<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waktu Tunggu LRT Jabodebek 1 Jam, Warga: Mending Naik Motor</title><description>Pengguna LRT Jabodebek mengeluhkan jarak kedatangan kereta atau headway yang mencapai 1 jam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909735/waktu-tunggu-lrt-jabodebek-1-jam-warga-mending-naik-motor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909735/waktu-tunggu-lrt-jabodebek-1-jam-warga-mending-naik-motor"/><item><title>Waktu Tunggu LRT Jabodebek 1 Jam, Warga: Mending Naik Motor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909735/waktu-tunggu-lrt-jabodebek-1-jam-warga-mending-naik-motor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/27/320/2909735/waktu-tunggu-lrt-jabodebek-1-jam-warga-mending-naik-motor</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2023 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/27/320/2909735/waktu-tunggu-lrt-jabodebek-1-jam-warga-mending-naik-motor-FqAscx8LHH.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Waktu tunggu LRT Jabodebek 1 jam. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/27/320/2909735/waktu-tunggu-lrt-jabodebek-1-jam-warga-mending-naik-motor-FqAscx8LHH.JPG</image><title>Waktu tunggu LRT Jabodebek 1 jam. (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Pengguna LRT Jabodebek mengeluhkan jarak kedatangan kereta atau headway yang mencapai 1 jam.
Hal ini lantaran jumlah trainset yang dioperasikan hanya 9 trainset.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apa Kabar Perbaikan 2 Rangkaian Kereta LRT Jabodebek yang Tabrakan?

Warga Cibubur bernama Deni yang sehari-hari bekerja di kawasan Jakarta Pusat mengatakan bahwa dengan hanya 9 trainset yang dioperasikan ini sangat mengganggu.
Hal ini berakibat waktu tunggu yang dia tempuh lebih lama.
&quot;Biasanya kan kalau saya nunggu kira-kira sekitar 15 menit doang (16 trainset). Dan sekarang ini jadi lebih setengah jam dan ini juga bakal menjadikan penumpukan di stasiun,&quot; katanya saat ditemui di Stasiun Dukuh Atas, Jumat (27/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:



Studi Kelayakan LRT Bali Ditargetkan Rampung Akhir 2023Deni mengatakan bahwa jika kondisi headway masih berlangsung dalam beberapa hari kedepan ia akan kembali memilih menggunakan sepeda motor untuk berangkat kerja.
Keputusan tersebut lantaran ketika berangkat kerja akan memakan waktu yang lama, kemudian jadwal perjalanan juga kadang tidak sesuai.
Dia berharap perawatan terhadap trainset yang masuk depo dapat segera selesai sehingga waktu tunggu menjadi lebih cepat.&quot;Kalau begini terus mendingan saya bawa motor, karena sebelumnya saya juga pengguna motor, karena ada LRT aja nih dekat rumah jadi saya naik LRT,&quot; katanya.
Di tempat yang sama, warga bernama Tabroni juga mengatakan hal serupa.
Bahkan Tabroni mengatakan dengan biaya yang dikeluarkan dari Stasiun Dukuh Atas-Jati Mulya sebesar Rp20 ribu sangat tidak sesuai dengan apa yang didapatkannya saat ini.
Di mana waktu tunggunya berkisar 30 menit hingga 1 jam.
&quot;Untuk jumlah trainset yang dikit dan waktu 30 menit di waktu sibuk agak nggak worth it aja sih dengan tarif Rp20 ribu dari Dukuh Atas-Jatimulya,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

LRT Bali Digarap Konsorsium Korsel, BUMN Karya Ikut Turun Tangan?

Menurutnya, jika kondisi seperti ini masih terjadi, ada baiknya pihak operator dapat menurunkan tarif kepada penumpang. Hal ini sesuai dengan kondisi yang ada.
&quot;Menurut saya harganya mungkin bisa mengikuti waktu ya. Kalau waktu lama dengan harga segitu nggak worth-it. Kalau memang harga nggak bisa turun yaya perbanyak rangkaian. Kalau harga nggak turun dan waktu tunggu masih lama nggak worth-it,&quot; katanya.
Adapun berdasarkan panutan MNC Portal di lapangan pada 18.00 hingga pukul 19.00 kondisi di Stasiun Dukuh Atas relatif ramai oleh penumpang.
Sementara terkait dengan headwaynya rerata pada kondisi jam sibuk itu hanya mencapai 30 menit saja. Misalnya kereta pertama yang dipantau untuk relasi Dukuh Atas-Jatimulya.
Kereta tiba pada pukul 18.26 kemudian berangkat pukul 18.29.
Kereta berikutnya rute yang tiba di Dukuh Atas pukul 18.57 dan berangkat menuju Jatimulya pukul 18.58 WIB. Yang artinya selang jarak kedatangan antar keretanya hanya 30 menit.
Adapun untuk tunggu kereta LRT Jabodebek yang menjadi 1 jam hanya terjadi di waktu tidak sibuk yakni mulai pukul 10.00 hingga 15.00.
&quot;Kami saat ini menjalankan sebanyak 9 TS sehingga kami mengatur perjalanan pada hari kerja dengan mengurangi frekuensi pada non peak hours di antara jam 10.00-15.00 keberangkatannya menjadi sekitar 1 jam dan kami perpanjang keberangkatan terakhir menjadi jam 20.12,&quot; kata Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo saat dikonfirmasi.</description><content:encoded>


JAKARTA - Pengguna LRT Jabodebek mengeluhkan jarak kedatangan kereta atau headway yang mencapai 1 jam.
Hal ini lantaran jumlah trainset yang dioperasikan hanya 9 trainset.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apa Kabar Perbaikan 2 Rangkaian Kereta LRT Jabodebek yang Tabrakan?

Warga Cibubur bernama Deni yang sehari-hari bekerja di kawasan Jakarta Pusat mengatakan bahwa dengan hanya 9 trainset yang dioperasikan ini sangat mengganggu.
Hal ini berakibat waktu tunggu yang dia tempuh lebih lama.
&quot;Biasanya kan kalau saya nunggu kira-kira sekitar 15 menit doang (16 trainset). Dan sekarang ini jadi lebih setengah jam dan ini juga bakal menjadikan penumpukan di stasiun,&quot; katanya saat ditemui di Stasiun Dukuh Atas, Jumat (27/10/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:



Studi Kelayakan LRT Bali Ditargetkan Rampung Akhir 2023Deni mengatakan bahwa jika kondisi headway masih berlangsung dalam beberapa hari kedepan ia akan kembali memilih menggunakan sepeda motor untuk berangkat kerja.
Keputusan tersebut lantaran ketika berangkat kerja akan memakan waktu yang lama, kemudian jadwal perjalanan juga kadang tidak sesuai.
Dia berharap perawatan terhadap trainset yang masuk depo dapat segera selesai sehingga waktu tunggu menjadi lebih cepat.&quot;Kalau begini terus mendingan saya bawa motor, karena sebelumnya saya juga pengguna motor, karena ada LRT aja nih dekat rumah jadi saya naik LRT,&quot; katanya.
Di tempat yang sama, warga bernama Tabroni juga mengatakan hal serupa.
Bahkan Tabroni mengatakan dengan biaya yang dikeluarkan dari Stasiun Dukuh Atas-Jati Mulya sebesar Rp20 ribu sangat tidak sesuai dengan apa yang didapatkannya saat ini.
Di mana waktu tunggunya berkisar 30 menit hingga 1 jam.
&quot;Untuk jumlah trainset yang dikit dan waktu 30 menit di waktu sibuk agak nggak worth it aja sih dengan tarif Rp20 ribu dari Dukuh Atas-Jatimulya,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

LRT Bali Digarap Konsorsium Korsel, BUMN Karya Ikut Turun Tangan?

Menurutnya, jika kondisi seperti ini masih terjadi, ada baiknya pihak operator dapat menurunkan tarif kepada penumpang. Hal ini sesuai dengan kondisi yang ada.
&quot;Menurut saya harganya mungkin bisa mengikuti waktu ya. Kalau waktu lama dengan harga segitu nggak worth-it. Kalau memang harga nggak bisa turun yaya perbanyak rangkaian. Kalau harga nggak turun dan waktu tunggu masih lama nggak worth-it,&quot; katanya.
Adapun berdasarkan panutan MNC Portal di lapangan pada 18.00 hingga pukul 19.00 kondisi di Stasiun Dukuh Atas relatif ramai oleh penumpang.
Sementara terkait dengan headwaynya rerata pada kondisi jam sibuk itu hanya mencapai 30 menit saja. Misalnya kereta pertama yang dipantau untuk relasi Dukuh Atas-Jatimulya.
Kereta tiba pada pukul 18.26 kemudian berangkat pukul 18.29.
Kereta berikutnya rute yang tiba di Dukuh Atas pukul 18.57 dan berangkat menuju Jatimulya pukul 18.58 WIB. Yang artinya selang jarak kedatangan antar keretanya hanya 30 menit.
Adapun untuk tunggu kereta LRT Jabodebek yang menjadi 1 jam hanya terjadi di waktu tidak sibuk yakni mulai pukul 10.00 hingga 15.00.
&quot;Kami saat ini menjalankan sebanyak 9 TS sehingga kami mengatur perjalanan pada hari kerja dengan mengurangi frekuensi pada non peak hours di antara jam 10.00-15.00 keberangkatannya menjadi sekitar 1 jam dan kami perpanjang keberangkatan terakhir menjadi jam 20.12,&quot; kata Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo saat dikonfirmasi.</content:encoded></item></channel></rss>
