<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Incar Pendapatan Rp1,45 Triliun dalam RKAT 2024</title><description>PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik pendapatan usaha berkisar di angka Rp1,45 triliun pada tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/278/2908756/bei-incar-pendapatan-rp1-45-triliun-dalam-rkat-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/278/2908756/bei-incar-pendapatan-rp1-45-triliun-dalam-rkat-2024"/><item><title>BEI Incar Pendapatan Rp1,45 Triliun dalam RKAT 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/278/2908756/bei-incar-pendapatan-rp1-45-triliun-dalam-rkat-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/278/2908756/bei-incar-pendapatan-rp1-45-triliun-dalam-rkat-2024</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/278/2908756/bei-incar-pendapatan-rp1-45-triliun-dalam-rkat-2024-OCgD7Ft2wV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI incar pendapatan Rp1,45 triliun dalam RKAT (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/278/2908756/bei-incar-pendapatan-rp1-45-triliun-dalam-rkat-2024-OCgD7Ft2wV.jpg</image><title>BEI incar pendapatan Rp1,45 triliun dalam RKAT (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik pendapatan usaha berkisar di angka Rp1,45 triliun pada tahun depan. Target tersebut ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2024.
Target tersebut naik 153,38 miliar atau setara 11,86% dari revisi RKAT tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak dicanangkan di angka Rp316,44 miliar, dengan laba bersih dibidik mencapai Rp259,44 miliar, atau tumbuh 24,07%.

BACA JUGA:
Turun Tajam, BEI Pantau Pergerakan Saham Mayapada Hospital (SRAJ)


&quot;Pendapatan investasi kita targetkan Rp174,96 miliar atau naik 7,70% dari revisi RKAT, sehingga total pendapatan kita menjadi Rp1,6 triliun di tahun 2024,&quot; kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers RUPSLB, Kamis (26/10/2023).
BEI juga optimis dapat membukukan nilai aset sebesar Rp6,56 triliun tahun 2024, atau naik 6,52% dari RKAT tahun 2023. Kas dan setara kas diproyeksikan berada di angka Rp3,12 triliun, termasuk investasi jangka pendek.

BACA JUGA:
BEI Pantau Ketat Saham BKDP dan PAMG


Sebagai catatan, BEI baru saja menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini. Pertemuan ini dihadiri oleh 92 pemegang saham atau 100% dari jumlah pemegang saham dengan hak suara. Penetapan RKAT 2024 adalah satu-satunya agenda bursa dalam RUPSLB hari ini.
Sebagai catatan bahwa dalam RKAT 2024, BEI berfokus pada tema  pengembangan yang telah ditetapkan pada Master Plan BEI 2021 &amp;ndash; 2025.  Mengambil tema &amp;ldquo;Menjadi entitas yang kompetitif dan dapat diandalkan  dengan kredibilitas berkelas dunia&quot;, bursa masih fokus dalam tiga hal.
Ketiganya adalah pendalaman pasar (market deepening), perlindungan  investor (investor protection), dan konektivitas dan sinergi regional  (regional synergy and connectivity). Bursa juga bakal secara aktif  menarik perusahaan tercatat baru dari sektor New Economy, Start-Up, dan  Renewable Energy.
&quot;Penggunaan asumsi dalam penyusunan RKAT 2024, masih tetap cautiously  optimistic dengan memperhatikan aktivitas perdagangan pada tahun 2023,  serta kondisi perekonomian global pada tahun mendatang,&quot; tegas BEI dalam  keterangan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik pendapatan usaha berkisar di angka Rp1,45 triliun pada tahun depan. Target tersebut ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2024.
Target tersebut naik 153,38 miliar atau setara 11,86% dari revisi RKAT tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak dicanangkan di angka Rp316,44 miliar, dengan laba bersih dibidik mencapai Rp259,44 miliar, atau tumbuh 24,07%.

BACA JUGA:
Turun Tajam, BEI Pantau Pergerakan Saham Mayapada Hospital (SRAJ)


&quot;Pendapatan investasi kita targetkan Rp174,96 miliar atau naik 7,70% dari revisi RKAT, sehingga total pendapatan kita menjadi Rp1,6 triliun di tahun 2024,&quot; kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers RUPSLB, Kamis (26/10/2023).
BEI juga optimis dapat membukukan nilai aset sebesar Rp6,56 triliun tahun 2024, atau naik 6,52% dari RKAT tahun 2023. Kas dan setara kas diproyeksikan berada di angka Rp3,12 triliun, termasuk investasi jangka pendek.

BACA JUGA:
BEI Pantau Ketat Saham BKDP dan PAMG


Sebagai catatan, BEI baru saja menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini. Pertemuan ini dihadiri oleh 92 pemegang saham atau 100% dari jumlah pemegang saham dengan hak suara. Penetapan RKAT 2024 adalah satu-satunya agenda bursa dalam RUPSLB hari ini.
Sebagai catatan bahwa dalam RKAT 2024, BEI berfokus pada tema  pengembangan yang telah ditetapkan pada Master Plan BEI 2021 &amp;ndash; 2025.  Mengambil tema &amp;ldquo;Menjadi entitas yang kompetitif dan dapat diandalkan  dengan kredibilitas berkelas dunia&quot;, bursa masih fokus dalam tiga hal.
Ketiganya adalah pendalaman pasar (market deepening), perlindungan  investor (investor protection), dan konektivitas dan sinergi regional  (regional synergy and connectivity). Bursa juga bakal secara aktif  menarik perusahaan tercatat baru dari sektor New Economy, Start-Up, dan  Renewable Energy.
&quot;Penggunaan asumsi dalam penyusunan RKAT 2024, masih tetap cautiously  optimistic dengan memperhatikan aktivitas perdagangan pada tahun 2023,  serta kondisi perekonomian global pada tahun mendatang,&quot; tegas BEI dalam  keterangan.</content:encoded></item></channel></rss>
