<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyeksi Laba Rp6,3 Triliun di 2023, Ini Kata Dirut Garuda</title><description>PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) buka suara terkait dengan informasi proyeksi laba bersih sebesar USD399 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/278/2909611/proyeksi-laba-rp6-3-triliun-di-2023-ini-kata-dirut-garuda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/278/2909611/proyeksi-laba-rp6-3-triliun-di-2023-ini-kata-dirut-garuda"/><item><title>Proyeksi Laba Rp6,3 Triliun di 2023, Ini Kata Dirut Garuda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/278/2909611/proyeksi-laba-rp6-3-triliun-di-2023-ini-kata-dirut-garuda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/278/2909611/proyeksi-laba-rp6-3-triliun-di-2023-ini-kata-dirut-garuda</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2023 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/27/278/2909611/proyeksi-laba-rp6-3-triliun-di-2023-ini-kata-dirut-garuda-2CX8WQzP2T.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Dirut Garuda Indonesia soal proyeksi laba. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/27/278/2909611/proyeksi-laba-rp6-3-triliun-di-2023-ini-kata-dirut-garuda-2CX8WQzP2T.JPG</image><title>Dirut Garuda Indonesia soal proyeksi laba. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) buka suara terkait dengan informasi proyeksi laba bersih sebesar USD399 juta atau setara Rp6,35 triliun di akhir tahun 2023.

Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra mengatakan bahwa dirinya tidak membantah soal proyeksi tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Garuda Indonesia Travel Fair 2023 Digelar Serentak di 7 Kota, Ini Ragam Promonya!

Namun dia mempertanyakan terkait siapa yang mengeluarkan soal proyeksi tersebut saat ini.

&quot;Saya nggak tau proyeksi itu dapat dari mana. Kedua kapan itu dikeluarkan, jadi angka yang cukup oke itu memang kita atau saya keluarkan jauh sebelum kita PKPU. Saya nggak menafikanlah jejak digital ada semua. Tapi ko tiba-tiba dikeluarkan sekarang gitu,&quot; katanya saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Jumat (27/10/2023)

BACA JUGA:
Restrukturisasi Garuda Indonesia Diakui Dunia

Irfan mengatakan bahwa pada saat GIIA dalam proses Perjanjian Perdamaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan berhasil melewati kondisi tersebut ia hanya menjanjikan perusahaan akan mendapatkan profit kepada para kreditur.
&quot;Saya janji bahwa perusahaan ini akan profit. Saya yakin sekali perusahaan ini akan positif. Tapi angka saat ini masih menantang untuk dikeluarkan,&quot; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Garuda Indonesia Juaranya, Ini 20 Maskapai dengan Pramugari Terbaik di Dunia 2023!


Sebelumnya, beredar informasi bahwa PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membidik laba bersih sebesar 399 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp6,35 triliun di akhir tahun 2023.



Sejalan dengan target laba, lanjutnya, perseroan juga optimistis jumlah penumpang naik 60 persen. Kemudian prospek kinerja perseroan diperkirakan akan terus meningkat pada semester kedua tahun 2023. Faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan ini meliputi musim liburan kenaikan kelas, perjalanan umroh, serta periode puncak seperti Natal dan Tahun Baru.



Pada kuartal kedua tahun ini, GIAA berhasil mencatatkan laba bersih sebesar 33,6 juta dolar AS atau setara Rp535,55 miliar, berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan mencatatkan rugi sebesar USD110 juta.



Kemudian perseroan diprediksi akan mencatatkan laba USD589 juta dolar AS pada 2024 mendatang. Kemudian, pada 2025 laba perseroan ditargetkan sebesar USD631 juta dan sebesar USD647 juta pada 2026.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) buka suara terkait dengan informasi proyeksi laba bersih sebesar USD399 juta atau setara Rp6,35 triliun di akhir tahun 2023.

Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra mengatakan bahwa dirinya tidak membantah soal proyeksi tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Garuda Indonesia Travel Fair 2023 Digelar Serentak di 7 Kota, Ini Ragam Promonya!

Namun dia mempertanyakan terkait siapa yang mengeluarkan soal proyeksi tersebut saat ini.

&quot;Saya nggak tau proyeksi itu dapat dari mana. Kedua kapan itu dikeluarkan, jadi angka yang cukup oke itu memang kita atau saya keluarkan jauh sebelum kita PKPU. Saya nggak menafikanlah jejak digital ada semua. Tapi ko tiba-tiba dikeluarkan sekarang gitu,&quot; katanya saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Jumat (27/10/2023)

BACA JUGA:
Restrukturisasi Garuda Indonesia Diakui Dunia

Irfan mengatakan bahwa pada saat GIIA dalam proses Perjanjian Perdamaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan berhasil melewati kondisi tersebut ia hanya menjanjikan perusahaan akan mendapatkan profit kepada para kreditur.
&quot;Saya janji bahwa perusahaan ini akan profit. Saya yakin sekali perusahaan ini akan positif. Tapi angka saat ini masih menantang untuk dikeluarkan,&quot; katanya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Garuda Indonesia Juaranya, Ini 20 Maskapai dengan Pramugari Terbaik di Dunia 2023!


Sebelumnya, beredar informasi bahwa PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membidik laba bersih sebesar 399 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp6,35 triliun di akhir tahun 2023.



Sejalan dengan target laba, lanjutnya, perseroan juga optimistis jumlah penumpang naik 60 persen. Kemudian prospek kinerja perseroan diperkirakan akan terus meningkat pada semester kedua tahun 2023. Faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan ini meliputi musim liburan kenaikan kelas, perjalanan umroh, serta periode puncak seperti Natal dan Tahun Baru.



Pada kuartal kedua tahun ini, GIAA berhasil mencatatkan laba bersih sebesar 33,6 juta dolar AS atau setara Rp535,55 miliar, berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan mencatatkan rugi sebesar USD110 juta.



Kemudian perseroan diprediksi akan mencatatkan laba USD589 juta dolar AS pada 2024 mendatang. Kemudian, pada 2025 laba perseroan ditargetkan sebesar USD631 juta dan sebesar USD647 juta pada 2026.</content:encoded></item></channel></rss>
