<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Peluang Indonesia Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia</title><description>Indonesia berpeluang masuk menjadi lima besar ekonomi dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909597/intip-peluang-indonesia-masuk-5-besar-ekonomi-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909597/intip-peluang-indonesia-masuk-5-besar-ekonomi-dunia"/><item><title>Intip Peluang Indonesia Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909597/intip-peluang-indonesia-masuk-5-besar-ekonomi-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909597/intip-peluang-indonesia-masuk-5-besar-ekonomi-dunia</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2023 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/27/320/2909597/intip-peluang-indonesia-masuk-5-besar-ekonomi-dunia-f5cpFODnpe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peluang ekonomi RI jadi lima besar di dunia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/27/320/2909597/intip-peluang-indonesia-masuk-5-besar-ekonomi-dunia-f5cpFODnpe.jpg</image><title>Peluang ekonomi RI jadi lima besar di dunia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC80LzE3MjM1My81L3g4b3d1cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia berpeluang masuk menjadi lima besar ekonomi dunia. Selain itu, Indonesia juga punya peluang keluar sebagai negara berpenghasilan menengah.
&amp;ldquo;Berbagai kajian memprediksi Indonesia memiliki peluang untuk keluar dari posisi negara berpenghasilan menengah, dan masuk menjadi lima besar ekonomi dunia,&amp;rdquo; ungkap Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin dalam sambutannya di JIExpo Kemayoran Hall-A, Jl. H. Benyamin Sueb, Jakarta, Jumat (27/10/2023).

BACA JUGA:
China Kehilangan Tempat di Puncak Ekonomi Dunia Gegara Pasar Properti Bangkrut


Saat ini, kata Wapres, dengan visi Indonesia Emas 2045 sebagai upaya untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera. Meskipun, masih banyak tantangan yang harus dilalui yakni bonus demografi harus sejalan dengan peningkatan produktivitas dan daya saing.
Lebih lanjut, Wapres mengatakan jika Indonesia juga dinilai mempunyai beragam aset esensial yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut. Salah satunya adalah berlimpahnya Sumber Daya Manusia (SDM) angkatan kerja berusia muda dan cakap digital.

BACA JUGA:
IMF Ramalkan Ekonomi Dunia Memburuk Imbas Konflik Israel-Hamas


&amp;ldquo;Kita masih memiliki tantangan yang tidak ringan. Surplus angkatan kerja ini mesti dibarengi dengan peningkatan produktivitas dan daya saing. Bonus demografi seyogianya mampu menjadi kekuatan besar yang menggerakkan kemajuan ekonomi bangsa, bukan malah membebani,&amp;rdquo; katanya.
Wapres mengungkapkan pembangunan SDM unggul ini butuh komitmen yang  tinggi, serta sinergi lintas pemangku kepentingan. &amp;ldquo;Jangan sampai unggul  hanya kuantitasnya saja, tetapi lupa kualitasnya, baik secara fisik,  karakter, etos kerja, kedisiplinan, keterampilan, maupun intelektual.&amp;rdquo;
Untuk itu, Wapres memastikan saat ini pemerintah terus menggerakkan  upaya percepatan penurunan prevalensi stunting dan pengentasan  kemiskinan ekstrem. &amp;ldquo;Kedua hal tersebut berpengaruh terhadap pencapaian  tujuan pembangunan berkelanjutan dan cita-cita Indonesia Emas.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Upaya penghapusan kemiskinan ekstrem terus dilakukan tidak hanya  melalui pengurangan beban pengeluaran, tetapi juga pemberdayaan ekonomi  masyarakat miskin. Salah satunya yakni pelatihan vokasi guna  meningkatkan kapasitas masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC80LzE3MjM1My81L3g4b3d1cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia berpeluang masuk menjadi lima besar ekonomi dunia. Selain itu, Indonesia juga punya peluang keluar sebagai negara berpenghasilan menengah.
&amp;ldquo;Berbagai kajian memprediksi Indonesia memiliki peluang untuk keluar dari posisi negara berpenghasilan menengah, dan masuk menjadi lima besar ekonomi dunia,&amp;rdquo; ungkap Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin dalam sambutannya di JIExpo Kemayoran Hall-A, Jl. H. Benyamin Sueb, Jakarta, Jumat (27/10/2023).

BACA JUGA:
China Kehilangan Tempat di Puncak Ekonomi Dunia Gegara Pasar Properti Bangkrut


Saat ini, kata Wapres, dengan visi Indonesia Emas 2045 sebagai upaya untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera. Meskipun, masih banyak tantangan yang harus dilalui yakni bonus demografi harus sejalan dengan peningkatan produktivitas dan daya saing.
Lebih lanjut, Wapres mengatakan jika Indonesia juga dinilai mempunyai beragam aset esensial yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut. Salah satunya adalah berlimpahnya Sumber Daya Manusia (SDM) angkatan kerja berusia muda dan cakap digital.

BACA JUGA:
IMF Ramalkan Ekonomi Dunia Memburuk Imbas Konflik Israel-Hamas


&amp;ldquo;Kita masih memiliki tantangan yang tidak ringan. Surplus angkatan kerja ini mesti dibarengi dengan peningkatan produktivitas dan daya saing. Bonus demografi seyogianya mampu menjadi kekuatan besar yang menggerakkan kemajuan ekonomi bangsa, bukan malah membebani,&amp;rdquo; katanya.
Wapres mengungkapkan pembangunan SDM unggul ini butuh komitmen yang  tinggi, serta sinergi lintas pemangku kepentingan. &amp;ldquo;Jangan sampai unggul  hanya kuantitasnya saja, tetapi lupa kualitasnya, baik secara fisik,  karakter, etos kerja, kedisiplinan, keterampilan, maupun intelektual.&amp;rdquo;
Untuk itu, Wapres memastikan saat ini pemerintah terus menggerakkan  upaya percepatan penurunan prevalensi stunting dan pengentasan  kemiskinan ekstrem. &amp;ldquo;Kedua hal tersebut berpengaruh terhadap pencapaian  tujuan pembangunan berkelanjutan dan cita-cita Indonesia Emas.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Upaya penghapusan kemiskinan ekstrem terus dilakukan tidak hanya  melalui pengurangan beban pengeluaran, tetapi juga pemberdayaan ekonomi  masyarakat miskin. Salah satunya yakni pelatihan vokasi guna  meningkatkan kapasitas masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
