<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>65 Perusahaan Antre IPO demi Rp11,3 Triliun, Siapa Saja?</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, hingga 27 Oktober 2023 masih terdapat 65 rencana initial public offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/278/2910906/65-perusahaan-antre-ipo-demi-rp11-3-triliun-siapa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/278/2910906/65-perusahaan-antre-ipo-demi-rp11-3-triliun-siapa-saja"/><item><title>65 Perusahaan Antre IPO demi Rp11,3 Triliun, Siapa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/278/2910906/65-perusahaan-antre-ipo-demi-rp11-3-triliun-siapa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/278/2910906/65-perusahaan-antre-ipo-demi-rp11-3-triliun-siapa-saja</guid><pubDate>Senin 30 Oktober 2023 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/30/278/2910906/65-perusahaan-antre-ipo-demi-rp11-3-triliun-siapa-saja-cXhq2eZFl2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK sebut 65 perusahaan antre IPO. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/30/278/2910906/65-perusahaan-antre-ipo-demi-rp11-3-triliun-siapa-saja-cXhq2eZFl2.jpg</image><title>OJK sebut 65 perusahaan antre IPO. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, hingga 27 Oktober 2023 masih terdapat 65 rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Adapun, nilai emisi rencana IPO tersebut ditaksir mencapai Rp11,34 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan, Ini Pesan Ketua OJK

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, minat penghimpunan dana di pasar modal masih tinggi, yakni sebesar Rp204,14 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 68 emiten.

Secara rinci, sebanyak 66 perusahaan melakukan IPO dengan nilai emisi sebesar Rp51,96 triliun.

Selanjutnya, total himpunan dana di pasar modal juga dikontribusikan oleh 19 Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan nilai emisi sebesar Rp37 triliun, sebanyak 9 penerbitan Efek Bersifat Utang atau Sukuk tercatat memiliki nilai emisi Rp7,97 triliun, serta Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I, II dan seterusnya memiliki nilai emisi sebesar Rp107,21 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apakah Pinjol Masuk ke SLIK OJK? Ini Penjelasannya

&amp;ldquo;Sementara itu, pipeline penawaran umum masih terdapat 97 dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp54,48 triliun, yang di antaranya merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 65 perusahaan,&amp;rdquo; kata Inarno dalam konferensi pers daring pada Senin (30/10/2023).

Melansir laman e-ipo, saat ini terdapat tiga perusahaan yang tengah memasuki masa penawaran awal atau bookbuilding yakni, PT Kian Santang Muliatama Tbk, PT Ikapharmindo Putramas Tbk dan PT Mastersystem Infotama Tbk.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ketua OJK: Sektor Keuangan RI Mampu Hadapi Ketidakpastian Global


Sementara PT Agro Bahari Nusantara Tbk akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 31 Oktober 2023.



Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 2,61% ke level 6.758,79 pada Oktober 2023. Indeks turun secara month to date jika dibandingkan dengan September lalu yang berada di level 6.939,89.



Adapun, non-resident mencatatkan outflow sebesar Rp6,37 triliun secara month to date, naik dibandingkan Agustus yang sebesar Rp4,06 triliun.

Sementara secara year to date, IHSG tercatat melemah sebesar 1,34% dengan non-resident membukukan net sell sebesar Rp11,61 triliun.</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, hingga 27 Oktober 2023 masih terdapat 65 rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Adapun, nilai emisi rencana IPO tersebut ditaksir mencapai Rp11,34 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan, Ini Pesan Ketua OJK

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, minat penghimpunan dana di pasar modal masih tinggi, yakni sebesar Rp204,14 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 68 emiten.

Secara rinci, sebanyak 66 perusahaan melakukan IPO dengan nilai emisi sebesar Rp51,96 triliun.

Selanjutnya, total himpunan dana di pasar modal juga dikontribusikan oleh 19 Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan nilai emisi sebesar Rp37 triliun, sebanyak 9 penerbitan Efek Bersifat Utang atau Sukuk tercatat memiliki nilai emisi Rp7,97 triliun, serta Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I, II dan seterusnya memiliki nilai emisi sebesar Rp107,21 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Apakah Pinjol Masuk ke SLIK OJK? Ini Penjelasannya

&amp;ldquo;Sementara itu, pipeline penawaran umum masih terdapat 97 dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp54,48 triliun, yang di antaranya merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 65 perusahaan,&amp;rdquo; kata Inarno dalam konferensi pers daring pada Senin (30/10/2023).

Melansir laman e-ipo, saat ini terdapat tiga perusahaan yang tengah memasuki masa penawaran awal atau bookbuilding yakni, PT Kian Santang Muliatama Tbk, PT Ikapharmindo Putramas Tbk dan PT Mastersystem Infotama Tbk.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ketua OJK: Sektor Keuangan RI Mampu Hadapi Ketidakpastian Global


Sementara PT Agro Bahari Nusantara Tbk akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 31 Oktober 2023.



Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 2,61% ke level 6.758,79 pada Oktober 2023. Indeks turun secara month to date jika dibandingkan dengan September lalu yang berada di level 6.939,89.



Adapun, non-resident mencatatkan outflow sebesar Rp6,37 triliun secara month to date, naik dibandingkan Agustus yang sebesar Rp4,06 triliun.

Sementara secara year to date, IHSG tercatat melemah sebesar 1,34% dengan non-resident membukukan net sell sebesar Rp11,61 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
