<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>700 Ribu Ton Beras Impor dari Thailand hingga Pakistan Segera Masuk RI</title><description>Beras impor yang berasal dari empat negara bakal membanjiri pasar RI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908622/700-ribu-ton-beras-impor-dari-thailand-hingga-pakistan-segera-masuk-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908622/700-ribu-ton-beras-impor-dari-thailand-hingga-pakistan-segera-masuk-ri"/><item><title>700 Ribu Ton Beras Impor dari Thailand hingga Pakistan Segera Masuk RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908622/700-ribu-ton-beras-impor-dari-thailand-hingga-pakistan-segera-masuk-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908622/700-ribu-ton-beras-impor-dari-thailand-hingga-pakistan-segera-masuk-ri</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908622/700-ribu-ton-beras-impor-dari-thailand-hingga-pakistan-segera-masuk-ri-Rpo7e7YCQG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bulog impor beras dari empat negara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908622/700-ribu-ton-beras-impor-dari-thailand-hingga-pakistan-segera-masuk-ri-Rpo7e7YCQG.jpg</image><title>Bulog impor beras dari empat negara (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMy80LzE3MjExMy81L3g4b3NtdDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Beras impor yang berasal dari empat negara bakal membanjiri pasar RI. Bulog melakukan kontrak dagang dengan empat negara mitra perihal impor beras. Negara yang dimaksud adalah Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas memastikan, total beras yang disuplai keempat negara mitra mencapai 700.000 ton. Meski begitu, jumlah yang diberikan masing-masing negara tidak dirincikan.

BACA JUGA:
Mentan Amran Bakal Tekan Kouta Impor Beras Jadi 0 dan Swasembada, Bisa?


&quot;Di samping itu Bulog juga ditugaskan lagi untuk impor beras sebanyak 1,5 juta ton dan 700.000 ton sudah dikontrak untuk tahun ini,&quot; ujar Buwas, Kamis (26/10/2023).
Komoditas pangan itu dipastikan akan segera distribusikan ke Tanah Air. 700.000 ton merupakan realisasi awal dari penugasan pemerintah sepanjang tahun ini.

BACA JUGA:
RI Siap Impor Beras dari China, Kapan?


Total beras yang ditugaskan pemerintah kepada Bulog selama 2023 mencapai 1,5 juta ton. Hanya saja, Bulog baru mendapat komitmen sebanyak 700.000 ton.
Buwas menilai perlunya kebijakan lanjutan dari pemerintah untuk bisa mendatangkan sisa beras impor. Pasalnya, penugasan tersebut tidak dapat ditunda hingga tahun depan atau harus direalisasikan tahun ini.Bulog sendiri harus memenuhi pasokan beras, terutama cadangan beras  pemerintah (CBP). Langkah itu harus dilakukan karena perusahaan harus  memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pada periode Januari hingga Maret 2024 diperkirakan belum terjadi  panen raya, kondisi ini tentu berdampak signifikan pada stok beras  Bulog.
Tak hanya itu, BUMN di sektor pangan ini juga harus memenuhi program  bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) untuk 21,3 juta Keluarga  Penerima Manfaat (KPM) yang rencananya diperpanjang tiga bulan ke depan  atau periode Januari, Februari, Maret 2024.
Adapun, pasokan beras yang diamankan Bulog saat ini sebanyak 1,48  juta ton. Buwas pede angka ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan  dapat disalurkan dalam program bansos beras.
&quot;Stok yang dikuasai Bulog saat ini ada sebanyak 1,48 juta ton, jika  dikurangi dengan sisa bantuan pangan tahap dua dan tambahan alokasi  Desember maka stok kita masih cukup banyak,&quot; paparnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMy80LzE3MjExMy81L3g4b3NtdDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Beras impor yang berasal dari empat negara bakal membanjiri pasar RI. Bulog melakukan kontrak dagang dengan empat negara mitra perihal impor beras. Negara yang dimaksud adalah Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas memastikan, total beras yang disuplai keempat negara mitra mencapai 700.000 ton. Meski begitu, jumlah yang diberikan masing-masing negara tidak dirincikan.

BACA JUGA:
Mentan Amran Bakal Tekan Kouta Impor Beras Jadi 0 dan Swasembada, Bisa?


&quot;Di samping itu Bulog juga ditugaskan lagi untuk impor beras sebanyak 1,5 juta ton dan 700.000 ton sudah dikontrak untuk tahun ini,&quot; ujar Buwas, Kamis (26/10/2023).
Komoditas pangan itu dipastikan akan segera distribusikan ke Tanah Air. 700.000 ton merupakan realisasi awal dari penugasan pemerintah sepanjang tahun ini.

BACA JUGA:
RI Siap Impor Beras dari China, Kapan?


Total beras yang ditugaskan pemerintah kepada Bulog selama 2023 mencapai 1,5 juta ton. Hanya saja, Bulog baru mendapat komitmen sebanyak 700.000 ton.
Buwas menilai perlunya kebijakan lanjutan dari pemerintah untuk bisa mendatangkan sisa beras impor. Pasalnya, penugasan tersebut tidak dapat ditunda hingga tahun depan atau harus direalisasikan tahun ini.Bulog sendiri harus memenuhi pasokan beras, terutama cadangan beras  pemerintah (CBP). Langkah itu harus dilakukan karena perusahaan harus  memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pada periode Januari hingga Maret 2024 diperkirakan belum terjadi  panen raya, kondisi ini tentu berdampak signifikan pada stok beras  Bulog.
Tak hanya itu, BUMN di sektor pangan ini juga harus memenuhi program  bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) untuk 21,3 juta Keluarga  Penerima Manfaat (KPM) yang rencananya diperpanjang tiga bulan ke depan  atau periode Januari, Februari, Maret 2024.
Adapun, pasokan beras yang diamankan Bulog saat ini sebanyak 1,48  juta ton. Buwas pede angka ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan  dapat disalurkan dalam program bansos beras.
&quot;Stok yang dikuasai Bulog saat ini ada sebanyak 1,48 juta ton, jika  dikurangi dengan sisa bantuan pangan tahap dua dan tambahan alokasi  Desember maka stok kita masih cukup banyak,&quot; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
