<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ban Impor Banjiri RI seperti Tekstil di Pasar Tanah Abang</title><description>Produk ban impor membanjiri Indonesia seperti tekstil di Pasar Tanah Abang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909428/ban-impor-banjiri-ri-seperti-tekstil-di-pasar-tanah-abang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909428/ban-impor-banjiri-ri-seperti-tekstil-di-pasar-tanah-abang"/><item><title>Ban Impor Banjiri RI seperti Tekstil di Pasar Tanah Abang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909428/ban-impor-banjiri-ri-seperti-tekstil-di-pasar-tanah-abang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909428/ban-impor-banjiri-ri-seperti-tekstil-di-pasar-tanah-abang</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2023 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/27/320/2909428/ban-impor-banjiri-ri-seperti-tekstil-di-pasar-tanah-abang-qMTsTmmu3u.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Produk ban impor banjiri pasar RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/27/320/2909428/ban-impor-banjiri-ri-seperti-tekstil-di-pasar-tanah-abang-qMTsTmmu3u.jpeg</image><title>Produk ban impor banjiri pasar RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC80LzE3MjM1My81L3g4b3d1cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Produk ban impor membanjiri Indonesia seperti tekstil di Pasar Tanah Abang. Ketua Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Abdul Aziz Pane mengungkapkan impor ban ilegal melimpah layaknya tekstil di Tanah Abang.
Oleh karena itu, pihaknya melayangkan sejumlah surat pengaduan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengatasi hal ini. Diungkapkan Abdul Aziz, baru saja industri ban ingin bernafas lega setelah pandemi covid namun serbuan impor ban itu justru membanjiri pasar dalam negeri.

BACA JUGA:
RI Musnahkan Rp40 Miliar Barang Impor Ilegal


&quot;Jadi bayangkan gimana terpukulnya industri ban tanah air, kita baru mulai nafas lalu dihantam lagi ban impor yang masuk dari Batam dan Dumai itu luar biasanya impor ban itu kaya tekstil di Tanah Abang,&quot; jelasnya dalam Market Review hari ini, Jumat (27/10/2023).
Abdul Aziz menuturkan, impor ban itu kembali marak terjadi disaat pergantian pemimpin berlangsung atau sedang memanasnya situasi politik.

BACA JUGA:
700 Ribu Ton Beras Impor dari Thailand hingga Pakistan Segera Masuk RI


&quot;Melimpah sekali (ban impor). Perhatikan kalau sudah di akhir-akhir pemimpin politik ganti, disaat politik panas disitu mereka main,&quot; tegasnya.
Namun demikian Abdul Aziz mengaku bersyukur bahwa para pelaku  industri tekstil mengerti situasi yang terjadi sehingga tidak melakukan  demonstrasi.
&quot;Untung mereka tidak meledak kan kemarin ada covid juga untung mereka  bisa mengerti dan tidak ribut dan paham bahwa situasi memang begini  namun impor ban ini memang sangat ngaruh sekali ke pasar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC80LzE3MjM1My81L3g4b3d1cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Produk ban impor membanjiri Indonesia seperti tekstil di Pasar Tanah Abang. Ketua Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Abdul Aziz Pane mengungkapkan impor ban ilegal melimpah layaknya tekstil di Tanah Abang.
Oleh karena itu, pihaknya melayangkan sejumlah surat pengaduan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengatasi hal ini. Diungkapkan Abdul Aziz, baru saja industri ban ingin bernafas lega setelah pandemi covid namun serbuan impor ban itu justru membanjiri pasar dalam negeri.

BACA JUGA:
RI Musnahkan Rp40 Miliar Barang Impor Ilegal


&quot;Jadi bayangkan gimana terpukulnya industri ban tanah air, kita baru mulai nafas lalu dihantam lagi ban impor yang masuk dari Batam dan Dumai itu luar biasanya impor ban itu kaya tekstil di Tanah Abang,&quot; jelasnya dalam Market Review hari ini, Jumat (27/10/2023).
Abdul Aziz menuturkan, impor ban itu kembali marak terjadi disaat pergantian pemimpin berlangsung atau sedang memanasnya situasi politik.

BACA JUGA:
700 Ribu Ton Beras Impor dari Thailand hingga Pakistan Segera Masuk RI


&quot;Melimpah sekali (ban impor). Perhatikan kalau sudah di akhir-akhir pemimpin politik ganti, disaat politik panas disitu mereka main,&quot; tegasnya.
Namun demikian Abdul Aziz mengaku bersyukur bahwa para pelaku  industri tekstil mengerti situasi yang terjadi sehingga tidak melakukan  demonstrasi.
&quot;Untung mereka tidak meledak kan kemarin ada covid juga untung mereka  bisa mengerti dan tidak ribut dan paham bahwa situasi memang begini  namun impor ban ini memang sangat ngaruh sekali ke pasar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
