<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hary Tanoe Tekankan Bonus Demografi RI Harus Diimbangi Produktivitas Kerja</title><description>Indonesia mengalami puncak bonus demografi pada 2030.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/29/320/2910259/hary-tanoe-tekankan-bonus-demografi-ri-harus-diimbangi-produktivitas-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/29/320/2910259/hary-tanoe-tekankan-bonus-demografi-ri-harus-diimbangi-produktivitas-kerja"/><item><title>Hary Tanoe Tekankan Bonus Demografi RI Harus Diimbangi Produktivitas Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/29/320/2910259/hary-tanoe-tekankan-bonus-demografi-ri-harus-diimbangi-produktivitas-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/29/320/2910259/hary-tanoe-tekankan-bonus-demografi-ri-harus-diimbangi-produktivitas-kerja</guid><pubDate>Minggu 29 Oktober 2023 07:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/29/320/2910259/hary-tanoe-tekankan-bonus-demografi-ri-harus-diimbangi-produktivitas-kerja-vA0rEHS0T7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hary Tanoe Tekankan Bonus Demografi Harus Diimbangi Produktivitas Kerja. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/29/320/2910259/hary-tanoe-tekankan-bonus-demografi-ri-harus-diimbangi-produktivitas-kerja-vA0rEHS0T7.jpg</image><title>Hary Tanoe Tekankan Bonus Demografi Harus Diimbangi Produktivitas Kerja. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia mengalami puncak bonus demografi pada 2030. penduduk usia produktif (15-64 tahun) bakal lebih besar dibandingkan usia nonproduktif (di atas 65 tahun) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Tanah Air.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang juga Ketua Umum Partai Perindo menilai, ini momentum yang perlu diimbangi dengan produktivitas kerja. Penciptaan lapangan pekerjaan menjadi tantangan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional dari gelombang pengangguran.

BACA JUGA:
Manfaatkan Bonus Demografi, Ini Jurus Ganjar Pranowo Tekan Angka Stunting di Indonesia

&quot;Kalau bonus demografi ini tidak bisa diimbangi dengan produktivitas yang meningkat di masyarakat, ekonomi kita bakal masih tergantung dengan mesin ekonomi yang sekarang,&quot; kata Hary dalam Future Heroes 'Exceed &amp;amp; Excel Together' Young Movement Conference 2023 di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10/2023).
Mempercepat lapangan kerja dinilai perlu sejalan dengan pembangunan manusia yang produktif hingga berdaya saing. Laju digitalisasi yang masif, secara langsung akan mendorong 'demand' atas pekerjaan bidang teknologi informasi.

BACA JUGA:
Jadi Pembicara di Future Heroes, Hary Tanoe Jadi Buruan Swafoto Masyarakat

&quot;Kita butuh kelompok-kelompok pekerjaan baru untuk mempecepat produktivitas. Grup-grup baru diperlukan yang sama-sama mau membangun Indonesia,&quot; paparnya.
Dorongan memacu produktivitas dapat menyumbang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagi Hary, bantuan sosial berupa uang tunai masih belum menciptakan iklim produktif.Kebijakan yang pro-pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan hidup, pembangunan manusia, hingga pemberantasan korupsi juga menjadi bagian tak terpisahkan menyongsong bonus demografi
&quot;Kita memang saat ini fokusnya adalah membangun manusia Indonesia yang produktif. Itu tantangannya. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan kebijakan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia mengalami puncak bonus demografi pada 2030. penduduk usia produktif (15-64 tahun) bakal lebih besar dibandingkan usia nonproduktif (di atas 65 tahun) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Tanah Air.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang juga Ketua Umum Partai Perindo menilai, ini momentum yang perlu diimbangi dengan produktivitas kerja. Penciptaan lapangan pekerjaan menjadi tantangan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional dari gelombang pengangguran.

BACA JUGA:
Manfaatkan Bonus Demografi, Ini Jurus Ganjar Pranowo Tekan Angka Stunting di Indonesia

&quot;Kalau bonus demografi ini tidak bisa diimbangi dengan produktivitas yang meningkat di masyarakat, ekonomi kita bakal masih tergantung dengan mesin ekonomi yang sekarang,&quot; kata Hary dalam Future Heroes 'Exceed &amp;amp; Excel Together' Young Movement Conference 2023 di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10/2023).
Mempercepat lapangan kerja dinilai perlu sejalan dengan pembangunan manusia yang produktif hingga berdaya saing. Laju digitalisasi yang masif, secara langsung akan mendorong 'demand' atas pekerjaan bidang teknologi informasi.

BACA JUGA:
Jadi Pembicara di Future Heroes, Hary Tanoe Jadi Buruan Swafoto Masyarakat

&quot;Kita butuh kelompok-kelompok pekerjaan baru untuk mempecepat produktivitas. Grup-grup baru diperlukan yang sama-sama mau membangun Indonesia,&quot; paparnya.
Dorongan memacu produktivitas dapat menyumbang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagi Hary, bantuan sosial berupa uang tunai masih belum menciptakan iklim produktif.Kebijakan yang pro-pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan hidup, pembangunan manusia, hingga pemberantasan korupsi juga menjadi bagian tak terpisahkan menyongsong bonus demografi
&quot;Kita memang saat ini fokusnya adalah membangun manusia Indonesia yang produktif. Itu tantangannya. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan kebijakan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
