<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LRT Jabodebek Turunkan Kecepatan hingga 50%, Kenapa?</title><description>LRT Jabodebek menurunkan kecepatan hingga 50%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908776/lrt-jabodebek-turunkan-kecepatan-hingga-50-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908776/lrt-jabodebek-turunkan-kecepatan-hingga-50-kenapa"/><item><title>LRT Jabodebek Turunkan Kecepatan hingga 50%, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908776/lrt-jabodebek-turunkan-kecepatan-hingga-50-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908776/lrt-jabodebek-turunkan-kecepatan-hingga-50-kenapa</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908776/lrt-jabodebek-turunkan-kecepatan-hingga-50-kenapa-kXFr1iBBdo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">LRT turunkan kecepatan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908776/lrt-jabodebek-turunkan-kecepatan-hingga-50-kenapa-kXFr1iBBdo.jpg</image><title>LRT turunkan kecepatan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi80LzE3MTUzMS81L3g4b2d3MnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; LRT Jabodebek menurunkan kecepatan hingga 50%. Divisi LRT Jabodebek mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menemui kendala dalam mengoperasikan LRT Jabodebek.
Padahal moda transportasi ini sudah memasuki operasional selama hampir 2 bulan. Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi saat ini ialah terkait dengan sarana keretanya yakni pada bagian roda kereta yang mengalami keausan.

BACA JUGA:
Apa Kabar Perbaikan 2 Rangkaian Kereta LRT Jabodebek yang Tabrakan?


Kuswardoyo menyebutkan bahwa terdapat 18 trainset yang kondisi rodanya sudah mengalami keausan. 2 trainset masih proses perbaikan, kemudian 2 trainset lainnya tahap penyesuaian terkait pintu kereta dengan sarananya. Oleh karena kini pihaknya hanya mengoperasikan 9 trainset.
&quot;Jadi problem yang paling besar saat ini adalah terkait dengan kondisi sarana,&quot; katanya dikutip, Kamis (26/10/2023).

BACA JUGA:
Cuma 9 Trainset yang Beroperasi, LRT Jabodebek Batalkan 103 Perjalanan Waktu Tunggu Jadi 40 Menit


Kuswardoyo mengatakan bahwa kondisi 9 trainset yang dioperasikan saat ini juga sudah mendekati masuk bengkel. Hal ini lantaran sudah trainsetnya sudah berjalan berjalan 14.000-15.000 km.
&quot;Sementara di LRT sendiri, 20.000 km roda itu, dia sudah terkena keausan antara 4-8 mm. Nah, standar atau aturan di peraturan dinas kita bahwa tidak boleh mencapai 8 mm tingkat kausan. Jadi rata-rata di LRT itu ketika dia sudah mencapai 5-6 mm, akan kita bubut,&quot; katanya.
Oleh karenanya pihaknya kini memutuskan untuk menurunkan kecepatan  laju LRT Jabodebek hingga 50%. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi  tingkat gesekan yang mengakibatkan keausan pada roda kereta.
&quot;Kita kurangi 50% ya kalau 80 km hanya jadi 40 km tidak di semua  titik, ada di beberapa titik saja di antaranya Stasiun Kampung  Rambutan-TMII, Stasiun TMII-Cawang, Stasiun Dukuh Atas-Setiabudi,  Stasiun Kuningan-Pancoran, dan Stasiun Halim-Cawang,&quot; katanya.
&quot;Selain mengurangi kecepatan, kami juga membuat semacam alat spray yang bisa menembakkan oli secara otomatis,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wMi80LzE3MTUzMS81L3g4b2d3MnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; LRT Jabodebek menurunkan kecepatan hingga 50%. Divisi LRT Jabodebek mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menemui kendala dalam mengoperasikan LRT Jabodebek.
Padahal moda transportasi ini sudah memasuki operasional selama hampir 2 bulan. Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi saat ini ialah terkait dengan sarana keretanya yakni pada bagian roda kereta yang mengalami keausan.

BACA JUGA:
Apa Kabar Perbaikan 2 Rangkaian Kereta LRT Jabodebek yang Tabrakan?


Kuswardoyo menyebutkan bahwa terdapat 18 trainset yang kondisi rodanya sudah mengalami keausan. 2 trainset masih proses perbaikan, kemudian 2 trainset lainnya tahap penyesuaian terkait pintu kereta dengan sarananya. Oleh karena kini pihaknya hanya mengoperasikan 9 trainset.
&quot;Jadi problem yang paling besar saat ini adalah terkait dengan kondisi sarana,&quot; katanya dikutip, Kamis (26/10/2023).

BACA JUGA:
Cuma 9 Trainset yang Beroperasi, LRT Jabodebek Batalkan 103 Perjalanan Waktu Tunggu Jadi 40 Menit


Kuswardoyo mengatakan bahwa kondisi 9 trainset yang dioperasikan saat ini juga sudah mendekati masuk bengkel. Hal ini lantaran sudah trainsetnya sudah berjalan berjalan 14.000-15.000 km.
&quot;Sementara di LRT sendiri, 20.000 km roda itu, dia sudah terkena keausan antara 4-8 mm. Nah, standar atau aturan di peraturan dinas kita bahwa tidak boleh mencapai 8 mm tingkat kausan. Jadi rata-rata di LRT itu ketika dia sudah mencapai 5-6 mm, akan kita bubut,&quot; katanya.
Oleh karenanya pihaknya kini memutuskan untuk menurunkan kecepatan  laju LRT Jabodebek hingga 50%. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi  tingkat gesekan yang mengakibatkan keausan pada roda kereta.
&quot;Kita kurangi 50% ya kalau 80 km hanya jadi 40 km tidak di semua  titik, ada di beberapa titik saja di antaranya Stasiun Kampung  Rambutan-TMII, Stasiun TMII-Cawang, Stasiun Dukuh Atas-Setiabudi,  Stasiun Kuningan-Pancoran, dan Stasiun Halim-Cawang,&quot; katanya.
&quot;Selain mengurangi kecepatan, kami juga membuat semacam alat spray yang bisa menembakkan oli secara otomatis,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
