<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>300 Surat Minat Investasi Masuk ke IKN Nusantara hingga Oktober 2023</title><description>Sebanyak 300 surat minat investasi masuk ke IKN Nusantara hingga Oktober 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/470/2908570/300-surat-minat-investasi-masuk-ke-ikn-nusantara-hingga-oktober-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/470/2908570/300-surat-minat-investasi-masuk-ke-ikn-nusantara-hingga-oktober-2023"/><item><title>300 Surat Minat Investasi Masuk ke IKN Nusantara hingga Oktober 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/470/2908570/300-surat-minat-investasi-masuk-ke-ikn-nusantara-hingga-oktober-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/26/470/2908570/300-surat-minat-investasi-masuk-ke-ikn-nusantara-hingga-oktober-2023</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2023 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/26/470/2908570/300-surat-minat-investasi-masuk-ke-ikn-nusantara-hingga-oktober-2023-qFuwEt3lpe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi IKN Nusantara (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/26/470/2908570/300-surat-minat-investasi-masuk-ke-ikn-nusantara-hingga-oktober-2023-qFuwEt3lpe.jpg</image><title>Investasi IKN Nusantara (Foto: Instagram)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 300 surat minat investasi masuk ke IKN Nusantara hingga Oktober 2023. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Agung Wicaksono mengatakan, jumlah tersebut terus bertambah setiap waktunya yang menandakan minat investor terhadap proyek IKN masih tergolong tinggi.
&quot;Sudah 300an LOI hingga saat ini yang, ada dari pelaku usaha dalam negeri dan luar negeri,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Kamis (26/10/2023).

BACA JUGA:
Intip Progres Pembangunan Istana Negara dan Kantor Presiden di IKN Nusantara

Lebih lanjut Agung menjelaskan belakangan ada dua negara yang baru menyampaikan LOI untuk pembangunan IKN, seperti Arab Saudi dan Kazakhstan. Arab Saudi diketahui menyampaikan LOI melalui perushaan energi ACWA power.
&quot;LOI ada dari Saudi, belakangan juga Khazakstan juga sudah menyampaikan LOI,&quot; kata Agung.

BACA JUGA:
Komitmen Ganjar dan Mahfud Melanjutkan Pembangunan IKN Nusantara

Menurutnya ACWA Power tersebut merupakan satu LOI yang nilainya cukup besar untuk pengembangan energi baru terbarukan di IKN nantinya. Perusahaan raksasa dari Arab Saudi itu bakal menanamkan modalnya lewat skema KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha) untuk penyediaan kebutuhan listrik di IKN.
&quot;Kita mau bikin Feasibility Study atau studi kelayakan bersama terkait pengembangan energi baru terbarukan di IKN ini seperti apa,&quot; kata Agung.Saat ini, ACWA Power telah memiliki kapasitas 50 gigawatt listrik di  seluruh dunia. Dengan total nilai investasi yang digelontorkan ACWA di  berbagai negara mencapai 75 miliar USD. ACWA Power juga merupakan  satu-satunya perusahaan yang ditunjuk langsung oleh Kerajaan Arab Saudi  untuk mengembangkan sektor energi di megaproyek NEOM.
Adapun terkait realisasinya dari 300 LOI tersebut, Agung mengatakan  beberapa perusahaan sudah siap untuk melakukan groundbreaking pada bulan  November mendatang. Bahkan target Presiden Jokowi untuk melakukan  gorundbreaking setiap bulan juga masih optimistis untuk dicapai.
&quot;Sampai bulan November ini sudah ada yang gorundbreaking, bahkan  Desember dan Januari ada lagi, pak Presiden kan minta setiap bulan,  harapan kita tetap ada (groundbreaking),&quot; tukas Agung.</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 300 surat minat investasi masuk ke IKN Nusantara hingga Oktober 2023. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Agung Wicaksono mengatakan, jumlah tersebut terus bertambah setiap waktunya yang menandakan minat investor terhadap proyek IKN masih tergolong tinggi.
&quot;Sudah 300an LOI hingga saat ini yang, ada dari pelaku usaha dalam negeri dan luar negeri,&quot; ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Kamis (26/10/2023).

BACA JUGA:
Intip Progres Pembangunan Istana Negara dan Kantor Presiden di IKN Nusantara

Lebih lanjut Agung menjelaskan belakangan ada dua negara yang baru menyampaikan LOI untuk pembangunan IKN, seperti Arab Saudi dan Kazakhstan. Arab Saudi diketahui menyampaikan LOI melalui perushaan energi ACWA power.
&quot;LOI ada dari Saudi, belakangan juga Khazakstan juga sudah menyampaikan LOI,&quot; kata Agung.

BACA JUGA:
Komitmen Ganjar dan Mahfud Melanjutkan Pembangunan IKN Nusantara

Menurutnya ACWA Power tersebut merupakan satu LOI yang nilainya cukup besar untuk pengembangan energi baru terbarukan di IKN nantinya. Perusahaan raksasa dari Arab Saudi itu bakal menanamkan modalnya lewat skema KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha) untuk penyediaan kebutuhan listrik di IKN.
&quot;Kita mau bikin Feasibility Study atau studi kelayakan bersama terkait pengembangan energi baru terbarukan di IKN ini seperti apa,&quot; kata Agung.Saat ini, ACWA Power telah memiliki kapasitas 50 gigawatt listrik di  seluruh dunia. Dengan total nilai investasi yang digelontorkan ACWA di  berbagai negara mencapai 75 miliar USD. ACWA Power juga merupakan  satu-satunya perusahaan yang ditunjuk langsung oleh Kerajaan Arab Saudi  untuk mengembangkan sektor energi di megaproyek NEOM.
Adapun terkait realisasinya dari 300 LOI tersebut, Agung mengatakan  beberapa perusahaan sudah siap untuk melakukan groundbreaking pada bulan  November mendatang. Bahkan target Presiden Jokowi untuk melakukan  gorundbreaking setiap bulan juga masih optimistis untuk dicapai.
&quot;Sampai bulan November ini sudah ada yang gorundbreaking, bahkan  Desember dan Januari ada lagi, pak Presiden kan minta setiap bulan,  harapan kita tetap ada (groundbreaking),&quot; tukas Agung.</content:encoded></item></channel></rss>
