<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Berpotensi Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan Indonesia berpotensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908880/indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908880/indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi"/><item><title>Indonesia Berpotensi Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908880/indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/320/2908880/indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908880/indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi-ZVQMyc7BK8.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin sebut Indonesia berpotensi jadi negara berpenghasilan tinggi. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/320/2908880/indonesia-berpotensi-jadi-negara-berpenghasilan-tinggi-ZVQMyc7BK8.JPG</image><title>Wapres Maruf Amin sebut Indonesia berpotensi jadi negara berpenghasilan tinggi. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNS8xLzE3MjczOC81L3g4cDM1bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;




JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan Indonesia berpotensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi.

Apalagi, masih ada banyak tantangan yang dihadapi agar cita-cita itu dapat terwujud.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Kebudayaan Khas Suku Madura, Daerah Asal Mahfud MD Cawapres Ganjar Pranowo

&amp;ldquo;Indonesia memiliki banyak aset dan potensi untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, meskipun di sisi lain berbagai tantangan juga masih dihadapi. Tugas kita bersama adalah mengoptimalkan segala potensi dan peluang untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat meresmikan Pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (26/10/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres: Indonesia Serukan Penyaluran Bantuan Bebas Hambatan ke Palestina&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Apalagi, kata Wapres, pemerintah telah menetapkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai tujuan kolektif untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Meskipun, penerapan teknologi dan digitalisasi juga menjadi sebuah prasyarat bagi seluruh sektor potensial agar sukses menapaki langkah menuju Indonesia Emas 2045.

&amp;ldquo;Teknologi transversal menjadi penggerak utama pertumbuhan Global di masa depan. Tanpa adanya inisiatif strategis untuk mempercepat implementasi teknologi transversal, Indonesia diperkirakan tidak akan optimal dalam pencapaian target PDB pada tahun 2045,&amp;rdquo; katanya.

Selain mengakselerasi adaptasi teknologi dan digitalisasi, Wapres meyakini ekonomi dan keuangan syariah sebagai potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia untuk menerbangkan ekonomi nasional.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemungkinan Menjadi Kendaraan Mahfud MD, Mengulik Motor Murah Honda Revo 125 Milik Cawapres dari Ganjar Pranowo


&amp;ldquo;Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan di pusat dan di daerah termasuk Bank Indonesia telah melakukan upaya serius untuk mengembangkan sektor ini,&quot; katanya.





Lebih lanjut, Wapres mengatakan jika menengok kembali perjalanan pengembangan ekonomi syariah nasional selama 4 tahun belakangan, dia melihat masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan fokus penguatan.







&amp;ldquo;Terutama, percepatan sertifikasi halal, penguatan insentif regulasi dan infrastruktur kawasan industri halal, peningkatan skala pembiayaan keuangan syariah, serta hilirisasi produk halal baik segala UMKM maupun skala besar,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNS8xLzE3MjczOC81L3g4cDM1bXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;




JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan Indonesia berpotensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi.

Apalagi, masih ada banyak tantangan yang dihadapi agar cita-cita itu dapat terwujud.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Kebudayaan Khas Suku Madura, Daerah Asal Mahfud MD Cawapres Ganjar Pranowo

&amp;ldquo;Indonesia memiliki banyak aset dan potensi untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, meskipun di sisi lain berbagai tantangan juga masih dihadapi. Tugas kita bersama adalah mengoptimalkan segala potensi dan peluang untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat meresmikan Pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (26/10/2023).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres: Indonesia Serukan Penyaluran Bantuan Bebas Hambatan ke Palestina&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Apalagi, kata Wapres, pemerintah telah menetapkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai tujuan kolektif untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dan bertumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.

Meskipun, penerapan teknologi dan digitalisasi juga menjadi sebuah prasyarat bagi seluruh sektor potensial agar sukses menapaki langkah menuju Indonesia Emas 2045.

&amp;ldquo;Teknologi transversal menjadi penggerak utama pertumbuhan Global di masa depan. Tanpa adanya inisiatif strategis untuk mempercepat implementasi teknologi transversal, Indonesia diperkirakan tidak akan optimal dalam pencapaian target PDB pada tahun 2045,&amp;rdquo; katanya.

Selain mengakselerasi adaptasi teknologi dan digitalisasi, Wapres meyakini ekonomi dan keuangan syariah sebagai potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia untuk menerbangkan ekonomi nasional.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemungkinan Menjadi Kendaraan Mahfud MD, Mengulik Motor Murah Honda Revo 125 Milik Cawapres dari Ganjar Pranowo


&amp;ldquo;Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan di pusat dan di daerah termasuk Bank Indonesia telah melakukan upaya serius untuk mengembangkan sektor ini,&quot; katanya.





Lebih lanjut, Wapres mengatakan jika menengok kembali perjalanan pengembangan ekonomi syariah nasional selama 4 tahun belakangan, dia melihat masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan fokus penguatan.







&amp;ldquo;Terutama, percepatan sertifikasi halal, penguatan insentif regulasi dan infrastruktur kawasan industri halal, peningkatan skala pembiayaan keuangan syariah, serta hilirisasi produk halal baik segala UMKM maupun skala besar,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
