<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blok Rokan Tolak Menua di Usia 100 Tahun</title><description>Wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) Rokan, di Pekanbaru, Riau menolak menua pada usia produksi yang hampir 100 tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908545/blok-rokan-tolak-menua-di-usia-100-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908545/blok-rokan-tolak-menua-di-usia-100-tahun"/><item><title>Blok Rokan Tolak Menua di Usia 100 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908545/blok-rokan-tolak-menua-di-usia-100-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908545/blok-rokan-tolak-menua-di-usia-100-tahun</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908545/blok-rokan-tolak-menua-di-usia-100-tahun-eOHaIOJR5U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Blok Rokan berusia 100 tahun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908545/blok-rokan-tolak-menua-di-usia-100-tahun-eOHaIOJR5U.jpg</image><title>Blok Rokan berusia 100 tahun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS8xLzE2Mjc0Mi81L3g4ajVnMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
RIAU - Wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) Rokan, di Pekanbaru, Riau menolak menua pada usia produksi yang hampir 100 tahun. Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai pengelola lapangan migas tertua ini pun berupaya menjaga produksi agar berkelanjutan dengan menerapkan teknologi-teknologi digital.
PHR melakukan inovasi melalui Digital &amp;amp; Innovation Center (DICE). Dari sini muncul teknologi canggih buatan anak bangsa yang bisa diterapkan pada kegiatan hulu migas di Rokan, Pekanbaru, Riau.

BACA JUGA:
Blok Rokan Catat Produksi Tertinggi 172 Ribu BOPD di 2023


Manager Information Management and Data Analytics IT PHR, Ananta Bodhitama mengatakan, pengoperasian Blok Rokan menerapkan teknologi Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) untuk mengurangi penurunan produksi yang menua tersebut.
Penggunaan teknologi VR digunakan untuk peningkatan performa dan keselamatan kerja. Di mana dalam pengembangan Blok Rokan, akan ada 500-600 sumur baru yang nantinya  melibatkan ribuan tenaga kerja.
&quot;Kurang lebih ada 20 ribu pekerja baru di WK Rokan. Sehingga dibutuhkan  high risk, high tech, high cost dalam kurun waktu dari 24 bulan. Oleh karena itu, adopsi teknologi VR ini menghadirkan pengalaman dan upskilling baru,&quot; ujarnya di DICE PHR, Pekanbaru, Riau.

BACA JUGA:
Tajak Sumur Migas di Blok Rokan, Pertamina Diyakini Mampu Bersaing dengan IOC


Penerapan VR membuat pelaksanaan pelatihan dengan skenario yang kompleks dan risiko tinggi di Blok Rokan bisa dilaksanakan lebih aman, user-friendly dan cepat.
&quot;Kita coba modelkan semua kegiatan pengoperasian dalam VR. Ini kita pioner dalam hal ini yah, di tempat lain belum banyak. Jadi ini pertama VR di industri upstream,&quot; ujarnya.
Kehadiran VR juga membuat target keselamatan 25 juta jam kerja tanpa insiden dapat tercapai. Di samping itu, membuat efisien biaya pelatihan karena pekerja tidak perlu langsung ke lapangan dan bisa dilakukan kapan saja.
Di sisi lain, PHR juga menggunakan Artificial Intelegence (AI) untuk  memantau dan menjamin keselamatan pekerja di lapangan migas terbesar  tersebut. AI ini dipasangkan pada setiap CCTV yang ada di lapangan.
&quot;AI kita manfaat ditanamkan ke CCTV sedemikian rupa sehingga AI bisa  mendeteksi ada hal berbahaya yang ada di lapangan. Contoh ada pekerja  tidak menggunakan helm, glove, sepatu akan terdeteksi langsung oleh AI.  AI akan memberikan alarm peringatan sehingga bisa diketahui, kemudian  bisa langsung difollow up ke supervisor supaya diingatkan pekerja  tersebut,&quot; terangnnya.
Menurutnya, AI menjadi solusi yang tepat dalam hal safety semua pekerja di Blok Rokan. AI ini juga dibuat oleh bangsa di Riau.
&quot;Teman-teman di lapangan termonitor, terjaga dan dapat mengurangi  jumlah pengawas. Tidak perlu mengawasi selama 24 jam karena ketika ada  yang bahaya si AI kirim alarm,&quot; ujarnya.
PHR juga menerapkan transformasi digital dalam proses produksi dan  lifting. Di mana teknologi canggih ini mengcapture semua proses bisnis  kritikal berdasarkan usulan inisiatif digital dan mendeliver solusi  teknologi yang tepat dan modern.
Teknologi ini diterapkan dalam production allocation system seperti  mengelola operasi lapangan, matering produksi, pengukuran performa sumur  dan alokasi produksi.
Kemudian diterapkan pada production lifting system seperti mengelola  operasi terminal, penyimpanan minyak, rencana pengapalan dan eksekusi  pengapalan.
Data yang dihasilkan dari teknologi menjadi big data untuk  pengoperasian Blok Rokan. Termasuk penerapan SCADA yang digunakan untuk   melihat realtime dari pompa di setiap sumur minyak.
&quot;Jadi dengan sistem ini data produksi masuk dalam sistem dan bisa  dianalisa lebih lanjut. Teknologi digital ini sangat mendukung proses di  Blok Rokan. Ada big data produksi untuk melakukan analisisinya,&quot;  ujarnya.
Selain itu, AI meminimalisir terjadinya penurunan produksi minyak di  Blok Rokan. Di mana area operasi Blok Rokan mencapai 6.200 kilometer  persegi, meliputi 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Blok migas tertua ini mengelola 12.000 sumur minyak aktif yang  tersebar di 100 lapangan aktif dan sudah menghasilkan 11 miliar minyak.
&quot;AI untuk meminimalkan terjadinya penurunan produksi. Caranya gimana  bahwa ada sistem catat realtime data di lapangan. Data SCADA untuk  mengontrol kinerja pompa sehingga dia menghasilkan angka yang bisa  dianalisa manajemen,&quot; ujarnya.
Menurutnya, AI sangat mempermudah pemantauan pengoperasian lapangan  migas dan mempercepat pengambilan keputusan. Pasalnya dengan AI,  performa produksi pompa tanpa perlu melakukan pengukuran sumur secara  fisik.
&quot;Dengan mempelajari data historis pompa dan produksi yang telah ada,  AI dapat memprediksi data produksi dengan tingkat akurasi 95% sehingga  deteksi dini kegagalan pompa bisa cepat 14 hari dibandingkan  sebelumnya,&quot; ujarnya.
Sementara itu, Vice Presiden IT PHR, Triatmojo Rosewanto,  menyampaikan, transformasi digital merupakan hal yang sangat penting dan  memiliki peran yang signifikan dalam peningkatan produksi di wilayah  kerja PHR.
Menurutnya, transformasi digital sektor industri migas merupakan  bagian dari strategi Indonesia Oil dan Gas (IOG) 4.0 yang sedang  dijalankan. Digitalisasi industri migas memungkinkan seluruh operasional  utama migas diintegrasikan dan dipantau melalui sistem terpusat.
Berbagai aktivitas yang dipantau ialah yang meliputi pengeboran,  monitoring pengapalan, lifting, inventory hingga operasional produksi.
&amp;ldquo;Inilah yang menginisiasi kami untuk membangun Digital &amp;amp; Innovation Center (DICE) PT PHR,&amp;rdquo; kata dia.
Menurutnya, DICE dibagun untuk mempercepat pengambilan keputusan oleh  manajemen supaya manajemen mendapat informasi yang lengkap, akurat dan  terpercaya sehingga keputusan yang diambil tersebut keputusan yang  terbaik bagi perusahaan.
Bahkan salah satu keunggulan dari Ruang Kontrol DICE yang berhasil  meraih Rekor Muri pada tahun 2022 lalu ini di antaranya, mampu  memberikan berbagai macam data produksi serta rencana proyek setiap  harinya, selain itu DICE juga dapat memantau seluruh aktivitas  pengeboran di sumur-sumur minyak yang ada di WK Rokan.
&amp;ldquo;PHR saat ini sudah memiliki sistem yang lengkap dari ujung ke ujung,  mulai dari pengambilan data di lapangan, kemudian melakukan analisa  dari data yang ada, lalu kemudian integrasi data yang lain, maka  keakuratan data yang ada di DICE Command Center bisa dikatakan cukup  baik ditambah lagi dukungan teman-teman di lapangan yang selalu  konsisten dalam menginput data yang tersimpan di dalam server yang  memiliki kecanggihan teknologi,&amp;rdquo; kata Tri.
Menurut Tri, implementasi digital ini mampu dilaksanakan  karena  adanya tata kelola transformasi digital dengan melihat kebutuhan  masing-masing divisi yang ada di PHR. &amp;ldquo;Dengan demikian kami memiliki  digital plan dan digital solusi yang dapat membantu masing-masing divisi  memenuhi target,&amp;rdquo; kata dia.
Tri berharap, dengan penerapan transformasi digital ini, PHR mampu  meningkatkan kinerja demi mendukung ketahanan energi Indonesia.
&amp;ldquo;Seluruh proses transformasi digital yang dilaksanakan oleh PHR benar-benar diarahkan untuk ketahanan energi,&amp;rdquo; pungkas dia.
Sebagai informasi, PHR merupakan perusahaan yang bertindak sebagai  operator dalam pengelolaan WK Rokan, mulai dari 9 Agustus 2021 hingga 8  Agustus 2041.
Produksi dari WK Rokan mencerminkan seperempat dari produksi minyak  mentah Indonesia dan sepertiga dari keseluruhan produksi Pertamina yang  100% hasilnya diolah kilang Pertamina.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNS8xLzE2Mjc0Mi81L3g4ajVnMmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
RIAU - Wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) Rokan, di Pekanbaru, Riau menolak menua pada usia produksi yang hampir 100 tahun. Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai pengelola lapangan migas tertua ini pun berupaya menjaga produksi agar berkelanjutan dengan menerapkan teknologi-teknologi digital.
PHR melakukan inovasi melalui Digital &amp;amp; Innovation Center (DICE). Dari sini muncul teknologi canggih buatan anak bangsa yang bisa diterapkan pada kegiatan hulu migas di Rokan, Pekanbaru, Riau.

BACA JUGA:
Blok Rokan Catat Produksi Tertinggi 172 Ribu BOPD di 2023


Manager Information Management and Data Analytics IT PHR, Ananta Bodhitama mengatakan, pengoperasian Blok Rokan menerapkan teknologi Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) untuk mengurangi penurunan produksi yang menua tersebut.
Penggunaan teknologi VR digunakan untuk peningkatan performa dan keselamatan kerja. Di mana dalam pengembangan Blok Rokan, akan ada 500-600 sumur baru yang nantinya  melibatkan ribuan tenaga kerja.
&quot;Kurang lebih ada 20 ribu pekerja baru di WK Rokan. Sehingga dibutuhkan  high risk, high tech, high cost dalam kurun waktu dari 24 bulan. Oleh karena itu, adopsi teknologi VR ini menghadirkan pengalaman dan upskilling baru,&quot; ujarnya di DICE PHR, Pekanbaru, Riau.

BACA JUGA:
Tajak Sumur Migas di Blok Rokan, Pertamina Diyakini Mampu Bersaing dengan IOC


Penerapan VR membuat pelaksanaan pelatihan dengan skenario yang kompleks dan risiko tinggi di Blok Rokan bisa dilaksanakan lebih aman, user-friendly dan cepat.
&quot;Kita coba modelkan semua kegiatan pengoperasian dalam VR. Ini kita pioner dalam hal ini yah, di tempat lain belum banyak. Jadi ini pertama VR di industri upstream,&quot; ujarnya.
Kehadiran VR juga membuat target keselamatan 25 juta jam kerja tanpa insiden dapat tercapai. Di samping itu, membuat efisien biaya pelatihan karena pekerja tidak perlu langsung ke lapangan dan bisa dilakukan kapan saja.
Di sisi lain, PHR juga menggunakan Artificial Intelegence (AI) untuk  memantau dan menjamin keselamatan pekerja di lapangan migas terbesar  tersebut. AI ini dipasangkan pada setiap CCTV yang ada di lapangan.
&quot;AI kita manfaat ditanamkan ke CCTV sedemikian rupa sehingga AI bisa  mendeteksi ada hal berbahaya yang ada di lapangan. Contoh ada pekerja  tidak menggunakan helm, glove, sepatu akan terdeteksi langsung oleh AI.  AI akan memberikan alarm peringatan sehingga bisa diketahui, kemudian  bisa langsung difollow up ke supervisor supaya diingatkan pekerja  tersebut,&quot; terangnnya.
Menurutnya, AI menjadi solusi yang tepat dalam hal safety semua pekerja di Blok Rokan. AI ini juga dibuat oleh bangsa di Riau.
&quot;Teman-teman di lapangan termonitor, terjaga dan dapat mengurangi  jumlah pengawas. Tidak perlu mengawasi selama 24 jam karena ketika ada  yang bahaya si AI kirim alarm,&quot; ujarnya.
PHR juga menerapkan transformasi digital dalam proses produksi dan  lifting. Di mana teknologi canggih ini mengcapture semua proses bisnis  kritikal berdasarkan usulan inisiatif digital dan mendeliver solusi  teknologi yang tepat dan modern.
Teknologi ini diterapkan dalam production allocation system seperti  mengelola operasi lapangan, matering produksi, pengukuran performa sumur  dan alokasi produksi.
Kemudian diterapkan pada production lifting system seperti mengelola  operasi terminal, penyimpanan minyak, rencana pengapalan dan eksekusi  pengapalan.
Data yang dihasilkan dari teknologi menjadi big data untuk  pengoperasian Blok Rokan. Termasuk penerapan SCADA yang digunakan untuk   melihat realtime dari pompa di setiap sumur minyak.
&quot;Jadi dengan sistem ini data produksi masuk dalam sistem dan bisa  dianalisa lebih lanjut. Teknologi digital ini sangat mendukung proses di  Blok Rokan. Ada big data produksi untuk melakukan analisisinya,&quot;  ujarnya.
Selain itu, AI meminimalisir terjadinya penurunan produksi minyak di  Blok Rokan. Di mana area operasi Blok Rokan mencapai 6.200 kilometer  persegi, meliputi 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Blok migas tertua ini mengelola 12.000 sumur minyak aktif yang  tersebar di 100 lapangan aktif dan sudah menghasilkan 11 miliar minyak.
&quot;AI untuk meminimalkan terjadinya penurunan produksi. Caranya gimana  bahwa ada sistem catat realtime data di lapangan. Data SCADA untuk  mengontrol kinerja pompa sehingga dia menghasilkan angka yang bisa  dianalisa manajemen,&quot; ujarnya.
Menurutnya, AI sangat mempermudah pemantauan pengoperasian lapangan  migas dan mempercepat pengambilan keputusan. Pasalnya dengan AI,  performa produksi pompa tanpa perlu melakukan pengukuran sumur secara  fisik.
&quot;Dengan mempelajari data historis pompa dan produksi yang telah ada,  AI dapat memprediksi data produksi dengan tingkat akurasi 95% sehingga  deteksi dini kegagalan pompa bisa cepat 14 hari dibandingkan  sebelumnya,&quot; ujarnya.
Sementara itu, Vice Presiden IT PHR, Triatmojo Rosewanto,  menyampaikan, transformasi digital merupakan hal yang sangat penting dan  memiliki peran yang signifikan dalam peningkatan produksi di wilayah  kerja PHR.
Menurutnya, transformasi digital sektor industri migas merupakan  bagian dari strategi Indonesia Oil dan Gas (IOG) 4.0 yang sedang  dijalankan. Digitalisasi industri migas memungkinkan seluruh operasional  utama migas diintegrasikan dan dipantau melalui sistem terpusat.
Berbagai aktivitas yang dipantau ialah yang meliputi pengeboran,  monitoring pengapalan, lifting, inventory hingga operasional produksi.
&amp;ldquo;Inilah yang menginisiasi kami untuk membangun Digital &amp;amp; Innovation Center (DICE) PT PHR,&amp;rdquo; kata dia.
Menurutnya, DICE dibagun untuk mempercepat pengambilan keputusan oleh  manajemen supaya manajemen mendapat informasi yang lengkap, akurat dan  terpercaya sehingga keputusan yang diambil tersebut keputusan yang  terbaik bagi perusahaan.
Bahkan salah satu keunggulan dari Ruang Kontrol DICE yang berhasil  meraih Rekor Muri pada tahun 2022 lalu ini di antaranya, mampu  memberikan berbagai macam data produksi serta rencana proyek setiap  harinya, selain itu DICE juga dapat memantau seluruh aktivitas  pengeboran di sumur-sumur minyak yang ada di WK Rokan.
&amp;ldquo;PHR saat ini sudah memiliki sistem yang lengkap dari ujung ke ujung,  mulai dari pengambilan data di lapangan, kemudian melakukan analisa  dari data yang ada, lalu kemudian integrasi data yang lain, maka  keakuratan data yang ada di DICE Command Center bisa dikatakan cukup  baik ditambah lagi dukungan teman-teman di lapangan yang selalu  konsisten dalam menginput data yang tersimpan di dalam server yang  memiliki kecanggihan teknologi,&amp;rdquo; kata Tri.
Menurut Tri, implementasi digital ini mampu dilaksanakan  karena  adanya tata kelola transformasi digital dengan melihat kebutuhan  masing-masing divisi yang ada di PHR. &amp;ldquo;Dengan demikian kami memiliki  digital plan dan digital solusi yang dapat membantu masing-masing divisi  memenuhi target,&amp;rdquo; kata dia.
Tri berharap, dengan penerapan transformasi digital ini, PHR mampu  meningkatkan kinerja demi mendukung ketahanan energi Indonesia.
&amp;ldquo;Seluruh proses transformasi digital yang dilaksanakan oleh PHR benar-benar diarahkan untuk ketahanan energi,&amp;rdquo; pungkas dia.
Sebagai informasi, PHR merupakan perusahaan yang bertindak sebagai  operator dalam pengelolaan WK Rokan, mulai dari 9 Agustus 2021 hingga 8  Agustus 2041.
Produksi dari WK Rokan mencerminkan seperempat dari produksi minyak  mentah Indonesia dan sepertiga dari keseluruhan produksi Pertamina yang  100% hasilnya diolah kilang Pertamina.</content:encoded></item></channel></rss>
