<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebut Pembangunan Jalan Tol, Jokowi Sebut RI Masih Tertinggal Jauh</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa daya saing Indonesia masih tertinggal jauh dengan total jaringan jalan tol yang terbangun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908782/kebut-pembangunan-jalan-tol-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-jauh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908782/kebut-pembangunan-jalan-tol-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-jauh"/><item><title>Kebut Pembangunan Jalan Tol, Jokowi Sebut RI Masih Tertinggal Jauh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908782/kebut-pembangunan-jalan-tol-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-jauh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908782/kebut-pembangunan-jalan-tol-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-jauh</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Rasbina Br Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908782/kebut-pembangunan-jalan-tol-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-jauh-YebNsxoYvE.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi sebut pembangunan jalan tol di RI masih tertinggal. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908782/kebut-pembangunan-jalan-tol-jokowi-sebut-ri-masih-tertinggal-jauh-YebNsxoYvE.JPG</image><title>Jokowi sebut pembangunan jalan tol di RI masih tertinggal. (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC80LzE3MjY1NS81L3g4cDF5NnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa daya saing Indonesia masih tertinggal jauh dengan total jaringan jalan tol yang terbangun baru mencapai 2.800 kilometer (km).

Presiden mengatakan bahwa di bawah pemerintahannya, jalan tol yang sudah terbangun mencapai 2.040 kilometer, kemudian ditambah jalan tol sebelum pemerintahannya, yakni 780 kilometer.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Jadi Wajah Pertama IKN

&quot;Artinya baru 2.800 kilometer yang dimiliki Indonesia jalan tol. RRT sudah memiliki 280 ribu kilometer. Kita 2.800 (km) di sana 280 ribu kilometer,&quot; kata Presiden Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Indralaya dan Jalan Layang Patih Galum di Kota Palembang, Sumatera Selatan seperti dikutip Antara, Kamis (26/10/2023).

Menurut Kepala Negara, panjang jalan tol di Indonesia menunjukkan daya saing atau &quot;competitiveness&quot; masih jauh tertinggal dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok).

BACA JUGA:
Intip Progres Pembangunan Istana Negara dan Kantor Presiden di IKN Nusantara

&quot;Betapa masih sangat jauhnya daya saing kita, 'competitiveness' kita. Itu yang ingin kita kejar agar kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,&quot; kata Presiden.
Di Pulau Sumatera sendiri, Pemerintah berencana membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.800 kilometer, termasuk untuk tulang punggung atau &quot;backbone&quot; JTTS sepanjang 1.800 kilometer.



Dia mengungkapkan tokoh masyarakat hingga tokoh agama di Sumatera Selatan menceritakan waktu tempuh dari Palembang ke Lampung sebelumnya bisa membutuhkan waktu 10-12 jam perjalanan.



Dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera, waktu tempuh dari Palembang-Lampung menjadi lebih singkat, yakni sekitar 3,5 jam.



&quot;Kita harapkan dengan pembangunan ini akan ada kecepatan mobilitas barang dan jasa, sehingga daya saing kita menjadi semakin baik,&quot; kata Presiden.



Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,5 kilometer. Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR, Jalan Tol Indralaya-Prabumulih sudah beroperasi tanpa tarif sejak 30 Agustus 2023.



Jalan tol yang dikelola PT Hutama Karya (Persero) itu dapat memangkas waktu tempuh kurang lebih 1 jam dari Palembang menuju Prabumulih.



Jalan Tol Indralaya-Prabumulih merupakan bagian dari pembangunan Jalan Tol Simpang Indralaya-Muara Enim yang memiliki total panjang sekitar 119 kilometer.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC80LzE3MjY1NS81L3g4cDF5NnQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa daya saing Indonesia masih tertinggal jauh dengan total jaringan jalan tol yang terbangun baru mencapai 2.800 kilometer (km).

Presiden mengatakan bahwa di bawah pemerintahannya, jalan tol yang sudah terbangun mencapai 2.040 kilometer, kemudian ditambah jalan tol sebelum pemerintahannya, yakni 780 kilometer.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Jadi Wajah Pertama IKN

&quot;Artinya baru 2.800 kilometer yang dimiliki Indonesia jalan tol. RRT sudah memiliki 280 ribu kilometer. Kita 2.800 (km) di sana 280 ribu kilometer,&quot; kata Presiden Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Indralaya dan Jalan Layang Patih Galum di Kota Palembang, Sumatera Selatan seperti dikutip Antara, Kamis (26/10/2023).

Menurut Kepala Negara, panjang jalan tol di Indonesia menunjukkan daya saing atau &quot;competitiveness&quot; masih jauh tertinggal dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok).

BACA JUGA:
Intip Progres Pembangunan Istana Negara dan Kantor Presiden di IKN Nusantara

&quot;Betapa masih sangat jauhnya daya saing kita, 'competitiveness' kita. Itu yang ingin kita kejar agar kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,&quot; kata Presiden.
Di Pulau Sumatera sendiri, Pemerintah berencana membangun Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.800 kilometer, termasuk untuk tulang punggung atau &quot;backbone&quot; JTTS sepanjang 1.800 kilometer.



Dia mengungkapkan tokoh masyarakat hingga tokoh agama di Sumatera Selatan menceritakan waktu tempuh dari Palembang ke Lampung sebelumnya bisa membutuhkan waktu 10-12 jam perjalanan.



Dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera, waktu tempuh dari Palembang-Lampung menjadi lebih singkat, yakni sekitar 3,5 jam.



&quot;Kita harapkan dengan pembangunan ini akan ada kecepatan mobilitas barang dan jasa, sehingga daya saing kita menjadi semakin baik,&quot; kata Presiden.



Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,5 kilometer. Berdasarkan informasi yang dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR, Jalan Tol Indralaya-Prabumulih sudah beroperasi tanpa tarif sejak 30 Agustus 2023.



Jalan tol yang dikelola PT Hutama Karya (Persero) itu dapat memangkas waktu tempuh kurang lebih 1 jam dari Palembang menuju Prabumulih.



Jalan Tol Indralaya-Prabumulih merupakan bagian dari pembangunan Jalan Tol Simpang Indralaya-Muara Enim yang memiliki total panjang sekitar 119 kilometer.</content:encoded></item></channel></rss>
