Rp951,84 miliar.
Beban pokok perseroan ikut melandai di level Rp15,23 triliun. Namun, gross profit margin yang besar mendorong laba bruto UNVR akhir September 2023 lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Dari sisi pemasaran dan penjualan terjadi peningkatan biaya pemasaran  dan penjualan di angka Rp6,83 triliun, dari Rp6,41 triliun. Demikian  juga peningkatan di pos beban umum-administrasi dari Rp2,51 triliun  menjadi Rp2,98 triliun.
Alhasil laba sebelum pajak bertahan senilai Rp5,39 triliun, dari  sebelumnya di level Rp5,96 triliun, demikian dalam laporan keuangan  Kamis (26/10/2023).
Balance sheet UNVR akhir September 2023 menunjukkan pertumbuhan aset  3,30% ytd mencapai Rp18,92 triliun. Kewajiban utang (liabilitas)  melandai 5,42% ytd senilai Rp13,5 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh  signifikan mencapai Rp5,38 triliun.
Kas yang digenggam per September mencapai Rp1,71 triliun, meningkat  sekitar Rp1,2 triliun dari awal tahun akibat penambahan kas dari  aktivitas operasional.</content:encoded></item></channel></rss>
